
Hena curhat tentang Pekerjaan nya.
"Lalu apa yang bisa aku bantu?" tanya Sophia.
"Aku minta bantuan kamu mencari orang pengganti ku untuk mami." ucap Hena.
"Kalau masalah seperti itu aku ampun deh Hen, aku tidak ingin terlibat suatu saat nanti." ucap Sophia.
"Yah Sophia bantuin yah, aku tidak ada waktu untuk mencari nya. lagian mana bisa aku mencari aku takut nanti semua orang penasaran pekerjaan ku apa." ucap Hena.
"Setelah kamu Keluar dari sana apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana bisa kamu mendapatkan uang?" tanya Sophia.
"Bekerja jadi panggilan jauh lebih enak Sophia, aku tidak terikat sama waktu." ucap Hena. Sophia Menghela nafas panjang.
"Ya ampun Hen, aku pikir kamu akan tobat dan berhenti." ucap Sophia. "Kalau aku berhenti aku mendapatkan uang dari mana? Lagian aku sudah nyaman dengan hal seperti ini." ucap Hena.
"Huff terserah kamu saja lah, aku tidak bisa mengatakan apapun." ucap Sophia.
"Dan kalau masalah Om Davit aku tidak enak untuk selalu merepotkan nya, sudah banyak kebaikan dia yang aku terima." ucap Hena.
Sophia diam. Cukup lama Sophia di sana berbincang-bincang dengan Hena, namun tiba-tiba orang tua nya mengajak untuk masak.
Mereka pun Masak sama-sama di dapur.
Waktu nya untuk makan. Tiba-tiba ponsel Sophia berdering.
"Siapa yang nelpon nak? Bilang pada dia kalau lagi makan." ucap Ibu Hena. Padahal Sophia baru saja menjawab nya.
Gerwyn pun mendengar nya.
"Ini sangat penting buk, aku akan menjawab nya keluar, kalian lanjut saja dulu." ucap Sophia langsung keluar.
"Halo Mas." ucap Sophia.
"Kamu lagi di mana? siapa yang berbicara tadi?" tanya Gerwyn. "Aku lagi di rumah Hena mas, orang tua nya baru saja datang dari kampung dan aku di minta untuk datang ke sini." ucap Sophia.
"Oohhh. Kamu siang ini bisa ke kantor saya kan?" tanya Gerwyn. "Untuk apa mas?" tanya Sophia.
__ADS_1
"Temanin saya Makan Siang." ucap Gerwyn. Sophia terdiam sejenak.
"Kamu mau Kan?" tanya Gerwyn lagi.
"Humm aku.." "Kalau tidak bisa tidak apa-apa. Kamu lanjut saja Makan, saya ada kerjaan sedikit lagi." ucap Gerwyn langsung mematikan sambungan telepon.
"Huff ya ampun aku harus bagaimana? Mana mungkin aku ke kantor mas Gerwyn sekarang, aku sama sekali tidak mempunyai keberanian untuk ke sana." ucap Sophia.
"Sophia kalau sudah nelpon nya ayo lanjut Makan." ajak ibu Hena, Sophia langsung masuk ke dalam.
"Pacar kamu yah nak?" tanya Ibu Hena. Sophia tersenyum.
"pasti yang bernama Adit itu kan? Ibu sangat suka pada dia, ibu juga setuju kamu sama dia, sangat baik, ganteng pekerja keras." ucap Ibu Hena.
Sophia hanya tersenyum saja, sementara Hena tau kalau Sophia mengingat Mantan nya jadi sedih.
Setelah selesai makan. Sophia pamit untuk pulang.
"Hen aku pulang yah." ucap Sophia. "Iyah, kamu hati-hati yah." ucap Hena, Sophia mengangguk.
"Oh iya soal percakapan dengan ibu tadi jangan di ambil hati yah, kamu tau sendiri Ibu ku dari dulu seperti itu, dia ingin tau semua nya. Terkadang aku yang tidak enak." ucap Hena.
"Teman kamu seperti nya ada masalah. Apa kamu tau?" tanya Ibu Hena tiba-tiba membuat Hena terkejut.
