
"Mamah mau kemana?" tanya Gerwyn.
"Kami mau olahraga, kamu mau ikut sekalian?" tanya Lisa.
"Mamah yakin mau olahraga?" tanya Gerwyn. Bu Linda menganguk.
"Mamah boleh pergi Tapi jangan sampai mamah kecapean yang berlebihan yah." ucap Gerwyn.
Lisa menganguk. "Ya udah kami pergi dulu." ucap Bu Linda, dia pun meninggalkan Gerwyn.
Sophia, Gerwyn dan Ano sudah duduk di ruang makan.
"Mas aku nganterin Ano lagi yah hari ini." ucap Sophia.
"Humm." jawab Gerwyn karena di mulut nya penuh dengan makanan.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Mereka sama-sama berangkat meninggalkan rumah itu namun menggunakan mobil yang berbeda.
Tidak beberapa lama Sophia sampai di sekolah Ano. "Belajar yang giat yah dek." ucap Sophia mengelus kepala Ano dan mencium nya.
"Iyah mbak, makasih yah sudah mau nganterin aku." ucap Ano menyalim Tangan Sophia.
"Sama-sama." ucap Sophia. Ano pun masuk ke dalam kelas nya.
"Tante Sophia." sapa Enjel yang baru saja datang.
"Enjel. Kamu datang sendiri?" tanya Sophia. "Iyah Tante, tadi di anterin supir sih." ucap Enjel.
"Oohhh." ucap Sophia. Enjel tersenyum.
"Biasanya di anterin sama Om Frans, kenapa Sama supir?" tanya Sophia. "Om Frans sangat sibuk Tante." ucap Enjel.
"Ekhem-Ekhem!! Bisa-bisa nya sudah mempunyai suami namun Masih menanyakan pria lain, dasar wanita ganjen." ucap Bu Ena yang mendengar pembicaraan mereka.
"Oohh ya udah kamu masuk gih. Semangat yah belajar nya." ucap Sophia pada Enjel, Enjel menganguk dan ijin masuk ke dalam.
"Setau saya anda adalah ibu guru di sekolah ini, jadi tiruan untuk anak didik ibu, namun ternyata itu hanya gelar saja," ucap Sophia langsung meninggalkan Bu Ena begitu aja.
Bu Ena merasa kesal sampai dia menghentakkan kakinya.
"Ngeselin banget sih, kita lihat saja nanti, aku pasti akan mendapatkan Pak Gerwyn." ucap Bu Ena.
Sophia tidak pulang melainkan bertemu terlebih dahulu dengan teman nya. Kalau pulang pun dia pasti membosankan melihat Lisa yang caper kepada Mertua nya.
Sementara Vano dia menghampiri Tobi yang nungguin dia dari tadi. "Maaf-maaf saya telat." ucap Vano. Tobi menatap wajah Vano.
"Sebelum ke sini seperti nya kamu singgah di tempat kekasih kamu yah?" ucap Tobi. "Ma-maksud kamu apa?" tanya Vano.
__ADS_1
Tobi menunjuk bibir nya. Vano melihat cermin.
Dia melihat ada bekas warna merah di bibir nya seperti lipstik.
"Aaa sial.." ucap nya dia langsung menghapus nya.
Pagi tadi setelah rapi dia langsung meninggalkan apartemen Nya. Dia kekontrakan Hena.
"Tok! Tok!" Assalamualaikum." Ucap Vano.
"Iyah, walaikumsalam." ucap Hena.
Vano melihat Hena sudah rapi.
"Kamu mau kemana sudah rapi?" tanya Vano. "Oohh ini Aku mau ke acara ulang tahun teman ku." ucap Hena.
"Yakin?" ucap Vano. Hena menganguk.
"Apa kamu sudah makan? Aku tadi masak." ucap Hena.
"Saya ingin makan. Tapi bukan makan yang kamu masak melainkan yang memasak nya." ucap Vano.
"Jangan bercanda deh." ucap Hena. "Saya tidak bercanda." ucap Vano langsung mencium bibir Hena. Hena menghentikan Vano.
"Aku tidak Akan mengijinkan kamu keluar dengan pakaian seperti ini." ucap Vano. "Ini pesta ulang tahun, tema nya sudah seperti ini." ucap Hena.
