Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 271


__ADS_3

"Sophia aku sangat merindukan kamu, aku kembali." ucap Adit pada Sophia. Namun Gerwyn tiba-tiba berdiri di depan Sophia.


"Pergi dari rumah saya!" ucap Gerwyn.


"Bapak jangan ikut campur! Jangan menghalangi saya dengan Sophia." ucap Adit.


"Saya harus ikut campur karena Sophia adalah istri saya, dia sedang mengandung anak saya!" ucap Gerwyn, kata-kata Gerwyn Membuat seluruh tubuh Adit lemas.


Adit menatap wajah Sophia.


"Yang dia bilang tidak benar kan Sophia?" tanya Adit. Sophia terdiam sejenak.


"Tidak mungkin saya berbohong, sebaiknya kamu pergi dari sini!" ucap Gerwyn mengusir Adit.


"Ijinkan saya berbicara dengan Sophia sebentar." ucap Adit.


"Tidak bisa!" ucap Gerwyn lagi.


"Mas biarkan saja!" ucap Sophia.


Gerwyn tetap tidak Mau.


"Apa yang perlu di bicarakan lagi Adit? Aku rasa semua nya sudah jelas bukan?" ucap Sophia.


"Sophia aku kembali hanya untuk menemui kamu." ucap Adit. "Pergi kamu dari sini!" ucap Gerwyn mendorong Adit namun tiba-tiba Sophia menahan Gerwyn.


"Sudah mas, sudah jangan seperti ini, aku akan berbicara dengan nya." ucap Sophia. "Kamu yakin?" tanya Gerwyn. Sophia menganguk.


Dia meminta Gerwyn dan Ano masuk ke dalam. Sementara Bu Linda hanya bisa diam di dalam tidak paham apa yang sedang mereka perdebat kan.


"Ada apa Gerwyn?" tanya Bu Linda. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya dia merasa kesal sampai mengabaikan Ibu y.


"Sophia aku sangat merindukan kamu." ucap Adit mau memeluk Sophia namun tiba-tiba terhenti karena mengingat Sophia sudah mempunyai suami.


"Aku minta maaf karena aku meninggalkan kamu beberapa bulan yang lalu." ucap Adit.


Sophia tersenyum. "Tidak ada yang perlu di bahas lagi, aku sudah melupakan nya. Dan sekarang tidak ada guna kamu kembali." ucap Sophia.

__ADS_1


"Kenapa kamu berbicara seperti itu Sophia? Aku tau kamu Masih mencintai aku kan? Aku juga sangat mencintai kamu." ucap Adit.


"Maafin aku Dit, aku tidak bisa menepati janji ku. Maafin aku." ucap Sophia.


"Apa benar kamu sudah menikah dan mengandung? Bagaimana dengan sekolah kamu? Aku tidak percaya ini." ucap Adit.


"Aku sudah menikah, tidak mungkin aku berbohong." ucap Sophia. Adit terdiam.


"Kamu yang meninggal kan aku. Aku rasa hubungan kita sudah selesai, aku juga tidak mungkin mengharap kan kamu, karena orang tua kamu tidak suka pada wanita miskin seperti ku." ucap Sophia.


Adit diam, hati nya sangat hancur. "Terimakasih atas semua kebaikan yang sudah kamu berikan kepada aku dengan Ano. Aku tidak akan bisa melupakan itu." ucap Sophia.


"Seperti ini kah balasan kamu kepada ku? Seperti ini kebaikan yang selama ini aku berikan kepada kamu?" ucap Adit.


"Aku minta maaf." ucap Sophia dan langsung masuk begitu saja. Adit Menghela nafas panjang.


Dia memegang kepala nya yang terasa berat sekali.


"Apa ini Sophia? Aku sudah berhasil mendapatkan restu dari orang tua ku, namun kenapa kamu memilih jalan yang lain." ucap Adit.


"Kak Adit yang sabar yah." ucap Ano tiba-tiba datang mengelus punggung Adit. Adit menatap wajah Ano.


"Aku tau kalau kakak sangat mencintai mbak Sophia dan juga aku, namun mbak Sophia juga berhak menentukan pilihan nya." ucap Ano.


