Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Pembahasan dengan mertua


__ADS_3

"Iyah mbak, sebentar lagi, game ku belum menang." ucap Ano. "Dengar kata mbak Sophia No, Nanti kalau gak denger ponsel nya di ambil mau?" ucap Gerwyn. Ano pun akhirnya mau mandi.


Sophia Menghela nafas panjang.


"Lihat lah mas. Baru satu hari saja sudah seperti ini, Ano bukan tipe anak yang pelawan namun semua anak sama saja ketika sudah bermain ponsel sudah lupa Segalanya." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum dia mengelus kepala istri nya.


"Sudah lah namanya juga anak kecil, kapan lagi dia bisa seperti ini." ucap Gerwyn.


"Ekhem-Ekhem!! Di rumah ini bukan hanya berdua saja, Masih ada orang lain." ucap Enjel dengan iseng. Gerwyn menatap tajam Enjel, Enjel langsung berlari ke atas.


Sophia tersenyum melihat wajah suaminya yang pertama kali menatap Enjel dengan tatapan seperti itu.


"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya. Gerwyn tiba-tiba mencium pipi Sophia.


Sophia terkejut Gerwyn tersenyum.


Di dalam kamar Sophia baru saja selesai mandi namun Gerwyn sudah menarik nya tiba-tiba ke kasur.


"Mas mau ngapain?" tanya Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Yang tadi malam saja belum sembuh Mas." ucap Sophia.


"Nanti juga sembuh sendiri, apa kamu belum meminum obat yang di bawa oleh Vano?" tanya Gerwyn. "Sudah, tapi tidak mungkin sebegitu cepat reaksi obat nya." ucap Sophia.


"Tapi saya sudah ...." ucap Gerwyn sambil melihat ke bawah nya. Sophia juga ikut melihat nya ke bawah. Sophia tiba-tiba menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"Huff mas selalu saja menggoda ku." ucap Sophia.


Gerwyn semakin membuat Sophia panik dengan tingkah Aneh nya, Sophia yang belum terbiasa tentu nya dia sangat malu.


Namun tiba-tiba dia langsung beranjak dari tempat tidur meninggalkan Suami nya yang hampir saja menerkam nya.


Dia mau keluar namun ternyata Pintu sudah di kunci oleh Gerwyn. Gerwyn tersenyum. "Mana kunci nya mas?" ucap Sophia.

__ADS_1


"Di sini! Ambil saja kalau kamu mau " ucap Gerwyn menunjuk saku celana tidur nya.


Gerwyn mendekati Sophia mencium bibir nya, Sophia juga tidak ada pilihan lain dia membalas Ciuman Gerwyn. Sophia di naik kan ke Atas meja oleh Gerwyn. Sehingga semua barang-barang yang ada di atas meja jatuh namun mereka berdua tidak perduli.


Sehingga terjadi lah pertempuran yang begitu hebat malam itu.


Keesokan harinya Suami dan juga Adik nya sudah berangkat ke tujuan masing-masing tinggal lah Sophia sendiri.


Sophia menyusul Mertua nya di balkon kamar buk Linda karena buk Linda meminta nya ke sana.


"Permisi mah, Mamah manggil aku tadi?" tanya Sophia.


"Iyahh, temanin Mamah Duduk di sini." ucap Buk Linda.


Sophia duduk di samping buk Linda.


"Bagaimana hubungan kamu dengan Gerwyn sekarang nak?" tanya buk Linda. "Seperti yang mamah lihat, jauh lebih baik dari sebelumnya." ucap Sophia. Buk Linda tersenyum.


"Sebelum nya aku minta maaf soal aku berbohong tentang siapa aku sebenarnya buk, aku minta maaf." ucap Sophia.


"Mamah Sekarang harus mengerti posisi kamu juga, jadi mamah ingin kamu setelah lulus SMA saja baru hamil, untuk sekarang lebih baik kamu fokus belajar untuk ujian nanti." ucap Buk Linda.


