
Sophia mau mengejar Adit namun tiba-tiba dua pria Bodyguard suruhan orang tua Adit memegang Sophia.
Orang tua Adit datang mendekati Sophia.
"Kamu jangan berusaha mempengaruhi pikiran anak saya! Saya tidak setuju kamu dengan dia, dasar wanita murahan!" ucap ibu Adit.
Sophia sangat terpukul dengan kata-kata ibu Adit, dia pun membiarkan Adit pergi.
Sophia lemas dia menangis sambil jongkok.
Ano mendekati Sophia dan memeluk nya.
Gerwyn melihat Adit pergi merasa lega namun melihat Sophia dia menjadi merasa iba, tidak pernah dia melihat Sophia sampai menangis seperti itu.
"Untuk apa kamu menangisi Pria yang tidak bisa menerima kamu aoa ada nya? Bahkan keluarga nya sangat membenci Kamu." ucap Gerwyn.
Sophia berdiri dia menatap Gerwyn.
"Ini semua karena bapak! Ini karena bapak!" ucap Sophia memukul Dada Gerwyn.
"Bapak sudah menghancurkan semua kebahagiaan ku, tidak ada lagi yang harus aku pertahanan, aku capek." ucap Sophia tambah menangis.
Gerwyn memaksa memeluk Sophia agar tidak memukul nya terus.
"Kamu akan bahagia dengan saya, jangan khawatir kan itu." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Kenapa tuhan tidak adil pada ku, kenapa selalu memberikan cobaan yang begitu berat, apa salah ku?" ucap Sophia.
Gerwyn pun membawa Sophia dan Ano pulang. Sampai di rumah Sophia langsung ke kamar dan mengunci pintu.
Malam ini Gerwyn tidur di kamar Ano.
"Ano!" panggil Gerwyn.
"Iyah kak." jawab Ano melihat Gerwyn yang baru saja masuk ke kamar.
"Kakak malam ini tidur di sini yah." ucap Gerwyn. Ano melihat bantal yang di peluk oleh Gerwyn, dia pun mengangguk.
"Ano lagi main game yah? Kenapa main game Besok kan sekolah, ayo tidur." ajak Gerwyn.
"Enggak kak, aku sedang melihat foto-foto mbak Sophia dengan Kak Adit di Facebook. mbak Sophia pasti sangat Sedih di tinggal jauh sama kak Adit." ucap Ano. Dia belum tau penyebabnya adalah Gerwyn.
Gerwyn melihat foto Sophia dengan Adit dan juga Ano di sebuah pantai mereka seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.
__ADS_1
"Kak Adit sangat baik, itu sebabnya mbak Sophia sangat mencintai Kak Adit." ucap Ano.
"Apa menurut kamu, saya jahat?" tanya Gerwyn, Ano Mengangguk.
"Kakak hanya jahat pada mbak Sophia, kakak selalu memarahi nya, selalu membentak nya, mbak Sophia tidak suka di bentak dan di marahin." ucap Ano.
Gerwyn terdiam.
"Tapi aku tau kakak aslinya baik, kakak hanya khawatir dan peduli pada mbak Sophia." ucap Ano karena tidak sengaja Ano melihat Gerwyn menyelimuti Sophia waktu ketiduran di sofa ruang tamu.
Bahkan tidak jarang juga Gerwyn menyiapkan PR Sophia yang terkadang sangat banyak sampai dia lelah dan ketiduran.
Ano Sadar kalau diam-diam Gerwyn memperdulikan Mbak nya, itu sebabnya dia tidak marah pada Gerwyn.
"Lebih baik kita tidur yah, besok Kamu harus sekolah." ucap Gerwyn, Ano mengangguk. Namun sebelum tidur mereka gosok gigi Bareng dan Gerwyn menyelimuti Ano.
"Jangan marahin mbak Sophia lagi yah kak, dia pasti sangat Sedih di tinggal oleh kak Adit." ucap Ano. Gerwyn membawa Ano ke pelukan nya.
"Maafin kakak yah yang sudah Terus marah, namun kakak janji tidak Akan marah-marah lagi." ucap Gerwyn.
