Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Apakah benar pernikahan ini penderitaan bagi Sophia?


__ADS_3

Sophia sudah melepaskan kedua sepatu dan juga kaus kaki Gerwyn.


Ternyata Gerwyn Tengah malam keluar dari apartemen Okta. Dia pun pergi ke Club Mami. Di sana dia melampiaskan semua rasa kesal, beban fikiran nya.


Sophia memerhatikan wajah Gerwyn.


"Aku tidak mimpi kan? Sekarang aku menikah dengan idola ku yang sangat aku banggakan dulu, namun sekarang tidak lagi." batin Sophia.


"Ah sudahlah aku tidak perduli, aku berangkat ke sekolah saja." ucap Sophia.


Namun tiba-tiba Gerwyn memanggil nama Okta.


"Okta! Aku sangat mencintai kamu. Tapi kenapa kamu sangat tega membohongi aku sampai sekarang." ucap Gerwyn dengan suara serak mata tertutup.


Dan tiba-tiba muntah. Sophia dengan cepat menampung dengan kain agar tidak mengenai Kasur.


"Ya ampun mabuk tapi merepotkan orang lain saja." ucap Sophia.


Dia melihat baju Gerwyn yang sudah basah. Dan seperti nya Gerwyn kegerahan dia membuka Dasi dan baju Kemeja nya.


"Apa yang akan dia lakukan? Apa dia akan membuka baju di depan ku?" ucap Sophia.


Gerwyn terlihat sangat tidak nyaman dengan pakaian nya. Sophia juga tidak ingin Gerwyn cepat bangun akhirnya dia berbaik hati membuka baju Gerwyn.


Sedikit malu namun dia harus terbiasa melakukan itu sebagai tugas nya. Dia juga membuka celana Gerwyn.


Dia juga membersihkan tubuh Gerwyn dengan kain basah agar tidak berbau Alkohol.


Setelah selesai dia hanya menutup dengan selimut saja.


"Huff." Sophia menghela nafas dan setelah itu dia pun pergi ke sekolah.


Tepat jam Sembilan pagi Gerwyn terbangun. Dia berusaha untuk ingat dia lagi ada di mana. Dia beranjak dari tempat tidur.


"Kepala ku sangat pusing,"


Dia melihat bubur yang ada di atas nakas. Kebetulan sekali perut nya lapar. Namun saat mau memakan dia melihat surat yang ada di bawah mangkuk itu.


"Aku tidak tau bapak sarapan apa biasa nya, kebetulan di bawah hanya ada ini, kalau sudah dingin bisa di panas kan lagi di pemanas makanan, aku berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali karena mengurus persiapan magang. Sophia."


Gerwyn mengabaikan nya membuang kertas dan membawa mangkuk ke pemanas makanan.


Setelah beranjak dia baru sadar tidak berpakaian sama sekali hanya Boxer saja.


"Berani-beraninya dia membuka pakaian ku Tampa seijin ku. ku kira dia sepolos Wajah nya ternyata tidak." ucap Gerwyn.


Setelah sarapan dia menelpon Asisten pribadi nya ke hotel itu.


"Permisi Tuan ini formulir yang Tuan minta." ucap Vano.

__ADS_1


Gerwyn mengambil nya.


"Baiklah! Terimakasih sekarang saya mau laporan tentang pembangunan Pabrik."


"Saya minta maaf Tuankarena masih ada kesalah pahaman sama pemilik lahan di sana, mereka mau harga nya di naik kan."


"Itu bukan urusan saya, saya tidak mau tau Minggu depan pabrik harus sudah dimulai bangun." ucap Gerwyn.


"Baik Tuan, saya dan Tim akan mengusahakan nya."


"Permisi Tuan!" Vano pun pergi keluar.


"Vano adalah asisten Gerwyn, dia pria yang sangat pintar sudah lama bekerja dengan Gerwyn, selalu setia pada Gerwyn walaupun banyak yang menginginkan dia bekerja di perusahaan saingan Gerwyn.


Status masih lajang umur 28 tahun. Pria yang lumayan ramah, dia juga tegas.


Di Sekolah Sophia dan teman-teman nya sudah sangat senang akhirnya beberapa hari lagi mereka sudah mulai magang.


