
Adit selesai dari taman Langsung ke Cafe tempat sebelum nya dia bekerja. Sesampai nya dia di sana dia di sambut begitu baik dan juga Masih banyak teman-teman nya di sana.
"Akhirnya loe pulang juga. Apa loe sudah bertemu dengan Sophia?" tanya teman nya. Adit hanya tersenyum. "Kalau tidak salah beberapa bulan lalu dia sempat ke sini, namun hanya sebentar saja membeli minum dan langsung pergi." ucap teman nya.
Kebetulan pada saat itu Sophia di ajak teman nya kesana.
"Aku dengan Sophia sudah tidur ada hubungan lagi. Dia juga sudah menikah dengan pria lain." ucap Adit.
"Hah? Seriusan loe Dit?" tanya temen nya.
"Ngapain gua bohong." ucap Adit dengan sangat lemas.
"Kenapa Sophia begitu kejam? Bukan nya selama ini kamu yang menolong dia?" ucap teman perempuan nya. "Dia tidak jahat justru aku yang sangat jahat meninggalkan dia begitu saja." ucap Adit.
Mereka semua terdiam. "Huff kalau seperti ini tidak ada yang unik di sesalkan lagi Dit, loe juga tidak perlu sedih mengenang hal itu." ucap teman nya.
"Kalian semua benar." ucap Adit. "Lalu sekarang Loe mau kemana lagi!" tanya teman nya karena Adit mau beranjak.
"Gua harus pulang teman-teman." ucap Adit.
"Loh kok cepat banget sih? tunggu Dulu." ucap teman nya. Mereka berbincang-bincang lama di sana.
Keesokan harinya...
"Mah.. Mah!" panggil Sophia kepada mertuanya yang tengah asyik menonton.
"Iyah kenapa Sophia?" tanya Bu Linda. "Ano belum pulang, kata pihak sekolah sudah di jemput oleh supir kok belum sampai ke rumah?" tanya Sophia.
"Oohhh itu.. Tadi teman lama kamu itu datang mengajak Ano jalan-jalan, kemarin dia juga sudah janjian. Mamah tidak enak melarang nya." ucap Bu Linda.
"Kenapa mamah mengijinkan nya? Dan kenapa juga tidak membangun kan aku?" tanya Sophia.
"Mamah tidak tega mengganggu tidur siang kamu. Kata suami kamu jangan mengganggu karena kamu tidak tidur semalaman." ucap Bu Linda.
"Lalu yang menyiapkan sarapan untuk mereka pagi tadi siapa mah??" tanya Sophia.
"Mereka tidak sarapan, Gerwyn melarang mamah untuk masak dia takut merepotkan." ucap Bu Linda.
"Maafin aku yah mah, gak tau akhir-akhir ini badan ku sangat sakit." ucap Sophia.
__ADS_1
"Mungkin karena sebelumnya kamu bergadang belajar sehingga lupa untuk makan dan istirahat." ucap Bu Linda.
"Bisa jadi mah." ucap Sophia. "Ya udah Kalau Begitu aku ke depan dulu yah mah." ucap Sophia. Bu Linda melihat Sophia meninggalkan dia.
"Sophia terlihat sangat pucat dan juga lemas, bahkan dia tidak ada makan sama sekali." batin bu Linda khawatir pada menantu nya Itu.
"Kenapa sih kak Adit membawa Ano tampan ijin dari aku? Ano juga tidak mengatakan apapun" ucap Sophia dengan kesal.
Sophia di telpon oleh Hena. "Halo Hena." ucap Sophia.
"Halo Sophia. Maafin aku yah tidak langsung ke rumah kamu. Aku sampai tengah malam itu sebab nya aku kelelahan." ucap Hena.
"Ini sudah Siang, kapan kamu akan ke sini?" tanya Sophia.
"Hummmm..." Tiba-tiba Terdengar Suara pria. Vano memeluk Hena begitu erat.
"Hehh itu Suara Siapa?" tanya Sophia.
"Itu sudah Handphone. Aku akan datang di sore hari..By.. x ucap Hena langsung mematikan sambungan telepon.
"Sayang aku sedang berbicara dengan Sophia." ucap Hena menepuk badan Vano.
