Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Gerwyn rindu berat badan istri nya


__ADS_3

Sophia sama sekali tidak mau ambil pusing dia memilih untuk berenang di kolam berenang mumpung hari Minggu. Mereka sudah ada janji dengan Hena Sore nanti untuk makan Malam di luar.


Hena dan Sophia sepakat karena mereka bosan hanya di rumah saja.


Sophia sedang bersantai di pinggir Kolam. Ano juga ikut berenang di sana.


"Mbak aku jadi rindu kak Adit deh kalau berenang seperti ini, dulu yang ngajarin berenang adalah kak Adit sampai bisa." ucap Ano. Sophia tersenyum.


"Kalau kak Adit sudah kembali ke Indonesia dia pasti datang menemui kamu, karena dia sayang sama Ano." ucap Sophia. Ano tersenyum.


"Tapi sudah lama, kak Adit gak pulang-pulang." ucap Ano.


Di sore hari nya Sophia menjemput Hena ke rumah nya.


"Kamu yakin sudah baikan?" tanya Sophia pada Hena. "Humm seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja." ucap Hena. Sophia tersenyum.


"Ya udah yok buruan naik." ucap Sophia.


"Loh Ano gak ikut?" tanya Hena. "Enggak, dia di rumah belajar Besok sekolah." ucap Sophia.


"Oohh begitu, ya udah ayo pak kita berangkat." ucap Hena.


"Kita mau makan di restoran mana?" tanya Sophia.


"Ada deh, kamu ikut saja." ucap Hena. Mereka pun berangkat.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga dan ternyata bukan restoran melainkan Cafe tempat biasa'mereka nongkrong dan sekarang teman-teman mereka sedang menunggu di sana.


Sophia kaget karena tidak ada kefikiran kalau Akan berkumpul semua nya.


"Wahh Sophia makin cantik aja yah. kulit nya saja semakin putih." ucap Teman laki-laki Sophia yang sering sekali menggoda nya.


"Ah Kalian sangat berlebihan, nama nya juga aku sering di rumah dari pada di luar." ucap Sophia. "Ya udah ayo pesan makanan yang kamu mau Sophia. Kita semua nungguin kalian berdua dari tadi." ucap teman Sophia.


Mereka memesan makanan yang di mau, mereka cukup banyak membicarakan kuliah di mana, dan juga keputusan apa yang Akan mereka ambil untuk kedepannya.


Sementara di tempat lain Gerwyn baru saja pulang ke rumah penginapan nya.

__ADS_1


"Mbok kok di sini sendirian? Ini sudah malam." ucap Gerwyn pada mbok yang duduk di kursi depan penginapan nya.


"Mbok sangat suka melihat bintang dan bulan. Dari Depan rumah Mbok gak kelihatan." ucap mbok.


Gerwyn melihat nya dia tersenyum.


"Tunggu sebentar yah Mbok." ucap Gerwyn.


Gerwyn masuk dan keluar membawa Teropong.


"Nih coba saja pakai mbok," ucap Gerwyn memberikan nya pada Mbok.


"Mbok sudah lama menginginkan ini. akhirnya mbok bisa memakai nya juga." ucap Mbok. Gerwyn tersenyum. Mbok terlihat sangat senang.


"Kalau mbok mau Ambil saja, kebetulan saya punya dua." ucap Gerwyn.


"Serius nak Gerwyn? ini pasti sangat mahal. Biaya nak Gerwyn di sini tidak bisa membayar ini." ucap mbok.


"Gratis untuk Mbok. Biar mbok Tiap malam bisa melihat bintang dan bulan dengan jelas." ucap Gerwyn.


Mbok terlihat sangat senang dia mengucapkan terimakasih.


"Ni kang di makan dulu biar sederhana tapi ini enak kok." ucap Elis. "Maaf saya sudah merepotkan kamu, tapi lain kali tidak perlu menyiapkan makanan untuk saya, saya hanya menyewa tempat, saya akan mencari makanan sendiri." ucap Gerwyn.


