Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Keluar dengan Mamah mertua membuat sakit hati saja


__ADS_3

"Ibu tau tidak di sekolah tadi aku mendapatkan nilai yang sangat bagus sekali." ucap Ano.


"Wahh Bagus dong, ini baru namanya anak ibu." ucap Bu Linda mencium pipi Ano.


Gerwyn duduk di samping Sophia.


"Mas dari mana saja? mas bilang tidak bekerja hari ini, namun tidak ada di rumah." ucap Sophia.


"Saya ke rumah Hena menjemput Vano yang sebelumnya di rawat di sana, keadaan nya semakin buruk." ucap Gerwyn.


"Loh Vano sakit apa?" tanya Bu Linda.


Gerwyn seketika gugup menjawab nya. "Dia di tem.." tiba-tiba Gerwyn mencolek pinggang Sophia.


"Hanya sakit biasa mah, biasa lah dia selalu kecapean." ucap Gerwyn.


"Oohh, makanya kamu jangan memaksa dia Terus bekerja." ucap Bu Linda, Gerwyn tersenyum sambil mengangguk.


"Ya udah kalau begitu Ayo Lanjut makan." ucap Bu Linda.


Setelah selesai makan Sophia mengikuti suaminya ke kamar.


"Mas jelasin dulu kenapa Vano bisa di rumah Hena? Dan juga kenapa tidak jujur saja pada mamah kalau Vano itu terkena tembakan." ucap Sophia.


"Tidak penting untuk di bahasa Sophia, saya mau mandi dulu." ucap Gerwyn. "Jawab dulu mas, Mamah pasti khawatir sama Vano." ucap Sophia.


"Saya bisa mengurus nya sendiri, memberi tahu Mamah tidak ada gunanya." ucap Gerwyn.


Sophia Menghela nafas panjang. "Yah setidaknya kasih tau sama Mamah dulu mas, dia mengajak aku untuk menemui Vano." ucap Sophia.


"Jangan pergi." ucap Gerwyn.


"Loh kenapa begitu?" tanya Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang dia menatap wajah Sophia.


"Kamu bisa gak sih mengerti? kamu jangan banyak tanya!" ucap Gerwyn. Sophia terdiam.


"Aku minta maaf mas, aku hanya tidak ingin Mamah salah paham kalau tau sendiri sebelum kita menjelaskan nya." ucap Sophia.


"Kamu lupa yah almarhum papah saya meninggal karena di tembak? Mamah pasti trauma dengan kata-kata tembakan dia bisa sakit lagi, kamu bisa mengerti gak sih?!" ucap Gerwyn dengan nada yang cukup tinggi.


Sophia terdiam. Dia baru mengingat nya sebelum nya dia tidak ingat akan hal itu.


"Seperti nya kamu harus lebih banyak mengenal keluarga ini." ucap Gerwyn langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Sophia mau menahan Gerwyn namun sudah keburu masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa aku bisa sebodoh ini sih, Untung saja tadi ada mas Gerwyn di sana. Dan dia pasti sangat marah pada ku kalau kata-kata itu keluar dari mulut ku." ucap Sophia.

__ADS_1


"Sophia.." panggil Bu Linda dari luar.


"Iyah Mah.." ucap Sophia langsung keluar.


"Ada apa Mah?" tanya Sophia setelah keluar dari kamar.


"Mamah sama Ano dan juga Bibik mau keluar jalan-jalan dulu, kamu sama Gerwyn mau ikut gak?" tanya Bu Linda.


"Humm mas Gerwyn di kamar mandi mah, aku ikut saja, aku khawatir kalau gak ada yang jagain Mamah sama Ano." ucap Sophia.


Bu Linda tersenyum.


"Ya udah kamu Tukar baju gih." ucap Bu Linda. Sophia langsung menukar baju yang cepat.


Mereka pun berangkat bersama-sama.


"Sudah lama Mamah juga tidak jalan-jalan ke sini." ucap Bu Linda Berhenti di sebuah butik pakaian yang begitu besar.


"Humm..ini bukan nya butik milik Mamah yah?" tanya Sophia.