"Ibu kenapa kepo banget sih sama semua teman-teman aku, Sophia sebenarnya tidak nyaman di kaya gituin sama Ibu." ucap Hena.
"Loh emang nya ibu salah apa? ibu hanya bertanya saja, karena sudah menganggap dia seperti anak Ibu sendiri." ucap Ibu Hena.
"Tapi urusan pribadi mereka jangan di ikut campuri juga Buk. Sophia sudah Tidak dengan Adit lagi, mereka sudah putus beberapa bulan yang lalu. Saat ibu bertanya seperti itu dia pasti sangat sedih karena mereka putus orang tua Adit tidak setuju dengan hubungan mereka." ucap Hena.
"Ibu tidak tau, ibu minta maaf kalau ibu sudah membuat Sophia sedih." ucap Ibu Hena.
Hena hanya menghela nafas panjang.
"Sudah lah tidak perlu di bahas lagi Buk." ucap Hena.
Mereka pun masuk ke dalam.
__ADS_1
"Permisi pak, ini Makan Siang nya." membawa kan Makan siang yang di letak kan di pemanas makanan tadi, karena bawa bekal dari rumah.
"Letakkan saja di atas meja," ucap Gerwyn sambil terus fokus dengan buku-buku nya.
Makanan tepat di letakkan depan Gerwyn.
"Ini sudah waktunya untuk makan siang, istirahat dan isi tenaga mas." ucap Sophia, seketika Gerwyn menatap wajah yang membawa bekal nya Itu.
"Sophia! Bagaimana bisa kamu di sini? Kamu bilang tidak Akan datang." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Aku tidak mengatakan aku tidak bisa datang." ucap Sophia.
Gerwyn langsung menutup laptop, buku dan menarik tangan istrinya duduk di sofa sambil membawa Bekal nya.
"Kamu suapin saya makan, tangan saya sangat lelah menulis di buku sehingga membuat nya tidak sanggup untuk menyendok nasi." ucap Gerwyn dengan sangat manja.
Sophia tersenyum dia membuka bekal Mile dan mulai menyuapi nya. Gerwyn menatap wajah Sophia Tampa berkedip sama sekali.
"Kenapa kamu sangat cantik Beby." ucap Gerwyn sambil mencubit pipi Sophia. Namun tiba-tiba pintu terbuka.
"Permisi pak, ini minuman yang bapak pesan." ucap Vano.
Seketika dia terdiam melihat Sophia dan Gerwyn mesra-mesraan. Gerwyn menatap Vano.
"Letakkan saja di atas meja, lain kali kalau istri Saya di sini ketuk lah pintu, karena kamu bisa melihat hal yang tidak biasa kamu lihat." ucap Gerwyn.
"Saya minta maaf pak, saya permisi." ucap Vano meninggal kan ruangan Gerwyn. Sophia menatap Suaminya.
"Aku yakin ini bukan pertama kalinya untuk Vano melihat hal seperti ini." ucap Sophia. "Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Gerwyn. Sophia Menghela nafas panjang.
"Mas bukan cuman hanya meniduri wanita satu tapi sangat banyak, pasangan mas berganti-ganti tiap bulan. Tidak mungkin mereka tidak ke sini." ucap Sophia.
"Percaya atau tidak tapi kamu harus tau, kalau saya tidak pernah membawa wanita bayaran saya ke sini dan mengurus masalah pribadi saya." ucap Gerwyn.
Sophia diam. "Kenapa kamu membahas nya? justru kalau membahas ini membuat kamu ragu pada saya, lebih baik jangan membahas nya." ucap Gerwyn.
"Lalu bagaimana dengan mbak Okta? Mas cukup lama dengan nya, itu sebab nya aku bisa menebak dia tidak mungkin sudah tau semua kehidupan mas." ucap Sophia.
__ADS_1
Gerwyn diam. "Jangan membahas nya lagi." ucap Gerwyn. Langsung memasang wajah datar dan menunduk kan kepala nya sambil melanjutkan makan.
"Sebaiknya kamu pulang cepat agar Ano tidak menunggu lama di Sekolah nya." ucap Gerwyn.