Vano menutup pintu dia langsung mencium bibir Hena dengan ganas. "Baiklah-baiklah aku akan mengganti nya." ucap Hena.
Vano tersenyum. Hena menukar nya dengan dress yang cukup tertutup.
"Sudah di ganti, sekarang penampilan ku akan jauh berbeda dengan Teman ku." ucap Hena cemberut.
"Ini sangat cantik." ucap Vano memandangi penampilan Hena yang sangat anggun.
"Kaki kamu sangat indah dengan sepatu itu." ucap Vano.
"Humm kamu gak jadi makan?" tanya Hena. Vano menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak ingin memakan itu karena saya sudah kenyang." ucap Vano. "Jangan berfikir yang aneh-aneh, aku mau berangkat sekarang, kamu juga harus berangkat bekerja." ucap Hena.
"Kamu berangkat dengan saya." ucap Vano. Hena menganguk.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. "Kamu tenang saja acara nya di rumah kok bukan di bar." ucap Hena.
"Kabarin aku kalau kamu sudah pulang." ucap Vano mencium singkat bibir Hena. Hena menganguk.
" "
__ADS_1
"Sudah tidak perlu malu, itu adalah hal biasa." ucap Tobi pada Vano yang berusaha terus menghapus lipstik dari bibir nya.
"Hanya sedikit saja." ucap Vano sambil tersenyum.
"Jadi yang saya bilang itu benar? Kamu sudah memiliki pasangan sekarang?" tanya Tobi.
Vano terdiam sejenak. "Saya sangat kaget kalau kamu mempunyai kekasih, wanita seperti apa sih yang bisa menaklukkan hati kamu." ucap Tobi.
"Ah kamu bisa saja, semua orang Akan menemukan pasangan nya masing-masing." ucap Vano.
"Aku yakin sih selera kamu sama seperti pak Gerwyn karena karakter kalian sangat sama." ucap Tobi.
Vano tersenyum.
"lupakan saja, apa misi kita hari ini?" tanya Vano.
"Hari ini kita akan menyamar menjadi tukang perabot demi bisa masuk ke kawasan Pak Putra." ucap Tobi.
"Apa Pak Gerwyn sudah tau?" tanya Vano.
"Dia sudah tau." ucap Vano.
Mereka pun melangsungkan misi nya. Vano dan Tobi sudah masuk ke sana. Namun mereka tidak bertemu dengan Pak putra.
"Permisi Tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya pengawal yang berjaga di luar. "Kami mau mengantarkan perabot pesanan pak putra." ucap Tobi.
"Baik, mari saya antar ke dalam." ucap pengawal. Mereka pun masuk ke dalam tanpa di curigai.
Setelah semua perabot di turunkan dari gerobak itu mereka pun keluar.
"Ada yang penting lagi tuan?" tanya Pengawal.
"Kemana pak Putra? kenapa dia tidak ada di sani?" tanya Tobi basa-basi.
"Oohh pa Putra sedang bekerja di luar negeri." ucap Pengawal. "kapan dia akan kembali? kami ingin menawarkan banyak produk kami yang bagus." ucap Tobi lagi.
"Dia jarang di sini, bahkan pak putra tidak pernah di sini." ucap pengawal itu. "Oohh begitu yah," ucap Tobi.
"Kalau begitu Tuan bisa keluar." ucap pengawal.
"Saya boleh menumpang ke kamar mandi? saya tiba-tiba ingin mengeluarkan isi perut saya." ucap Vano. "Mari ikut saya." ucap pengawal.
"Saya bisa sendiri Pak, arahkan saja, saya tidak mau merepotkan bapak." ucap Vano.
Pengawal mengarah kan Jalan nya, Vano langsung masuk ke dalam. Setelah berhasil masuk ie dalam rumah itu. Vano menyelinap masuk ke dalam ruangan yang menurutnya sangat di jaga sekali.
Kebetulan penjaga tidak di sana, dengan mudah dia bisa masuk ke dalam. Dia melihat ruangan itu penuh misteri namun terlihat tidak ada yang janggal sama sekali. Dia keluar dari sana dan melihat di samping ruangan itu ada tangga ke atas.
__ADS_1