"Iyah betul sekali. Semenjak Mamah sakit, Gerwyn mencari kan orang untuk mengurus nya." ucap Bu Linda. Sophia tersenyum mereka pun masuk ke dalam.


"Selamat datang Ibu. Silahkan masuk."


Sophia dan bu Linda tersenyum.


"Sophia sini deh, coba ini." ucap Bu Linda. Sophia menerima nya.


"Pergi lah coba." ucap Bu Linda. Sophia mengangguk.


"Bagaimana mah cantik gak?" tanya Sophia.


"Sangat cantik sekali." ucap Bu Linda. sophi tersenyum.


"Ini Istri Gerwyn kan Lin? Cantik juga yah." ucap wanita yang seumuran dengan Bu Linda yang kebetulan juga datang ke sana.


"Iyah dia Menantu saya. Dia memang sangat cantik." ucap Bu Linda. "Di pertemanan kita hanya anak saya yang belum menikah." ucap wali itu lagi.


"Yang Sabar yah Bu, nanti juga pasti ada jodoh nya." ucap Bu Linda. Setelah memilih baju mereka makan bersama dengan teman-teman nya.


"Oh iya nama kamu siapa?"


"Sophia Tante." jawab Sophia.


"Kelihatan nya kamu masih sangat muda kalau untuk Gerwyn. Kamu pasti lulusan termuda kan? Kalau tidak begitu Gerwyn pasti tidak Akan mau." ucap ibu itu lagi.


Sophia terdiam. Bu Linda menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Saya dan anak saya tidak pernah mempermasalahkan Menantu saya berasal dari keluarga kaya atau sedetik, dari pendidikan tinggi atau biasa. Yang penting dia baik, cantik, manis dan sayang ke orang tua dan sopan juga." ucap Bu Linda.


"Kamu sungguh berbaik hati Linda, kamu sama sekali tidak memikirkan nama baik keluarga besar kamu."


"Saya permisi ke toilet dulu Mah." ucap Sophia.


Bu Linda melihat Sophia pergi.


"Lebih baik kamu mengurus urusan kamu sendiri, jangan mengurus kehidupan menantu ku atau hidup ku." ucap Bu Linda.


"Kamu jadi sangat garang saat baru saja pulang dari rumah Adik kamu, aku rasa kamu pasti sudah sembuh total kan?"


Bu Linda Menghela nafas panjang.


"Lebih baik kamu pergi dari meja kami deh, sudah lama kita berteman kamu tidak pernah berubah." ucap Bu Linda.


Akhirnya teman nya itu pergi. Tidak beberapa lama Sophia kembali.


"Loh kemana mereka mah?" tanya Sophia. "Sudah lanjut Makan saja, jangan perduli kan mereka. Mamah juga kurang akrab dengan mereka." ucap Bu Linda. Sophia mengangguk.


"Nih si tambah dong Ano, biar cepat besar." ucap Bu Linda.


"Aku sudah sangat Kenyang Bu, aku sudah Makan dari rumah Makan lagi di sini." ucap Ano.


Bu Linda tersenyum.


Sophia sangat keheranan dengan melihat cara Bu Linda Makan, karena dia sangat bernafsu untuk makan banyak.


tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Mas Gerwyn nelpon Mah." ucap Sophia.


"Matikan saja, kirim saja pesan kalau kita di luar, baik-baik saja." ucap Bu Linda.


Bu Linda takut kalau Gerwyn marah pada nya keluar Tampa ijin dan di suruh pulang.


Gerwyn membaca pesan dari istri nya mencoba menelpon lagi namun tidak di jawab.


"Huff seperti ini nih kalau ibu sudah sehat dia tidak akan memikirkan apapun, dia akan memakan apapun yang dia mau Tampa memikirkan kesehatan nya." ucap Gerwyn.


Tidak beberapa lama Mereka akhirnya pulang. "Assalamualaikum." ucap Sophia.


"Walaikumsalam!" ucap Gerwyn yang berdiri di depan pintu.


"Kamu bikin aku terkejut saja mas." ucap Sophia.


Gerwyn menatap istrinya.

__ADS_1


"saya sudah meminta dari tadi untuk kamu membawa Mamah pulang, namun kenapa baru pulang jam segini?" tanya Gerwyn.


__ADS_2