Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Apakah itu tanda cinta?


__ADS_3

Di rumah Enjel...


"Haii Putri papah." dia sedang melakukan panggilan Video dengan Papah nya yang sedang ada di luar kota.


"Haii juga Pah." jawab Enjel.


"Enjel sedang apa? Kenapa Masia memakai baju sekolah?" tanya Papah nya. "Aku baru saja pulang Pah." ucap Enjel.


"Oohh bagaimana tadi sekolah nya?" tanya Papah nya lagi.


"Masih seperti biasa Pah, sekolah itu terlalu banyak anak laki-laki yang nakal, apalagi yang ada di kelas ku, dia sangat jahil." ucap Enjel.


Di mengadu pada papah nya apa yang di lakukan Ano pada nya, namun Papah nya hanya tersenyum saja.


Tidak beberapa lama akhirnya Sophia dengan Ano sampai di rumah. "Mbak, kak Gerwyn kapan pulang nya?" tanya Ano.


"Dia baru saja pergi pagi tadi, dan Sekarang baru jam dua siang." ucap Sophia. Ano memasang wajah lesu.


"Ya udah deh mbak, aku mau ke kamar dulu, aku sangat lelah, lagian sangat banyak tugas." ucap Ano. Sophia pun mengangguk.


Keesokan harinya.


"Permisi mbak, Mbak lagi cari Siapa yah?" tanya Karyawan pada Hena yang baru saja datang ke perusahaan Gerwyn.


"Saya mau mencari Yang benar Vano.'" ucap Hena.


"Pak Vano sedang di ruangan nya Mbak, dia sangat sibuk bagaimana kalau sudah jam istirahat saja ketemu nya."


"Saya mau sekarang, antar kan saya ke ruangan nya!" ucap Hena.


"Maaf buk, kami tidak bisa."


Namun Hena memaksa untuk masuk, akhirnya di perbolehkan masuk ke dalam.


"Permisi pak, maaf saya mengganggu bapak, namun ada seseorang yang mau bertemu dengan bapak."


Vani melihat Hena masuk.


."Baik lah, kamu boleh keluar." ucap Vano. Staf itu pun pergi keluar dari ruangan tersebut meninggal Mereka berdua.


"Ada apa kamu ke sini?" tanya Vano.

__ADS_1


"Apa maksud kamu menceritakan semua nya pada Sophia?" tanya Hena. "Saya tidak mengerti." ucap Vano.


"Jangan pura-pura tidak tau, kamu sengaja Bilang pada Sophia kalau aku adalah simpanan papah kamu, dan akhirnya dia marah pada ku dan membenci ku kan?" ucap Hena.


Vano berdiri dia menatap Hena. "Saya tidak bermaksud seperti itu, justru saya melakukan itu agar dia bisa menegur wanita seperti kamu!" ucap Vano, Hena tidak terima dia lanjut marah-marah.


"Kamu adalah perempuan, ibu saya juga perempuan, bagaimana rasanya kalau mengetahui suami kamu memiliki selingkuhan di saat keadaan nya tidak baik. Apa kamu tidak sakit hati?" ucap Vano.


"Saya tidak tau bagaimana kisah keluarga kamu, namun saya mohon tinggalkan papah saya, tinggalkan dia, saya akan memberikan uang berapa pun yang kamu mau. Saya tidak bisa melihat ibu saya di hianati seperti itu." ucap Vano.


"Aku tidak mau, aku juga tidak mau uang kamu. Aku tidak pernah melarang Papah kamu untuk dengan istri nya namun dia tetap memilih aku bukan ibu kamu yang cacat." ucap Hena.


Vano sangat tersinggung gara-gara kata Hena.


"Kamu jangan berani menghina orang tua saya!" ucap Vano meninggikan suara nya sehingga hena terdiam langsung.


"Saya sama sekali tidak pernah mengusik hidup kamu," ucap Vano.


"Kenyataan nya seperti itu bukan? papah kamu merasa senang saat bersama ku." ucap Hena.


"Berikan no rekening kamu! Aku akan memberikan uang yang kamu minta, asal pergi jauh-jauh dari keluarga ku." ucap Vano.