"Iyah amah." ucap Sophia.


"Kalau Gerwyn sering memaksa kamu langsung ditinggalkan saja, kamu yang Akan malu kalau hamil waktu masih sekolah." ucap Buk Linda.


"Huff Mamah tidak tau saja Anak Mamah seperti apa. Dia tidak manusia lagi kalau sudah nafsu." batin Sophia.


Mereka bercerita cukup lama. Sementara di tempat lain Hena baru saja bangun dia terkejut karena bangun di tempat yang tidak di kenal oleh nya Sama sekali.


Dia terkejut karena melihat Vano di samping nya tidak berpakaian Sama sekali begitu juga dengan diri nya tidak memakai pakaian sama sekali.


"Apa ini?" ucap Hena melihat kondo* yang ada di kasur.


Vano terbangun. "Ada apa sih?" tanya Vano dengan suara serak.

__ADS_1


Hena menarik selimut nya untuk menutupi tubuh nya namun dia juga terkejut melihat Vano yang tidak mengenakan pakaian sama sekali. di berteriak sangat keras sehingga Vano menutup telinga nya.


"Apa yang kamu lakukan pada ku?" tanya Vano.


"Jangan berpura-pura tidak tau, saya sudah membayar kamu ." ucap Vano.


Hena mengingat tadi malam kalau Mami meminta untuk menemui satu klien di hotel yang membayar mahal diri nya. Dia pergi namun dia sudah Mabuk berat sehingga tidak sadar dia di sewa oleh siapa.


Hena mememeluk kedua lututnya. "Ternyata papah saya memiliki selera yang sangat buruk seperti kamu, saya tidak habis pikir sama papah mau Sama kamu.'' ucap Vano.


Hena diam. "Jika kamu tidak meninggalkan papah saya kamu akan terkena karma nya." ucap Vano.


"Keluar kamu dari sini wanita murahan. Saya menyesal mengeluarkan uang banyak hanya untuk membayar tubuh kamu yang sudah di gilir banyak pria itu." ucap Vano.


Mendengar kata-kata itu membuat hati Sophia sangat sakit sekali, namun dia tidak ada gunanya untuk membela diri karena yang di katakan oleh Vano benar.


Namun setelah selesai memasang pakaian nya di kamar mandi dia keluar namun tiba-tiba perut nya sakit.


"Auhh!!!" dia menjerit karena tiba-tiba sakit dan dia terjatuh di lantai. Vano terkejut, dia yang sedang memasang kemeja nya menoleh ke arah Hena.


"Ada apa? jangan berpura-pura sakit, saya sudah tau akal-akalan Wanita seperti kamu." ucap Vano. Namun Hena sama sekali tidak berbicara dia terus menekan perut nya yang begitu sakit.


Vano tidak tega dia langsung menggendong nya keluar. Dan membawa nya ke dalam mobil.


"Kita akan ke rumah sakit, Sabar lah sebentar lagi." ucap Vano, namun Hena tidak bisa menahan rasa sakit nya sampai dia pingsan.


"Hen! Hena bangun, jangan merepotkan saya seperti ini." ucap Vano. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah sakit, Hena langsung di periksa. Vano langsung mengabari keluarga Hena agar datang ke rumah sakit namun mereka belum juga sampai.


Tidak ada pilihan lain, Vano mencari kontak papah nya dan mengatakan Hena di rumah sakit. Tidak beberapa lama papah nya datang.


"Kamu kenapa bisa di sini?" tanya Om Davit pada Vano.


"Aku yang membantu Hena ke sini Pah." ucap Vano. Tiba-tiba dokter keluar.


"Apa yang terjadi pada Hena dok?" tanya Om Davit yang sangat khawatir. Vano melihat ekspresi papah nya terus.

__ADS_1


"Pasien terkena usus buntu, sebaiknya kita segera mengoperasi nya." ucap Dokter.


__ADS_2