Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Sophia sakit.


__ADS_3

"Aku bisa menjelaskan nya Tante, aku tidak seperti yang Tante pikir kan. " ucap Lisa.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi. Tante sudah terlanjur membenci kamu. Tante tidak ingin marah dan menyakiti hati kamu lebih lama, lebih baik kamu meninggalkan kota ini lagi." ucap Bu Linda.


"Tante kau Mohon jangan mengusir seperti ini, aku sangat mencintai Tante dan juga Gerwyn." ucap Lisa.


"Cukup Lisa! Cukup!" Bu Linda menatap Lisa dengan tatapan yang sangat marah sekali. "Tante tidak bisa mempercayai kamu lagi." ucap Bu Linda.


"Apa Tante lebih memilih Sophia? Dia sudah pergi meninggalkan suami dan Mertua nya begitu saja, apa Tante tetap mencintai dia?" tanya Lisa.


"Itu semua karena kamu! Kamu dan juga Gerwyn yang membuat menantu saya pergi!" ucap Bu Linda. "Keluar kamu dari sini! Jangan pernah tunjukkan wajah kamu lagi." ucap Bu Linda.


"Aku tidak bisa pergi Tante. Aku sangat mencintai Gerwyn." ucap Lisa. "Kamu pergi sekarang, saya mohon." ucap Gerwyn.


Lisa menggeleng kan kepala nya, Gerwyn meminta bantuan security membawa Lisa pergi dari Sana.


Setelah Lisa pergi Gerwyn menoleh ke arah mamah nya.


"Mah Duduk dulu." ucap Gerwyn memegang tangan Bu Linda namun Bu Linda menepis tangan nya.


"Mamah tidak bisa lama-lama di sini, mamah hanya minta ke kamu bawa istri kamu pulang ke rumah. Mamah tidak mau tau dengan cara apa kamu membujuk nya untuk pulang." ucap Bu Linda.


Setelah itu dia pun langsung pergi. Gerwyn duduk melihat Mamah nya pergi. "Bagaimana cara nya aku bisa membawa Sophia pulang? Bahkan ke sekolah nya saja dia meminta security tidak mengijinkan ku masuk." ucap Gerwyn.


Dia memegang kepala nya yang terasa sangat pusing. Namun dia tidak boleh mengabaikan pekerjaan nya dia meminta kopi untuk menenangkan Fikiran nya.


"Permisi pak. Ini kopi yang bapak minta."


Gerwyn mengambil dan mengucap kan terima kasih.


Dia menyeruput kopi nya sedikit. Namun tiba-tiba dia kefikiran istri nya.


"Mas minum Kopi nya dulu." Kata-kata Sophia yang tidak bisa dia lupakan. "Kamu membuat saya hampir gila Sophia." ucap Gerwyn.


Di tempat lain Sophia baru saja keluar dari kelas nya bersama Riki.


"Sophia." panggil Hena. Sophia menoleh ke arah Hena.

__ADS_1


"Kamu baru keluar juga?" ucap Sophia. Hena menganguk.


"Kamu kenapa pucat banget sih Sophia?" tanya Hena.


"Aku sudah mengatakan itu pada nya dari tadi, namun dia bilang mungkin karena tidak memakai riasan." ucap Riki.


Hena menatap wajah Sophia. "Sini Coba aku periksa siapa tau kamu demam." ucap Hena. dia meletakkan tangan nya di dahi Sophia.


"Badan kamu hangat Sophia. sebaiknya kamu periksa ke klinik deh." ucap Hena. "Aku baik-baik saja kok." ucap Hena. "Baik-baik bagaimana? Lihat lah kamu berbicara saja sudah serek." ucap Hena.


"Terimakasih sudah memperdulikan aku, tapi aku baik-baik saja kok. Kalau begitu aku pulang dulu yah." ucap Sophia.


Namun baru saja berjalan dua langkah tiba-tiba dia pusing Riki dan Hena menangkap nya dengan Cepat.


Mereka tidak ada pilihan langsung membawa ke klinik terdekat.


"Kamu tidak perlu khawatir, Sophia pasti baik-baik saja." ucap Riki pada Hena yang menunggu di balik pintu. Sementara Sophia di periksa di dalam.