"Eits... Kamu mau ngapain? Jangan macam, macam-macam yah." ucap Hena.
"Kita sudah resmi berpasangan, setidaknya kita bisa bermesraan setelah LDR beberapa hari." ucap Vano.
"Kita baru LDR sekitar tiga hari, kamu terlalu lebay!" ucap Hena.
Vano tersenyum dia mencium pipi Hena.
"Aku sangat merindukan kamu. Aku tidak bisa jauh-jauh dari kamu." ucap Vano.
"Aku juga sangat merindukan kamu sayang, tapi sekarang aku harus bangun, aku harus menemui Sophia." ucap Hena.
"Jangan pergi dulu sayang." ucap Vano menarik pinggang Hena.
Mereka berpelukan Beberapa lama sampai Vano puas. Dia sengaja libur dengan alasan kurang Enak badan pada Gerwyn.
Gerwyn tidak mempermasalahkan nya karena Vano sudah bergadang menyiapkan Proposal yang dia minta.
__ADS_1
Di Kantor Gerwyn baru saja selesai makan siang. Dia mau menelpon istri nya tapi tidak jadi.
"Apa dia sudah bangun sekarang,?" batin Gerwyn. Dia tidak jadi menelpon istri nya melainkan mengirimkan Beberapa makanan dan juga buah untuk kedua wanita yang ada di rumah nya.
Sophia yang sedang menunggu Ano di rumah kaget tiba-tiba ada ojek online datang.
"Permisi Mbak ini rumah pak Gerwyn kan,? Ini ada makanan." ucap Ojek itu. Ojek itu menjelaskan kalau itu dari Gerwyn.
"Terimakasih banyak mas." batin Sophia sambil tersenyum.
Dia melihat makanan yang begitu lezat namun dia sama sekali tidak berselera untuk Makan. "Hufff ternyata hamil itu tidak mudah. Sekarang aku menginginkan Pizza." batin Sophia.
Dia mengirim kan pesan pada suami nya kalau makanan nya sudah datang. Gerwyn tersenyum dia meminta Sophia untuk memakan sedikit saja walaupun tidak berselera.
Gerwyn duduk di kursi ruangan nya sambil bersandar, dia mengingat Adit yang datang ke rumah nya.
"Anak itu kembali lagi. Apa dia akan terus berusaha mendapatkan Sophia?" batin Gerwyn.
"Sekarang dia sudah sangat tampan jauh lebih muda dari pada aku, sangat Cocok dengan Sophia, bahkan dia juga anak orang kaya. Apa kah dia menjadi saingan ku sekarang." batin Gerwyn.
"Hei bro!!" Tiba-tiba Bibi datang mengejutkan dia. "Kenapa kau datang membuat ku terkejut! Sialan!" umpat Gerwyn pada Bibi.
"Lagi memikirkan apa? Kelihatan nya sangat cemas sekali." ucap Bibi.
"Mantan Sophia kemarin datang ke rumah, dia kembali ke Jakarta hanya ingin melihat Sophia." ucap Gerwyn.
"Oohh anak orang kaya itu?" tanya Bibi.
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Dia meminta Sophia untuk kembali pada nya. Dia mengatakan kalau Dia Masih mencintai Sophia." ucap Gerwyn.
"Mereka memang pasangan yang sangat cocok sih, kalau bukan karena loe mana mungkin mereka berpisah." ucap Bibi. Gerwyn merasa Kesal dia mau memukul Bibi namun Bibi langsung tertawa.
"Sorry-sorry bro, gua hanya bercanda." ucap Bibi.
"Lagian Adit ganteng, tajir, baik, dan juga mereka sudah lama berhubungan tidak mungkin Dengan semudah itu istri Loe move on." ucap Bibi.
"Nah itu dia yang sedang aku pikirkan Bi. Sophia bahkan tidak mau berbicara dengan dia karena marah. Aku yakin dia belum bisa move on itu sebab nya tidak mau berbicara." ucap Gerwyn.
__ADS_1
"Seperti nya loe harus hati-hati." ucap Bibi. "Dasar loe yah! Bukan nya membuat saya tenang malah membuat semakin takut!" ucap Gerwyn kesal. Bibi hanya tertawa, dia sengaja hanya ingin mencairkan suasana.