
"Aku tadi sama pak Gerwyn, tapi dia meninggal kan ku karena aku membuat nya kesal dan aku sekarang sangat lapar." ucap Sophia.
"Ya ampun Gerwyn kenapa sangat jahat tidak berperasaan seperti itu!" ucap Bibi.
Mereka pun akhirnya makan dulu kebetulan Bibi belum makan siang, baru saja selesai makan notif langsung masuk ke handphone nya.
"Apa lagi sih yang dia inginkan." gumam Sophia.
"Ada apa?" tanya Bibi pada Sophia.
"Nih Pak Gerwyn meminta ku menemuinya di apartemen nya." ucap Sophia.
"Ya udah sekalian aku nganterin kamu yah." ucap Bibi.
"Gak apa-apa nih kak?" ucap Sophia.
"Gak apa-apa kok, tapi boleh gak aku dapet nomer telepon kamu?"
"Untuk apa kak?"
"Siapa tau kamu butuh aku, atau aku kangen kamu. Kamu sangat sulit di temukan, giliran ke Club kamu terlalu malam bekerja nya." ucap Bibi.
"Ya udah kalau begitu sini nomor kakak, aku akan mengirimkan pesan pada kakak." ucap Sophia. Dengan senang hati dia langsung membaca kan nomor nya.
Tidak berselang lama Sophia dan Bibi sudah sampai di depan apartemen Gerwyn.
"Kakak gak mau turun dan bertemu pak Gerwyn?" tanya Sophia. Bibi menggeleng kan kepala nya.
"Kalau dia tau aku yang nganterin kamu ke sini di bisa marah besar." ucap Bibi.
Sophia tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu terimakasih banyak yah kak sudah nganterin aku ke sini."
Bibi mengangguk dan tersenyum.
Sophia masuk ke dalam apartemen dia mengetuk pintu.
pintu pun langsung terbuka.
"Dari mana kamu? Kenapa begitu lama?" tatapan dingin Gerwyn membuat Sophia jadi takut.
"Sa-saya baru selesai makan Pak."
"Saya tidak suka pada manusia yang tidak menepati waktu. Kamu telat Dua menit!" ucap Gerwyn.
Sophia tetap diam.
"Sekarang masuk!" ucap Gerwyn bergeser dari depan pintu agar Sophia masuk.
Sophia mengingat hanya ada Gerwyn di apartemen itu.
"Hanya kita berdua saja tidak baik pak." ucap Sophia.
"Masuk!" Gerwyn langsung menarik Sophia dengan kasar dan membanting pintu.
__ADS_1
"Bersihkan semua ruangan yang di sini sampai bersih! Itu adalah hukuman kamu karena telat dan membuat saya menunggu!" ucap Gerwyn.
Sophia melihat Apartemen yang begitu berantakan dan banyak botol minuman keras di sana karena tadi malam Gerwyn mengundang teman-teman nya untuk minum di apartemen nya.
"Tidak ada kata penolakan semua nya harus dikerjakan dan setelah itu cuci pakaian saya yang ada di kamar!" ucap Gerwyn.
"Baik pak." Sophia meletakkan tas nya di atas meja.
"Aku harus mulai dari mana kalau seperti ini." batin Sophia.
Dia pun akhirnya memulai dari ruang tamu membersihkan m Meja.
"Apa yang terjadi di sini sampai berantakan seperti ini."
"Jangan banyak keluhan! kerjakan dengan cepat!" ucap Gerwyn.
Sophia hanya menginyakan.
Dia sudah capek membersihkan lantai namun Gerwyn dengan tidak sengaja atau sengaja menumpahkan Jus jeruk di lantai.
Sophia langsung menatap Gerwyn.
"Kenapa kamu melihat saya seperti itu?!" Sophia lagi-lagi harus Sabar.
Tidak terasa hari sudah jam delapan malam Sophia baru saja selesai menjemur pakaian Gerwyn yang sudah di cuci nya tadi.
Untung saja ada tempat khusus untuk mengeringkan pakaian tidak perlu menunggu sampai matahari datang.
"Huff akhirnya selesai juga!"
"Istirahat sebentar dulu ah, mumpung Pak Gerwyn lagi gak ada," ucap nya sambil duduk di lantai selonjoran bersandar ke sofa.