Namun Yang membuat Sophia kaget adalah mereka magang di hotel pengantin mereka. Di mana suami nya sekarang sedang ada di sana dan satu Minggu ini mereka akan di sana.


Semua rombongan Sophia sangat senang karena bisa di hotel ternama yang sangat mewah dan tentunya sangat baik sudah terkenal di mana-mana, berbeda dengan Sophia yang khawatir bagaimana kalau teman-teman nya tau.


Namun tidak ada pilihan lain selain hanya mengikuti alur nya saja.


Setelah pulang sekolah Hena menghampiri Sophia.


Sophia hanya diam saja.


"Kenapa kamu memasang ekspresi seperti itu? kamu sama sekali tidak merespon ku?"


"Aku tidak suka dengan ucapan selamat kamu! Ini sama saja kamu mengatakan selamat pada ku di saat menjalani penderita an." ucap Sophia.


Hena mengelus pundak Sophia.


"Ya udah aku minta maaf. Tapi tadi malam sekitar jam dua pagi gitu Pak Gerwyn datang ke Club, bukan nya seharusnya malam pertama Kalian harus bersama?" tanya Hena.


"Jam dua Malam? seharusnya dia sampai di Club jam sembilan malam." ucap Sophia.


"Itu artinya tadi malam kalian tidak tidur bersama?"


Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Tadi malam kelihatan nya Pak Gerwyn sangat banyak masalah, aku yakin sih masalah sama pacar nya lagi."


"Humm bisa jadi saja dia bertemu dengan Okta tadi malam." batin Sophia.


"Sudah lah aku tidak perduli." ucap Sophia.


"Oh iya Mami mengatakan kalau kamu sama suami kamu di undang nanti malam ke Club hari ulang tahun nya."

__ADS_1


"Seperti nya aku tidak bisa datang.


"Mbak Menejer dan Mami akan marah kalau kamu tidak datang, dia juga sudah Bilang pada pak Gerwyn."


"Huff lihat nanti saja, aku saja tidak tau harus melakukan apa sekarang, aku duluan yah." ucap Sophia meninggalkan Hena.


"Sungguh Teman ku yang malang, Pak Gerwyn orang yang sangat sempurna namun kenapa harus pencinta **** dengan semua wanita. Bahkan dia tidak pilih-pilih sama sekali." ucap Hena.


Sophia ke rumah mertua nya, namun sebelum ke sana dia menukar pakaian dulu.


Sesampainya di sana.


"Assalamualaikum Buk." sapa Sophia menyalim tangan Mertua nya yang duduk di ruang tamu.


"Ngapain kamu ke sini? Di mana Gerwyn?"


Sophia terdiam.


"Kenapa kamu diam? Di mana anak saya?"


"Gerwyn masih di hotel Buk."


"Jangan panggil saya Ibu, saya bukan Ibu kamu.".


Sophia tidak tau harus mengatakan apa lagi.


"Mbak Sophia." Ano baru saja keluar dari kamar.


"Ano! Kamu habis ngapain?" tanya Sophia.


"Habis mandi Mbak." Jawab Ano.


"Humm Ano sudah makan?" tanya Sophia.


"Sudah kok mbak sama Ibu tadi." ucap Ano sambil menunjuk Buk Linda.


Sophia menoleh ke arah Buk Linda yang membuang pandangan nya.


"Tante saya ke sini mau menjemput Ano pulang ke rumah, saya tidak mau dia menyusahkan Tante di sini. Kami permisi." ucap Sophia.


"Loh kenapa kita pulang mbak? Aku sudah janji untuk menemani buk Linda di sini." ucap Ano.


Sophia jadi Heran.


"Ayo kita pulang ke rumah dek, Ibu nya mau istirahat." ucap Sophia. Ano akhirnya pun ikut Mbak nya.


"Kak Gerwyn mana Mbak? Kenapa dia tidak ikut pulang ke rumah?" tanya Ano.


"Gak apa-apa. Ano ikut sama mbak di hotel saja yah, mbak gak ingin buk Linda terganggu karena ada nya kamu." ucap Sophia. Ano hanya iya-iya saja.

__ADS_1


__ADS_2