"Tidak apa-apa nak Gerwyn. Justru nak Gerwyn sehat bisa memakan masakan yang di Masak sendiri dari pada harus membeli. Menghabis uang di tambah lagi kurang enak." ucap Mbok.


Gerwyn terdiam dia akhirnya tersenyum saja menerima kebaikan mereka.


"Karena sudah malam, badan saya sangat lelah, saya istirahat ke dalam yah mbok." ucap Gerwyn.


"Ya udah silahkan Nak, kami juga sudah mau pulang." ucap Mbok. Gerwyn tersenyum.


Gerwyn membiarkan mereka pulang terlebih dahulu baru dia masuk dan menutup pintu. Dia meletakkan rantang bawaan Elis.


"Huff hari ini cukup melelahkan. kaki ku hampir patah karena mengikuti Boy." ucap Gerwyn dia memijat-mijat nya.


"Sophia dan Ano sekarang lagi ngapain yah? Kenapa aku jadi kefikiran." batin Gerwyn.

__ADS_1


Tiba-tiba dia tersenyum tipis. "Huff baru kali ini aku merasakan Rindu yang sangat berat, rasanya ingin cepat pulang namun tidak mungkin aku tidak menemukan sesuatu yang membuat aku puas." batin Gerwyn.


"Sophia kamu yang Sabar yah nungguin Suami kamu ini pulang." ucap Gerwyn dia tidak lagi mandi dia hanya Membuka baju Nya dan menghidupkan Anti nyamuk dan tidur di kasur.


Dia bermimpi indah tentang istri nya. Sementara Sophia sudah lama di sana dia merasa sudah lelah dia ijin pulang duluan karena teman-teman nya sangat asyik berbincang-bincang.


"Aku pulang duluan yah teman-teman." ucap Sophia. "Loh kok cepat banget sih? Kan besok masih libur." ucap Teman nya.


"Adik aku di rumah, kasihan dia." ucap Sophia.


"Aku anterin yah." ucap RIki ketua kelas mereka.


Sophia terkejut karena Riki Yang biasa nya diam saja dan tidak pernah perduli pada orang lain tiba-tiba mau mengantar kan nya.


"Aku bisa pulang sendiri kok, kamu lanjut saja." ucap Sophia.


"Ini sudah malam, tidak baik perempuan pulang sendiri." ucap RIki.


"Tapi aku di jemput oleh supir majikan aku." ucap Sophia.


"Tumben-tumbenan banget sih kamu mau nganterin dia pulang? Biasanya kamu selalu negeledekin, marahin dia." ucap Hena.


"Aku pulang yah." ucap Sophia meninggalkan tongkrongan itu.


"Humm kamu modus yah mau dekatin Sophia?" tanya teman laki-laki nya.


"Ya iyalah sekarang Sophia sangat cantik, dia sangat Wangi, dia juga mulus banget, baik pipi nya sangat merona bibir nya yang seksi dan badan nya yang Bagus membuat ketua kelas kita yang dingin ini sudah luluh." ucap teman-teman nya.


Riki Habis di ledekin namun dia sama sekali tidak perduli dia hanya diam seperti biasa.


Sesekali dia fokus pada handphone nya. Waktu nya bubar tiba-tiba Riki menahan Hena yang mau masuk ke dalam Taksi.


"Hena tunggu dulu." ucap RIki.


"Iyah Ki, mau apa?" tanya Hena.


"Kamu ada nomor Sophia? aku minta." ucap RIki.

__ADS_1


"Ada kok, tapi untuk apa sama kamu?" tanya Hena.


"Kasih saja, Jangan banyak tanya aku ada urusan penting Sama dia." ucap RIki. Tidak ada yang berani melawan Riki, Hena juga malas basa-basi akhirnya dia memberikan nomor Sophia pada Riki karena menurut nya itu adalah hal wajar sesama satu kelas mempunyai nomor yang lain nya juga. Apa lagi ketua kelas seperti Riki.


__ADS_2