Gerwyn pergi satu jam lalu entah kemana dia hanya mengatakan dia pergi sebentar pada Sophia.
Tidak beberapa lama Gerwyn kembali dengan Nasi di tangan nya.
Dia melihat Sophia yang ketiduran sambil duduk di samping sofa.
"Baru itu saja dia sudah kelelahan." ucap Gerwyn.
"Bangun dan makan lah." ucap Gerwyn mengetuk Meja. Sophia langsung bangun.
"Baik Pak, saya ketiduran saya minta maaf." ucap Sophia langsung. Gerwyn melihat mata Sophia yang merah karena masih ngantuk.
"Makan! Dan setelah itu kamu pulang." ucap Gerwyn.
Sophia melihat makanan yang ada di atas meja, sebenarnya dia tidak selera lagi namun dia takut jika menolaknya dia pun akhirnya memakan nya walaupun sedikit takut karena Gerwyn duduk di sana juga.
"Ambil ini!" ucap Gerwyn memberi kan uang pada Sophia.
"Untuk apa ini Pak?" tanya Sophia.
"Ini adalah uang pinjaman kamu, saya tau kamu butuh uang untuk beli laptop dan uang kamu kemarin hilang." ucap Gerwyn.
Sophia terdiam.
__ADS_1
"Bagaimana saya bisa membayar uang sebanyak ini pak?"
"Kamu cukup patuh pada saya dan jadi boneka saya!" ucap Gerwyn.
Sophia menghela nafas berat.
"Kalau kamu tidak setuju, saya bisa mengambil uang ini kembali."
"Saya setuju pak, saya sangat butuh laptop." Sophia Langsung mengambil nya.
"Dan jangan coba-coba kabur dari saya karena itu percuma saja! Hidup kamu sudah milik saya!" ucap Gerwyn.
Sophia diam sambil terus melanjutkan makan nya.
"Saya mohon jangan pernah melibatkan siapa pun Keluarga saya di sini." ucap Sophia.
"Saya adalah orang yang menepati janji kalau kamu benar-benar menjaga kepercayaan saya."
Setelah selesai makan Sophia Langsung pergi.
"Saya ijin pulang Pak."
"Jangan lupa temui saya di tempat kerja saya jam satu siang."
"Baik pak." Sophia Langsung pergi begitu saja.
"Huff saya masih mempunyai hati nurani untuk memperdulikan kepentingan kamu, namun Ayah mu sama sekali tidak mempunyai hati nurani." umpat Gerwyn.
Gerwyn melihat apartemen nya kembali bersih, dia sangat tidak suka dengan rumah yang kotor, dia sengaja menyuruh Sophia membersihkan nya walaupun sebenarnya tukang bersih-bersih sudah datang tadi.
Keesokan harinya. Sophia sedang asyik ngobrol-ngobrol bersama temannya membahas soal Magang nanti sehingga dia tidak ingat jam berapa dan ponsel nya dari tadi Berdering.
"Berani-beraninya dia mengabaikan ku! Dasar anak kecil!" umpat Gerwyn. Dia melemparkan handphone nya ke atas meja dengan kasar.
"Awas saja!"
Di sore hari Sophia baru saja pulang membeli laptop nya bersama dengan hena dan adik nya.
Sophia membuka handphone nya dia kaget melihat beberapa panggilan dari Gerwyn.
"Ya ampun sudah jam empat sore, aku sudah janji jam Satu menemui nya." batin Sophia.
"Dek ayo buruan temanin mbak." Sophia membawa Adik nya karena tidak mungkin meninggalkan nya sendiri di rumah.
Tidak beberapa lama sampai di depan apartemen. Gerwyn Belum pulang. cukup lama menunggu akhirnya Gerwyn datang.
Sophia memegang Adik nya sambil melihat ke arah Gerwyn yang terlihat sangat dingin.
"Loh Om itu kan yang mbak idolakan?" ucap Ano, namun Sophia meminta Ano Diam.
"Dari mana kamu?" tanya Gerwyn.
"Saya minta maaf pak, saya lupa kalau saya ada janji."
"Kamu!!!" Seketika dia berhenti marah karena ada Ano.
__ADS_1
Gerwyn menghela nafas panjang.