Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Ujian


__ADS_3

Gerwyn mematikan tab nya menoleh ke arah Sophia.


Dia melihat penampilan Sophia yang rapi ketika memakai baju sekolah SMA itu.


"Kenapa? Ada yang aneh mas?" tanya Sophia.


"Kamu sangat cantik ketika memakai seragam seperti ini."' ucap Gerwyn. Sophia tersipu malu.


"Istri ku adalah seorang pelajar." ucap Gerwyn bercanda. Sophia tersenyum saja.


Sophia Tersipu malu ketika Gerwyn memuji nya Terus menerus.


Gerwyn menjulurkan tangannya pada Sophia. Sophia menjabat nya dan mereka ke meja makan berdua. Ano sudah menunggu di sana.


"Mbak, nanti aku pulang lambat yah, soalnya aku mau melukis dengan Enjelita di sekolah." ucap Ano.


"Sama siapa saja?" tanya Gerwyn.


"Ada Bu Ena juga kok kak, tidak hanya kamu berdua saja." ucap Ano. "Ya udah gak apa-apa." ucap Sophia.


"Masakan mbak Sophia semakin hari semakin enak saja. Sudah Hampir sama seperti masakan Ibu." ucap Ano.


Sophia tersenyum. Ano makan dengan lahap. Gerwyn yang melihat mereka sangat kuat dia merasa iri. Karena setiap kali mengingat ayah nya dia akan sangat sedih sekali.


Namun Ano dengan istri nya begitu kuat menghadapi masalah, hidup penuh dengan rintangan mereka hadapi bersama dan Sophia sungguh kuat. Itu adalah alasan Gerwyn sangat mencintai Sophia.


Secara fisik mungkin Sophia sangat lemah, namun dengan hati dia sangat kuat sekali. Dia mempunyai jiwa kepedulian yang sangat besar sekali, dewasa dan tidak cengeng.


Gerwyn tiba-tiba tersenyum menatap wajah istri nya Itu.


"Sekali milik saya, dia akan terus milik saya. Tidak perduli apa yang akan terjadi ke Depan nya namun wanita ini akan terus bersama ku." batin Gerwyn.


Dia pun melanjutkan makan nya. Setelah selesai makan mereka meninggalkan rumah.


"Ano kali ini di antar supir gak apa-apa kan? Kakak mau ngaterin mbak Sophia ujian dulu." ucap Gerwyn.


"Gak apa-apa kok kak, dari pada jalan kaki." ucap Ano. Gerwyn dan Sophia tertawa.


"Aku berdoa agar ujian mbak lancar yah, mbak tau jawabannya semua, dan juga kak Gerwyn bekerja dengan semangat agar banyak uang." ucap Ano.


"Kamu sungguh matre." ucap Gerwyn, Ano tertawa. "Ya udah kalau begitu aku berangkat yah kak, mbak. Assalamualaikum." Ano pun menyalim tangan mereka.


"Walaikumsalam." Jawab kedua nya. Setelah Ano pergi Sophia dan Gerwyn pun berangkat meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di depan sekolah.


"Saya tidak bisa turun karena kalau di lihat kepala sekolah saya tidak enak untuk langsung pergi." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.


"Terimakasih yah mas. Assalamualaikum." ucap Sophia mencium punggung tangan suami nya. Gerwyn mengelus kepala Sophia.


" Walaikumsalam kamu pasti Bisa, semangat yah." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk. "Hati-hati yah kak." ucap Sophia.


Gerwyn pun meninggalkan sekolah itu. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di kantor. Dia dalam keadaan Mood yang baik sehingga siapapun yang melihat wajah nya pasti akan tau kalau bos nya sedang baik-baik saja.


Sampai di ruangan nya dia menelpon ibu nya karena ibu nya jadi pulang hari ini.


Cukup lama berbincang-bincang dengan Ibu nya setelah selesai dia lanjut bekerja.


"Permisi Pak, ini rekaman CCTV yang di minta oleh Bapak." ucap Pria yang baru aja masuk ke ruangan Gerwyn.


"Saya mau melihat nya, coba di pasang." ucap Gerwyn. Dam ternyata yang memasukkan obat ke minuman nya adalah orang asing yang mungkin iseng.


