Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Bu Linda kembali ke rumah


__ADS_3

Vano sudah bisa di pindahkan keruangan rawat inap karena sebelumnya ada di ruangan ICU.


"Huff akhirnya kamu bisa pindah Juga dari ruangan yang mengerikan itu." ucap Hena setelah mereka pindah.


"Aku sudah bilang aku tidak mau kamu di sini! Keluar lah dan jangan kembali!" ucap Vano.


"Semakin kamu mengusir ku, aku tidak akan pergi dan semakin betah di sini." ucap Hena.


Di malam hari nya Hena sudah tidur terlebih dahulu. Sementara Vano belum tidur. Dia melihat ponsel nya sudah mati.


Mau mengambil charger namun tidak bisa. Bergerak sedikit saja tidak bisa, dia langsung kesakitan.


Hena melihat Vano seperti nya butuh sesuatu ia langsung bangun. "Kalau butuh bantuan Bilang saja, tidak perlu malu seperti itu." ucap Hena mengambil ponsel Vano dan mengambil charger yang ada di dalam tasnya.


"Baterai nya Habis total. Pantesan saja pacar kamu menelpon Kepada ku menanyakan kabar kekasih nya." ucap Hena.


"Siapa yang kamu maksud?" tanya Vano. "Humm jangan bilang kamu tidak mengakui nya Ketika bersama wanita lain. dari wajah kamu kelihatan sekali wajah Pria yang tidak Setia." ucap Hena.


"Tutup saja mulut mu itu, kamu berbicara seakan kamu tau semua nya." ucap Vano. Hena duduk di pinggir tempat tidur Vano.


"Kamu tidak melihat ini sudah jam berapa? Kenapa belum tidur?" tanya Hena. "Kamu jangan perduli kan saya, perduli kan saja diri kamu sendiri." ucap Vano.


"Justru karena kamu sakit kamu harus di perhatikan. Aku sehat, tidak ada yang harus di khawatir kan lagi." ucap Hena.


Vano menghela nafas panjang. Dia mengabaikan Hena yang bermain ponsel di samping nya.


Tidak beberapa lama Vano sudah tidur. Hena melihat jam delapan malam dia pun langsung tidur di sofa.


"Assalamualaikum." ucap Gerwyn yang baru saja pulang.


"Walaikumsalam mas. Mas kenapa sangat lama Pulang nya?" tanya Sophia menyalim tangan Suami nya. Gerwyn tersenyum dia mencium kening istrinya.


"Saat Vano Masih di rumah sakit. Mungkin saya akan pulang Malam terus." ucap Gerwyn.


"Ooohh gitu yah." ucap Sophia. dia mengambil Jas dan juga membawa sepatu suami nya ke tempat nya.


"Mas sudah makan? Aku tidak masak banyak karena berfikir mas Akan Makan di luar." ucap Sophia. "Sudah kok, tadi Staf saya membeli makanan di kantor, saya tidak bisa menolak nya." ucap Gerwyn.


"Ya udah mas mandi dulu, aku akan membuat Kopi untuk mas." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


"Loh Ano belum tidur?" tanya Gerwyn karena melihat Ano di kamar mereka sedang main ponsel.

__ADS_1


"Besok di libur mas, jadi dia mau tidur dengan kita malam ini." ucap Sophia. "Oohh Gitu yah." ucap Gerwyn. Kelihatan nya Gerwyn sedikit Aneh.


Dia menatap istrinya.


"Boleh kan Kak? aku juga sudah rindu sama kakak dan juga mbak Sophia." ucap Ano.


"Tentu boleh dong, tapi jangan bergadang yah." ucap Gerwyn. Ano mengangguk. Gerwyn pun masuk ke dalam kamar mandi.


Tidak beberapa lama Sophia datang ke kamar membawa kopi untuk suami nya.


"Kamu tidur lah dek, ini sudah jam sembilan." ucap Sophia.


"Aku belum ngantuk mbak " ucap Ano.


"Nanti kalau kak Gerwyn keluar dari kamar mandi kamu bisa kena marah loh." ucap Sophia.


Gerwyn Keluar dari kamar mandi.


"Kak, ayo bermain game sama-sama." ajak Ano langsung.