"Aaarggghh!! Keluar kamu dari sini." ucap Vano dia pun segera keluar dari sana.


Jama Empat sore Sophia baru saja pulang dari hotel tempat Nya bekerja dia memeriksa ponsel nya.


"Kenapa dia belum mengabari aku yah?" batin Sophia melihat ponsel nya tidak ada masuk notifikasi dari suami nya.


Tiba-tiba dia mengingat di saat Gerwyn meminta di telpon, akhirnya Sophia menelpon. Baru saja berdering sudah langsung di Jawab.


"Halo Mas Gerwyn." ucap Sophia.


"Halo. Ini bukan Gerwyn. Maaf kalau boleh tau ini Siapa yah?" tanya wanita yang menjawab telepon Hena.


"Sa-saya teman nya. Mas Gerwyn nya di Mana?" tanya Hena.


"Dia sedang tidur, mungkin kelelahan, nanti saya akan memberi tahu kalau mbak nelpon." ucap wanita itu.


"Siapa itu sayang?" suara serak Gerwyn kedengaran. Namun handphone langsung mati. Sophia terdiam, dia sangat mendengar jelas.


"Sayang? Dia sedang bersama wanita yang di panggil sayang." ucap Shopia, wajah nya sangat merah sekarang.

__ADS_1


Di malam hari nya Dia dah Ano sedang asyik menggambar dimeja belajar Ano.


Tiba-tiba ponsel nya berdering, Sophia melihat dari suami nya dia tidak menjawab.


"Itu kak Gerwyn mbak, kenapa mbak tidak menjawab nya?" ucap Ano. Sophia hanya menggeleng kan kepala nya.


Tidak beberapa lama bunyi lagi, namun mengunakan panggilan Video, Ano langsung menjawab nya.


"Halo Kak, kakak apa kabar?" tanya Ano.


"Halo Ano, mbak Sophia mana? Kok kamu yang jawab telpon nya?" tanya Gerwyn.


"Mbak Sophia sedang duduk di Samping ku, dia tidak mau menjawab telpon dari kakak, seperti nya dia sedang marah." ucap Ano.


"Loh marah kenapa?" tanya Gerwyn.


"Gak tau Kak." Ucap Ano. "Sophia kamu kenapa? Pesan saya juga tidak kamu balas." ucap Gerwyn.


"Jangan menghubungi ku lagi. Lebih baik mas bersenang-senang dengan wanita yang sedang bersama mas sekarang." ucap Sophia.


Gerwyn kebingungan.


"Apa? Kak Gerwyn bersama wanita lain? Kak Gerwyn sudah punya istri tidak baik seperti itu." ucap Ano.


"Jangan ngomong aneh-aneh Sophia, Ani mendengar nya, wanita mana yang kamu maksud?" ucap Gerwyn.


Sophia tidak menjawab lagi. Tidak beberapa panggilan pun mati.


"Humm seperti nya Mbak cemburu yah sama Kak Gerwyn bersama perempuan lain? Hayo Mbak Sophia cemburu." ucap Ano.


"Mana mungkin mbak cemburu sama kak Gerwyn," ucap Sophia.


"Terus apa dong namanya? Mbak saja tidak mau berbicara dengan kak Gerwyn." ucap Ano.


"Kamu masih kecil tidak tau hal yang seperti itu, lebih baik kamu selesai kan menggambar, mbak mau rapikan kamar dulu. Mbak juga sudah ngatuk., ucap Sophia meninggalkan Ano.


"Humm ternyata mbak Sophia punya gengsi juga yah. Aku yakin sih mbak Sophia sudah suka pada Kak Gerwyn, karena tidak mungkin menyukai kak Adit lagi, kak Adit sudah meninggal mbak Sophia, walaupun mbak Sophia tidak cerita apa-apa namun aku sudah tau apa yang terjadi." batin Ano.


Sophia duduk di sofa di kamar.


"Apa iya aku menyukai mas Gerwyn? Ah tidak mungkin aku tidak mungkin menyukai pria seperti itu.'' ucap Sophia, dia pun menepis pikiran nya dan membersihkan kamar.

__ADS_1


__ADS_2