Kebetulan juga Lisa datang.


"Bagaimana? Kamu sudah percaya sama aku kan?" tanya Lisa sambil duduk di depan Gerwyn.


"Bukti ini tidak cukup kuat membuktikan kalau bukan kamu pelaku nya." ucap Gerwyn. Lisa menaikkan alis nya.


"Bukan urusan kamu." ucap Gerwyn. Lisa sangat kesal.


"Saya akan bekerja, lebih baik kamu Keluar." ucap Gerwyn.


"Aku datang ke sini karena pekerjaan, kamu tidak bisa mengusir ku begitu saja. Karena kamu akan tau akibat nya." ucap Lisa.


"Jangan pernah mengungkit masa lalu lagi, saya sudah membayar semua jasa keluarga kamu. sampai keluarga kamu menghianati keluarga saya. Termasuk kamu sendiri." ucap Gerwyn.


Lisa tersenyum.


"Awal nya aku berfikir kamu sudah berubah, namun kamu tetap saja egois." ucap Gerwyn.


"Aku egois karena aku mencintai kamu, aku tidak menerima kamu meninggalkan aku begitu saja karena Okta dan sekarang kamu menikah dengan gadis itu." ucap Lisa.


"Kamu duluan yang menghinati saya, kamu hanya menginginkan harta saya, di saat saya jatuh kamu menghilang begitu saja." ucap Gerwyn.


"Aku mengejar karier ku, aku tidak meninggalkan kamu." ucap Lisa.


"Permisi pak, Maaf menganggu waktu nya." ucap Staf datang. "Ada Apa?" tanya Gerwyn.

__ADS_1


"Klien sudah datang. Meeting akan segera di mulai."


"Baiklah." ucap Gerwyn.


"Pembicaraan kita belum selesai Gerwyn!" ucap Lisa.


"Tidak ada yang mau di bicarakan lagi!" ucap Gerwyn menepis tangan Lisa.


Lisa merasa kesal dia pun langsung pergi mengikuti Gerwyn, karena dia juga ikut meeting.


"Hai Hena." sapa Sophia.


"Hai juga Sophia. Seperti nya kita tidak satu kelas deh." ucap Hena.


"Sudah tidak apa-apa. Kita harus bisa menyelesaikan ujian kita dengan benar. Kita harus percaya kita bisa." ucap Sophia.


"Kita pasti bisa!" ucap Hena.


Mereka terlihat sangat bersemangat sekali.


"Wah kalian sangat bersemangat banget kelihatan nya." ucap Riki Yang baru saja datang.


"Humm jelas dong, karena ini adalah penentu masa depan. Berbeda sama kamu anak orang kaya." ucap Hena.


Riki tertawa. "Aku seperti nya satu Ruangan dengan Sophia, kali ini kita tidak bisa sama-sama." ucap Riki.


"Ya udah gak apa-apa juga kali. Lagian kalau berpisah jauh lebih fokus." ucap Hena.


Cukup banyak berbincang-bincang di luar mereka pun masuk. Kertas ujian di bagikan, guru pengawas pun masuk ke dalam.


Jantung para murid mulai berdetak sangat cepat karena melihat soal-soal yang sangat susah sekali.


Berbeda dengan Sophia yang sangat santai, sangat fokus membaca soal ujian itu.


Guru kelas yang melihat Sophia dia tersenyum.


"Dari semua murid dia yang terlihat santai." ucap wali kelas nya. Pengawas pun tersenyum.


"Saya dengar-dengar dia bekerja sebagai pembantu di rumah nya pak Gerwyn, apa itu benar?" tanya pengawas.


"Dia selalu bekerja walaupun dia sekolah, namun selagi tidak menganggu sekolah nya itu Tidak jadi masalah, Apa lagi dia harus menghidupi dirinya sendiri dan juga adik nya." ucap wali kelas nya.


"Huff kelihatan sekali aku jarang belajar, aku melihat semua soal ini membuat kepala ku pusing saja." ucap Hena dalam hati.

__ADS_1


"Tapi aku harus bisa, aku pasti sudah mempelajari ini semua." ucap Hena.


__ADS_2