
"Sophia!! Buruan." ucap Gerwyn yang dari tadi menunggu Sophia di ruang tamu.
"Iyah sabar sebentar kenapa sih pak?" ucap Sophia sambil keluar dari kamar nya. Gerwyn menatap Sophia.
"Sangat cantik." batin Gerwyn.
Sophia juga memerhatikan penampilan Gerwyn yang sangat memukau bagi nya.
"Huff kenapa pak Gerwyn ganteng banget sih, bagaimana kalau ada wanita gatal dan mencoba menggoda nya di sana." batin Sophia.
"Kenapa kamu malah Cemberut seperti itu? Ayo segera berangkat." ajak Gerwyn.
"Pakaian bapak tidak ada yang lain kah? Ini sangat tidak cocok berpasangan dengan ku." ucap Sophia.
Gerwyn menatap Sophia.
"Apa maksud kamu mengatakan style saya buruk?"
Sophia mengangguk.
"Ini sudah penampilan yang luar biasa, saya tidak mengerti selera kamu seperti apa." ucap Gerwyn.
"Tukar yang lain saja pak. saya malu jalan sama bapak seperti ini." ucap Sophia.
"Justru saya yang malu Jalan sama kamu! Sudah pendek, kecil, wajah nya seperti anak kecil baju nya kepanjangan." ucap Gerwyn.
Sophia melihat penampilan nya di cermin.
"Gaya gaun nya memang seperti ini, dan aku juga sudah memakai high heels yang cukup tinggi agar tidak terlalu pendek." ucap Sophia mendekati Gerwyn sengaja mengukur dia segimana Gerwyn.
Namun tiba-tiba kaki nya menyenggol kaki nya yang satu nya sehingga dia terjatuh ke pada gerwyn. Mata mereka bertemu untung saja Gerwyn bisa menahan tubuh Sophia.
"Maaf-maaf pak." Sophia langsung membenarkan berdiri nya namun lagi-lagi jatuh dan si tangkap oleh Gerwyn.
"Seperti nya kamu sengaja deh pura-pura jatuh agar bisa di peluk oleh saya." ucap Gerwyn.
Sophia langsung berdiri.."Saya tidak pernah berfikir seperti itu." ucap Sophia.
"Jangan banyak drama lagi, segera lah keluar dan kunci pintu. Karena malam ini kita tidak Akan pulang melainkan akan menginap di hotel dekat sana." ucap Gerwyn.
Sophia melihat Gerwyn yang keluar di tersenyum tipis.
__ADS_1
"Coba kalau berjalan sedikit lebih cepat! Saya menghabiskan waktu hanya menunggu kamu di sini! Saya mempunyai pasangan yang paling lemot dan paling bodoh adalah kamu." ucap Gerwyn Kesal.
"Maaf pak, saya harus berjalan pelan-pelan agar tidak berantakan." ucap Sophia.
"Buruan masuk." Gerwyn membuka kan pintu pada Sophia. Sophia sedikit canggung masuk ke dalam.
Selama di perjalanan Sophia terus memandangi Gerwyn yang menyetir dengan satu tangan terlihat sangat keren di mata Sophia..
Setelah sampai di acara Sophia kaget ternyata di depan sudah tercetak foto Okta dengan pasangan nya.
"Apa! Ini tidak mimpi kan?" tanya Sophia.
"Pak! Ini benar pernikahan kekasih bapak?"
"Lebih tepatnya mantan! Ingat jangan memanggil saya sebutan bapak di depan orang-orang." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk.
Gerwyn berjalan terlebih dahulu namun langsung di ikuti oleh Sophia dan merangkul tangan Gerwyn.
Gerwyn melihat Okta di depan dia semakin mempererat memegang tangan Sophia.
Gerwyn menatap Okta yang menyambut tamu dengan sangat bersukacita di kursi pelaminan dan lengkap juga dengan kedua orang tua nya di sana.
Gerwyn dan Sophia naik ke atas pelaminan yang begitu megah dan sangat besar.
"Anda telah kalah Pak Gerwyn. Sekarang Okta milik saya."
Gerwyn menatap Okta yang juga menatap nya.
"Selama ini aku mengajak kamu untuk serius dengan hubungan kita kamu tidak mau, namun sekarang kamu bertemu dengan orang yang lebih dari aku kamu langsung mau menikahi nya." ucap Gerwyn.