Tidak beberapa lama dokter keluar. "Bagaimana dokter?" tanya Hena dan Riki.


"Ya Ampun Sophia.." ucap Hena. "Teman nya sudah boleh pulang, salah satu ikut deh saya mengambil resep obat nya." ucap dokter.


"Kamu masuk melihat Sophia, biar aku yang menebus obat nya." ucap Riki. Hena menganguk.


Tidak beberapa lama mereka keluar dari rumah sakit.


"Terimakasih banyak untuk kalian berdua sudah mau mengantar kan aku pulang." ucap Sophia sudah sampai di penginapan nya.


"Kata dokter kamu masuk angin karena telat makan dan kurang tidur. Kamu harus menjaga kesehatan kamu Sophia." ucap Hena.


"Maafin aku sudah membuat kamu khawatir." ucap Sophia.


"Sebaiknya kalau kamu mempunyai masalah cerita Sophia, jangan memendam nya sendirian." ucap Hena.


Sophia terdiam. "Oh iya Riki kamu bisa pulang duluan, aku akan tinggal di sini untuk menjaga Sophia." ucap Hena.


"Tidak apa-apa Hena, aku bisa sendiri kok, aku juga sudah lebih baik sekarang. Kamu pulang dengan Riki aja. Aku tidak mau merepotkan Kalian lebih banyak lagi." ucap Sophia.

__ADS_1


"Aku tidak merasa di repot kan kan sama sekali kok Sophia. Dari dulu kamu selalu berusaha untuk bangkit sendiri, apa-apa sendiri. Sampai akhirnya kamu terkena masalah." ucap Hena.


"Tapi Hena.."


"Sudah tidak ada tapi-tapian! Aku mau tinggal di sini merawat kamu." ucap Hena. Sophia terdiam.


"Humm kalau begitu aku akan menjemput Ano, ini sudah j pulang sekolah dia, kasihan jika dia menunggu lebih lama." ucap Riki.


"Terimakasih banyak yah Riki." ucap Sophia. Riki tersenyum.


Setelah beberapa lama akhirnya Riki sampai di sekolah.


"Ano!" panggil Riki. Ano berlari kepada RIki. "kak Riki di sini? mbak Sophia juga ikut?" tanya Ano. Riki menggeleng kan kepala nya.


"Mbak Sophia sakit, dia baru saja keluar dari klinik." ucap Riki.


"Sophia sakit?" ucap Gerwyn. Ternyata Gerwyn sudah terlebih dahulu sampai di sekolah.


"Iyah Pak. Dia sangat pucat, badan nya juga panas." ucap Riki.


"Saya ikut ke sana." ucap Gerwyn. "Kakak gak boleh ikut melihat mbak Sophia, nanti mbak Sophia marah." ucap Ano.


"Sudah lah pak kalau Sophia tidak mau bertemu dengan Bapak tidak perlu di temui." ucap Bu Ena.


"Tapi keadaan nya sekarang mbak Sophia sakit Ano." ucap Gerwyn. "Tetap tidak boleh kak, aku tidak mau mbak Sophia marah pada ku." ucap Ano.


"Kalau begitu aku pulang dengan kak Riki." ucap Ano. Riki dan Ano pun pergi. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Bagaimana rencana bapak untuk makan siang dengan saya?" tanya Bu Ena.


"Maaf yah Bu, saya mohon tidak perlu berharap kepada saya." ucap Gerwyn langsung meninggalkan dia begitu saja.


"Nyebelin banget sih! Pak Gerwyn selalu saja Cuek kepada ku." ucap Bu Ena. "Apa kamu ingin mendapatkan Pak Gerwyn?" tanya Lisa yang datang ke sekolah itu.


Bu Ena memerhatikan Lisa. Wanita yang tidak asing bagi nya. "Nona Lisa mantan pak Gerwyn kan? apa yang terjadi? Kenapa nona memakai tongkat?" tanya Bu Ena.


"Hanya kecelakaan sedikit saja. Saya mau meminta bantuan kamu." ucap Lisa. "Bantuan apa Nona? Saya tidak mau bergabung dengan orang yang di cintai oleh Pak Gerwyn." ucap Bu Ena.

__ADS_1


__ADS_2