Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 267


__ADS_3

Sophia menangis di pelukan suaminya. "Aku tidak tau kenapa aku berfikir kalau kamu dalam musibah, kamu dalam bahaya yang tidak mungkin kembali. Aku sangat takut." ucap Sophia.


"Sekarang saya sudah di sini, kamu tidak perlu takut dan jangan nangis lagi." ucap Gerwyn menghapus air mata istri nya sambil tersenyum.


"Jaga sedih, maaf kan saya sudah membuat kamu sangat khawatir sampai seperti ini." ucap Gerwyn mencium kening istrinya memeluk nya begitu erat sekali.


Gerwyn berusaha untuk menenangkan istri nya terlebih dahulu agar tidak terlalu panik. Setelah istrinya tenang Gerwyn menjelaskan kalau dia bekerja.


Istri nya mulai paham. Dia tidak ingin jauh-jauh dari suami nya. Gerwyn paham dan dia tidak pergi jauh dari istri nya.


Sementara di tempat lain Lisa berteriak meminta pertolongan karena dia di ikat begitu kuat sekali.


"Bagaimana kalau kepolisian benar-benar datang ke sini? habis lah aku." ucap Lisa. "Lihat saja pembalasan ku Gerwyn!" ucap Lisa.


Sudah sangat lelah berusaha untuk membuka ikatan namun tetap saja tidak bisa, bahkan tangan nya sudah sangat sakit.


Tiba-tiba Pak putra datang.


"Apa yang terjadi Lisa?" tanya Pak putra. "Lepasin aku dulu Om." ucap Lisa dengan kesal. Pak Putra langsung membuka nya.


"Ini semua karena ide buruk Om yang sangat menjengkel kan itu, aku menjadi korban. Dan mereka akan melaporkan ini kepolisian." ucap Lisa.


"Apa Gerwyn melarikan diri?" tanya Pak Putra.


"Bibi datang menyelamatkan Dia. Dan seperti nya mereka sudah curiga dengan kita." ucap Lisa.


"Sebaiknya kita segera keluar dari sini." ucap pak Putra. Lisa mengenakan pakaian yang lengkap segera keluar dari sana.


"Kita tidak bisa membiarkan Gerwyn berhasil masuk ke area kita dan mengetahui rencana dan tempat tinggal kita. Ini tidak boleh terjadi!" ucap Pak Putra.


"Lalu apa rencana Om selanjutnya?" tanya Lisa.


"Kita seperti nya harus mencoba ide ini." ucap Pak Putra berbisik ke telinga Lisa.


"Tidak mungkin Om. Ini sangat berbahaya." ucap Lisa. "Tidak ada jalan lain karena Gerwyn pasti akan mengejar kita Kemana pun!" ucap Pak Putra.


"Aku harus bagaimana? Aku tidak mungkin menunjukkan diri lagi di depan nya." ucap Lisa. Pak Putra hanya tertawa saja.


Keesokan harinya Sophia bangun lebih awal karena mual. Dia menahan Suara nya agar tidak kedengaran oleh orang lain.

__ADS_1


Setelah lebih baik dia keluar. Dia tersenyum melihat suaminya. Sophia duduk di samping Gerwyn.


"Aku tidak tau apa yang terus aku khawatir Mas, tapi aku akan selalu berdoa kamu baik-baik saja." ucap Sophia.


Dia melihat pergelangan tangan Gerwyn lecet dan juga biru.


"Loh tangan mas Gerwyn kenapa?" ucap Sophia sambil melihat lebih jelas.


"Apa ini bekas ikatan? ah tidak mungkin." Sophia menepis pikiran nya. Tiba-tiba Gerwyn bangun.


"Tangan kamu kenapa mas? Ini luka dan juga sudah lebam." ucap Sophia.


Gerwyn yang belum mengumpulkan semua nyawanya hanya bisa terpelongo diam.


"Jawab mas! jangan membuat aku khawatir, jawab ini karena apa!" ucap Sophia.


"Ini hanya karena memakai jam terlalu sempit." ucap Gerwyn.


"Masa iya dua-duanya mas? Kamu jangan membohongi aku, mana mungkin kamu memakai jam yang ukuran kecil." ucap Sophia.


"Ini sudah lama, kamu tidak perlu membahas ini." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang.