Adit tiba-tiba memeluk Ano. "Kakak hanya merasa gagal Ano, kakak sudah berjanji akan selalu ada di saat mbak Sophia butuh namun kenyataannya kakak yang harus pergi meninggalkan dia." ucap Adit.


"Kakak tidak salah. Justru aku dengan mbak Sophia sangat beruntung bisa bertemu dengan orang yang sebaik kakak." ucap Ano.


"Kamu tidak marah kan Sama kakak?" tanya Adit. Ano Menggeleng kan kepala nya. "Mana bisa aku marah pada orang yang selalu sayang sama aku, di saat aku tidak makan kakak datang membawa kan makanan dan juga jajan. Kakak selalu ada di samping kami." ucap Ano.


Ano tidak akan melupakan kebaikan Adit. Walaupun tidak mewah namun Adit memberikan Apa yang di butuhkan oleh mereka.


"Kakak tidak bisa lama-lama di sini, kakak pamit dulu yah." ucap Adit.


"Kenapa begitu cepat kak? Aku Masih merindukan kakak." ucap Ano.


"Bagaimana Besok kita jalan-jalan setelah pulang sekolah? Kakak ingin pulang istirahat. karena kakak juga baru sampai." ucap Adit.

__ADS_1


"Oohh gitu Yah kak, ya udah deh. Sampai jumpa Besok." ucap Ano pada Adit.


Adit menoleh ke dalam berharap masih bisa melihat Sophia namun tidak ada. Dia pulang dengan perasaan yang sangat Sedih sekali.


Dia tidak pulang ke penginapan nya melainkan ke tempat yang sering dia kunjungi bersama Sophia waktu pacaran.


Taman kota. Sederhana namun sangat mempunyai banyak kenangan antara dia dengan Sophia.


"Sophia.. Apa kamu Masih pernah ke sini? Apa kamu Masih pernah berkunjung ke tempat yang selalu membuat kamu tertawa?" ucap Adit.


Dia mengingat tawa Sophia saat bersama nya. "Humm tapi sekarang aku yakin kalau kamu sudah pergi ke tempat yang dulu kamu ingin kunjungi namun tidak kesampaian karena tidak mempunyai uang." ucap Adit.


Dia memesan Jus mangga kesukaan Sophia. "Aku menyelesaikan kuliah ku lebih cepat agar bisa bertemu dan bersama dengan kamu, namun nyatanya harapan ku sudah hilang." ucap Adit.


Air mata yang keluar dari kelopak mata nya sudah kering di hembus angin yang begitu kencang.


Di rumah Gerwyn masuk ke dalam kamar. "Sophia Makan siang dulu." ucap Gerwyn. Sophia bangun dia menatap Suaminya.


"Aku tidak berselera untuk Makan mas." ucap Sophia. "Oohh ya udah kalau begitu nih minum Dulu." ucap Gerwyn.


Di lantai bawah. "Siapa Pria tadi Ano?" tanya Bu Linda. "Oohh itu teman nya mbak Sophia Bu. Emangnya ibu gak denger pembicaraan mereka tadi?" tanya Ano.


"Ibu baru saja keluar kamar sudah melihat Kak Gerwyn marah-marah. Ibu gak berani ikut campur." ucap Bu Linda.


"Bagus deh kalau Ibu tidak mendengar nya." batin Ano.


"Ya udah deh Bu, aku mau tukar baju dulu yah." ucap Ano.


"Iyah, jangan lupa Makan siang dulu baru tidur." ucap Bu Linda.


"Aku sudah kenyang Bu, tadi sama kak Adit di ajak Makan.,x ucap Ano. "Oohh ya udah. Ibu juga sudah ngantuk mau tidur." ucap Bu Linda. Mereka sama-sama masuk Ke dalam kamar masing-masing.


Adit selesai dari taman Langsung ke Cafe tempat sebelum nya dia bekerja. Sesampai nya dia di sana dia di sambut begitu baik dan juga Masih banyak teman-teman nya di sana.


"Akhirnya loe pulang juga. Apa loe sudah bertemu dengan Sophia?" tanya teman nya. Adit hanya tersenyum. "Kalau tidak salah beberapa bulan lalu dia sempat ke sini, namun hanya sebentar saja membeli minus dan langsung pergi." ucap teman nya.


Kebetulan pada saat itu Sophia di ajak teman nya kesana.

__ADS_1


__ADS_2