Gerwyn yang suka main game juga langsung menginyakan.


Gerwyn mengangguk.


Mereka pun Main game sama-sama.


Sophia Membiarkan mereka bermain sampai puas, karena sangat asyik bermain dia tidak sadar kalau Adik ipar nya sudah tidur.


Gerwyn tersenyum. Dia membenarkan tidur Adik nya. Gerwyn hati-hati Berbaring di samping istri nya.


"Apa yang kamu lakukan mas? aku sudah ngantuk sekali, Lagian nanti kalau Ano bangun gimna?" tanya Sophia.


"Dia tidak Akan bangun. Ayo Melakukan nya sekarang." ucap Gerwyn. Sophia Menggeleng kan kepala nya dia langsung tidur.


Gerwyn tidak menyerah dia mengendus leher istri nya sampai dia mau. Namun Sophia tidak perduli.


"Sayang dia sudah sudah bangun, bantu saya untuk menidurkan dia." ucap Gerwyn dengan nafas yang sangat berat.


Sophia Menghela nafas panjang. Suami nya langsung mencium bibir Sophia ketika Sophia berbalik menghadap ke arah nya.


"Jangan melakukan nya sekarang mas, bagaimana kalau Ano bangun?" ucap Sophia sambil mendorong Gerwyn.

__ADS_1


"Saya tidak bisa menahan nya lagi." ucap Gerwyn.


Sophia menoleh ke arah Ano. "Kamu jangan khawatir mengganggu Ano tidur. Saya sudah menyiapkan tempat tidur di bawah." ucap Gerwyn.


Sophia melihat nya dia tersenyum. Akhirnya mereka pun tidur di bawah.


Di pagi hari Sophia tengah menunggu Suaminya turun untuk sarapan pagi.


"Humm Kelihatan nya sangat enak sekali, membuat saya lapar saja, saya sudah kehabisan tenaga tadi malam." ucap Gerwyn.


"Kehabisan tenaga? emang tadi malam kakak ngapain?" tanya Ano. Seketika Sophia tertawa kecil.


"Tuh maka nya kalau ngomong di depan anak kecil di saring-saring dulu." ucap Tasya.


"Maksud kakak tuh, karena tadi malam kakak bermain game yang mengeluarkan keringat" ucap Gerwyn.


"Oohhh, aku ketiduran tadi malam. Kakak tidak membangun kan aku sih." ucap Ano. Gerwyn tersenyum.


"Ya udah Makan dulu, nanti saja lanjut cerita nya." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum.


"Oh iya Sophia. Ibu Sudah memutuskan untuk pulang ke sini lagi. Bagaimana kalau menurut kamu kita pindah ke apartemen?" tanya Gerwyn.


"Loh kenapa mas? Bukan nya mamah melarang hal itu?" tanya Sophia.


"Tidak tau kenapa. Hanya saja saya berfikir Akan baik-baik saja hubungan kita dengan orang tua Ketika rumah tempat tinggal kota terpisah. Kita masih bisa datang ke sini Terus menerus." ucap Gerwyn.


"Tapi aku tidak enak meninggalkan mamah di sini sendirian mas, mas tau sendiri dia sering sakit. Dan kalau tidak ada yang menemani dia bagaimana?" tanya Sophia.


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Bagaimana aku menjelaskan pada Sophia yah? Suatu saat nanti ibu akan perlahan tau. Kalau Sophia tinggal bersama nya, itu akan membuat sakit nya kambuh kembali." batin Gerwyn.


"Aku gak mau pindah kemana pun mas, aku mau di sini saja mengurus mamah. Kasian dia." ucap Sophia. "Ya sudah tidak apa-apa kalau kamu tidak mau." ucap Gerwyn.


Sophia menatap suaminya dengan tatapan bingung.


"Sebenarnya apa Sih yang di pikirkan mas Gerwyn? Kenapa dia tiba-tiba mau pindah ketika mamah nya kembali ke rumah ini?" ucap Sophia.


"Padahal aku tau dia mau menikah karena ingin ada yang menemani mamah nya di sini." batin Sophia. Setelah selesai makan Gerwyn pun pamit untuk berangkat kerja.

__ADS_1


__ADS_2