"Saya tidak menyembunyikan apapun, kamu hanya berfikir terlalu jauh karena lagi hamil." ucap Gerwyn. Sophia diam.


"Sudah sayang tidak perlu terlalu di pikirkan, saya baik-baik saja." ucap Gerwyn.


"Aku sangat mencintai kamu, aku tidak kehilangan mas." ucap Sophia. "Saya akan selalu ada di sini untuk kamu. Paling keluar untuk bekerja, agar anak dan istri ku makan." ucap Gerwyn sambil mencubit pipi istri nya.


"Aku serius mas, jangan bercanda seperti ini." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum. "Kamu sedang hamil. Kamu tidak boleh terlalu memikirkan hal yang tidak penting." ucap Gerwyn.


"Ah mas sangat menyebalkan sekali! Terserah mas saja, aku tidak perduli lagi. Mas jujur atau tidak aku tidak perduli." ucap Sophia langsung turun dari kasur.


"Sophia.. Kamu mau kemana?" tanya Gerwyn.


"Mas tidak perlu tau. Tidak penting." ucap Sophia.


"Sophia jangan ngambek seperti ini dong." ucap Gerwyn, Sophia turun perduli. "Sophia..." panggil Gerwyn. Sophia langsung pergi.


"Bagaimana aku bisa menjelaskan ini pada kamu, sementara hal seperti ini saja sudah membuat kamu kesal. Aku tidak ingin membuat kamu kefikiran sampai membahayakan kandungan kamu." ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Sophia kamu baru saja bangun?" ucap Bu Linda. Sophia menganguk.


"Iyahh Mah. Tadi malam aku tidak bisa tidur karena menunggu mas Gerwyn." ucap Sophia. Bu Linda tersenyum.


"Ibu juga tidak bisa tenang. Ibu mempunyai firasat yang buruk. Eh ternyata Gerwyn hanya bekerja." ucap Bu Linda.


"Aku tidak percaya tidak terjadi apa-apa mah." ucap Sophia.


"Saya sudah bilang kamu tidak boleh mengkhawatirkan saya berlebihan." ucap Gerwyn.


"Aku tidak mau berbicara dengan kamu!" ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang. "Sudah nak tidak perlu membahas itu lagi, nanti malah ribut." ucap Bu Linda.


"Hari ini aku tidak mengijinkan mas pergi bekerja!" ucap Sophia. "Saya memiliki meeting berkumpul dengan semua karyawan saya." ucap Gerwyn.


Sophia menatap suaminya.


"Bisa gak sih mas satu hari saja gak membahas kerjaan? Aku ingin mas di rumah saja, lagian ini sudah hari Sabtu." ucap Sophia.


"Lebih baik kamu mendengar kan istri kamu nak, lihat wajah kamu terlihat sangat lelah sekali. Ayo kembali istirahat di kamar." ucap Bu Linda.


"Baiklah kalau begitu." ucap Gerwyn. Bu Linda tersenyum.


"Mamah ke dapur dulu. Kamu urus suami kamu saja." ucap Bu Linda pada Sophia.


"Aku bantuin Mamah masak yah." ucap Sophia.


"Tidak perlu. Mamah sudah di bantuin oleh Bibik. Kapan lagi Mamah bisa masak sendiri. Mamah juga ingin pandai masak seperti menantu Mamah." ucap Bu Linda.


Sophia tersenyum. Bu Linda masuk ke dapur meninggalkan mereka. Sophia menatap suaminya.


"Sa-saya akan kembali ke kamar." ucap Gerwyn, dia sangat takut dengan tatapan istri nya.


Gerwyn meninggalkan Sophia di bawah. "Ternyata ada yah pria yang sangat keras kepala seperti dia." ucap Sophia.


"Saya mendengar nya." ucap Gerwyn yang Masih di tangga.


"Aku tidak membicarakan kamu." ucap Sophia. Gerwyn hanya bisa tersenyum. "Setelah selesai membangun kan Ano, datang ke kamar yah." ucap Gerwyn. Sophia hanya diam sementara Gerwyn sudah tersenyum menggoda dan tidak lupa mengedipkan mata nya.


Sophia yang melihat itu langsung mengalihkan pandangannya, dia berjalan ke arah kamar Ano sambil senyum-senyum.

__ADS_1


__ADS_2