"Kakak janji." ucap Ano sambil mengangkat jari kelingking nya, Gerwyn tersenyum sambil membalas jari Ano.
Tidak beberapa lama Ano tidur.
"Kalau aku sudah memutuskan untuk serius apa kah hubungan ini berjalan lama? Apa kah aku bisa hidup dengan Anak pembunuh Ayah ku sendiri?"
"Tapi aku harus berfikir dewasa yang salah bukan Tiara, tapi ayah nya, aku akan terus mencari dia kemana pun." ucap Gerwyn.
Gerwyn mengingat di waktu pertama kali bertemu dengan Sophia dia sangat jahat, dia menyiksa Sophia tampa ampun.
Namun setelah di nasehati oleh Bibi dia menjadi Sadar, sudah cukup lama dia menahan Sophia namun tidak ada tanda-tanda ayah nya muncul, bahwa Gerwyn sudah tau kehidupan Sophia seperti apa.
Keesokan harinya Gerwyn dan Ano sudah rapi.
"Ano sangat Tampan dengan pakaian putih biru seperti itu." ucap Gerwyn.
"Apa aku sudah setampan kak Gerwyn?" tanya Ano, Gerwyn mengangguk.
"Kalau begitu, kakak sudah siap, kamu juga sudah Rapi ayo kita berangkat." ajak Gerwyn. Mereka pun keluar dari kamar.
Gerwyn melihat pintu kamar nya belum terbuka dia sama sekali tidak berani untuk mengganggu Sophia.
Namun setelah Turun ke bawah dia kaget melihat Sophia sudah menata makanan di atas meja bersama Bibik.
__ADS_1
"Akhirnya kamu turun juga dek, ayo segera sarapan setelah itu baru berangkat ke sekolah." ucap Sophia.
"Mbak Sophia anterin aku yah." ucap Ano, Sophia mengangguk. Gerwyn datang, Sophia melihat wajah Gerwyn setelah itu kembali fokus dengan lauk yang di tangan nya.
Dia memberikan Gerwyn dan Ano sarapan.
"Saya yang Akan mengantarkan Ano ke sekolah nya, lebih baik kamu ikut juga." ucap Gerwyn.
Sophia menoleh ke arah Ano yang sudah menarik tangan nya ke dalam mobil Gerwyn.
Tidak ada lagi pilihan akhirnya dia mau, dia memilih duduk di belakang bersama Ano. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
"Ano kamu belajar yang rajin yah, nanti kalau sudah pulang sekolah mbak jemput kamu." ucap Sophia.
"Oke Mbak." ucap Ano.
Gerwyn melambaikan tangan nya. Namun Ano Malah menyalim bergantian dengan Sophia.
"Aku masuk dulu yah, assalamualaikum." ucap Ano dan masuk ke dalam.
Sophia tersenyum melihat semangat nya Adek nya untuk sekolah.
"Aku akan ke tempat magang naik bis." ucap Sophia. Namun Gerwyn menahan tangan Sophia.
"Saya lewat dari sana juga, masuk lah ke dalam mobil." ucap Gerwyn. Sophia melihat tangan Gerwyn tiba-tiba Gerwyn melepaskan pegangannya.
"Maaf." Sophia pun langsung masuk ke dalam mobil.
Selama perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka berdua. setelah sampai di hotel Sophia turun tidak lupa mengucapkan terimakasih.
Gerwyn melihat Sophia masuk.
"Seperti nya dia sangat terpukul kehilangan kekasih nya." ucap Gerwyn.
"Tapi ini bukan sebuah penyesalan bagi ku, aku tidak akan menyerah, aku yang membuat luka itu, aku yang Akan menyembuhkan nya." ucap Gerwyn.
Gerwyn pun meninggalkan Hotel itu.
Sophia sedang bekerja namun tiba-tiba dia menabrak tamu mereka sehingga semua kertas yang di tangan nya berserak.
"Ya Ampun!! Di mana sih mata kamu? bisa-bisa kamu menabrak saya." ucap perempuan itu marah.
"Maaf-maaf Buk, saya tidak sengaja." ucap Sophia.
__ADS_1