"Aku tidak mencintai kamu Lagi Wyn, maafkan aku selama ini tidak jujur sama kamu." ucap Okta.
Gerwyn yang mendengar itu Seketika menjadi pria paling lemah. Sophia memegang tangan Gerwyn.
"Aku hanya bisa berharap kamu bahagia dengan dia, karena aku ingin orang yang aku cintai bahagia, selama nya aku akan mencintai kamu." ucap Gerwyn.
"Terimakasih atas kedatangan dan doa nya, silahkan menikmati makanan yang ada karena masih banyak Tamu yang mau mengucapkan doa terbaik untuk kamu." ucap pasangan Okta.
Gerwyn langsung turun melepaskan pegangan Sophia.
Sophia mengejarnya.
__ADS_1
"Gerwyn! Gerwyn!" panggil Sophia mengejar Gerwyn. sampai ke belakang acara tepat di kolam berenang Gerwyn berhenti.
"Pak jangan seperti ini, kalau Bapak seperti ini artinya Bapak kalah, bapak bisa membuktikan kalau bapak kuat dan rela dia sama orang lain." ucap Sophia.
"Kamu tidak mengerti apa-apa! Kamu hanya anak kecil yang tidak paham apapun, jangan ikut campur dan berhenti mengikuti saya." Gerwyn terlihat sangat marah.
"Bapak mau kemana? Jangan pergi kita harus menyelesaikan acara nya dulu, bapak adalah Tamu utama di sini," ucap Sophia menahan tangan Gerwyn.
Namun Gerwyn berontak menepis tangan Sophia dan tidak sengaja mendorong Sophia. Sophia hilang keseimbangan sehingga dia terjatuh ke dalam kolam berenang itu.
Gerwyn sama sekali tidak perduli dia keluar, namun setelah tidak mendengar suara apapun dia membalikkan badannya. Dia melihat di kolam besar itu Sophia mencoba untuk meminta tolong namun Gerwyn mengira itu adalah pura-pura mana ada di jaman sekarang yang tidak pandai berenang.
Gerwyn mengabaikan nya dan hendak pergi lagi-lagi dia terkejut mendengar seseorang masuk ke air dan menolong Sophia yang sudah pingsan karena meminum air banyak.
Ternyata itu adalah Bibi dia membawa Sophia keluar dari kolam dengan keadaan pucat.
Gerwyn langsung berlari mendekati kolam.
"Sophia!! Sophia!! Sophia bangun." Gerwyn mencoba menekan dada Sophia agar air yang di minum nya keluar. Namun percuma saja itu tidak ada gunanya.
"Apa yang terjadi?" tanya Hena yang baru saja melihat kejadian itu. Dia melihat Sophia pingsan dia jadi panik.
Sementara Gerwyn langsung mendekat dan meniup mulut Sophia agar sadar.
Semua nya sudah panik Sophia tak kunjung bangun Gerwyn tidak berhenti memberikan pertolongan mendadak. Sampai beberapa kali Gerwyn meniup mulut Sophia akhirnya Sophia bangun dan mengeluarkan Air yang sangat banyak dari hidung mau pun mulut nya.
Semua yang melihat itu merasa lega, namun Sophia Masih sangat lemas Gerwyn mengangkat tubuh Sophia melarikannya ke penginapan terdekat memanggil dokter.
Setelah di periksa Sophia di suruh untuk istirahat. Di tengah malam dia baru bangun. Sophia melihat Gerwyn yang tertidur di kursi sambil tempat tidur.
"Pak!" panggil Sophia. Gerwyn langsung bangun.
"Kamu sudah bangun? Ini sudah tengah malam tidur lah." ucap Gerwyn.
Sophia berusaha untuk bangun.
"Kamu selalu saja merepotkan saya, kamu membuat acara malam ini kacau." ucap Gerwyn.
Sophia terdiam.
"Seharusnya saya tidak mengajak kamu, ini membuat saya malu." ucap Gerwyn.
__ADS_1
"Maaf kan saya pak, saya tidak tau kalau akan seperti ini." ucap Sophia. "Tidak ada gunanya lagi permintaan maaf kamu." ucap Gerwyn.