Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Akibat Sophia tidak memberi tahu yang sebenarnya


__ADS_3

"Nih kasih aja minum ini, pasti sedikit lebih baik." ucap buk Linda. "Mamah yakin ini bisa di minum? Botol nya saja tidak menyakinkan." ucap Gerwyn.


"jangan lupa kasih air hangat yah, terus perut nya di kompres pakai Air hangat." ucap Bu Linda.


Gerwyn mengangguk.


"Ya udah kalau gitu aku ke kamar dulu yah mah." ucap Gerwyn. "Tunggu dulu. Jangan membuat nya marah-marah, kalau kamu membuat kesalahan dia akan marah-marah." ucap buk Linda.


Gerwyn mengangguk.


Dia langsung ke kamar. Dia melihat istrinya sudah meringkuk kesakitan. Gerwyn memberikan air hangat dan memberikan obat yang di berikan oleh Mamah nya.


"Aaaa!!!! Sakit mas." ucap Sophia berteriak kesakitan.


Gerwyn kebingungan dia mencoba untuk mengurut perut istri nya namun dia tidak pandai.


"Mas kenapa malah diam aja sih? Bantuin aku." ucap Sophia. "Say tidak tau harus melakukan apa." ucap Gerwyn.


"Belikan saya pembalut. Saya sudah habis stok nya." ucap Sophia.


"Pembalut? Apa saya harus membeli nya?" tanya S


Gerwyn. "Iyah mas." ucap Sophia.


Gerwyn menukar pakaian nya dia pun langsung berangkat. Setelah Gerwyn pergi Sophia berubah menjadi seperti biasa.


"Huff akhirnya aku menstruasi juga, jadi mas Gerwyn tidak akan berani menyiksa ku lagi." ucap nya.


"Aku memang istri yang tidak mempunyai akhlak baik. Tapi tidak ada cara lain, aku menolak nya aku semakin banyak dosa." ucap nya lagi.


"Nih perut kenapa bisa sakit beneran sih, perasaan tadi aku hanya berpura-pura saja." ucap nya.


Dia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi. Tidak beberapa lama akhirnya Gerwyn sampai di Indomaret


Dia berjalan sendiri ke rak pembalut namun dia tak kunjung mendapatkan nya.


"Maaf pak mau mencari apa yah? Dari tadi saya perhatikan seperti nya Bapak mencari sesuatu." ucap Kasir.


"Saya mencari rak pembalut untuk wanita ada?" tanya Gerwyn. semua orang yang ada di sana langsung menoleh ke arah Gerwyn karena berbicara cukup Kuat.


"Kalau boleh tau untuk apa yah Pak?" tanya kasir.


"Saya sudah bilang untuk wanita. Apa kamu harus tau juga?" tanya Gerwyn dengan Nada yang kesal.


"Baik pak, mari ikut saya." ucap wanita itu.

__ADS_1


Gerwyn melihat begitu banyak mrek.


"Ukuran yang biasa dan mrek yang di pakai wanita itu apa pak?"


"Saya tidak tahu bawa saja yang umum my di pakai wanita." ucap Gerwyn meminta kasir itu membawa pembalut ke kasir.


Setelah di bayar Gerwyn meninggalkan tempat itu tanpa perduli sedikit pun orang Yang melihat nya dari tadi.


"Arghhhh... Sophia kamu membuat saya malu saja." ucap Gerwyn setelah sampai di dalam mobil. ternyata dari tadi dia menahan rasa malu nya. Dia pun langsung pulang.


"Tidak apa-apa Gerwyn, ini demi istri kamu. Kamu harus melakukan ini demi orang yang kamu sayang." ucap nya pada diri sendiri.


Setelah sampai di rumah Sophia juga baru selesai mandi dia melihat suaminya masuk ke dalam kamar.


"Dapat mas?" tanya Sophia. Gerwyn mengangkat plastik Indomaret sambil memasang wajah tersenyum. Sophia mengambil dan memakai nya di kamar mandi.


"Terimakasih banyak yah Mas." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.


"Bagaimana perut kamu sudah baikan?" tanya Gerwyn. Sophia mendekati Gerwyn yang duduk di pinggir kasur.


"Masih sangat sakit." ucap Sophia.


"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja?" tanya Gerwyn, Sophia Menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu mas, aku baik-baik saja sekarang." ucap Sophia.


"Bagus lah kalau begitu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


Gerwyn mandi dan setelah selesai mandi dan sudah rapi di pun berangkat ke sekolah Ano karena sudah siang.


Sampai di depan sekolah Gerwyn bertemu dengan Kakak nya Frans.


"Hey Bro apa kabar?" tanya Dani.


Gerwyn menoleh ke arah pria yang menyapa nya.


"Dani! Kamu di sini?" ucap Gerwyn kaget. Mereka adalah teman kerja namun bisa di katakan kalau mereka itu lebih dari sekedar teman sudah seperti saudara.


"Kabar Ku baik, kamu sendiri bagaimana? sudah lama kita tidak bertemu." ucap Gerwyn.


"Tidak begitu baik Wyn, karena istri ku sudah meninggal Dunia. Aku ke sini menjemput putri ku." ucap Dani.


"Aku turuy berdukacita yah, aku sebelum nya juga sudah mendengar nya dari beberapa teman kita. Namun pada saat itu aku tidak di kota ini." ucap Gerwyn.


"sudah lah jangan di bahas lagi, kamu sendiri kenapa bisa di sini?" tanya Dani.


"Aku menjemput Adik nya istri ku." ucap Gerwyn. "adik istri mu? Kamu sudah menikah?" tanya Dani. Gerwyn mengangguk.

__ADS_1


"Hah serius loe Bro! Siapa yang mau sama Pria yang selalu bergonta ganti pasangan." ucap Dani.


"Huff kamu sangat sepele pada ku. Sekarang aku sudah mempunyai istri." ucap Gerwyn meyakinkan lagi.


"Permisi Pak Dani, pak Gerwyn. Anak-anak sebentar lagi akan selesai kelas nya." ucap Bu Ena.


"Baik Bu." ucap Pak Dani.


"Adik istri kamu sekelas dengan putri ku?" tanya Dani kaget.


"Seperti nya seperti itu," ucap Gerwyn.


Tidak beberapa lama semua keluar.


"Ano!" panggil Gerwyn.


"Enjel." panggil Pak Dani.


Seketika mereka berdua kaget. Mereka bertatapan kaget.


"Apa Enjel adalah Putri kamu?/ Apakah Ano adalah Adik istri kamu?"


Mereka berdua bertanya bersamaan.


"Iyah Ano adalah adik istri ku, apa kamu mengenal nya?" tanya Gerwyn.


"Iyah aku jelas-jelas mengenal Sophia. Dia sering main ke rumah Mamah ku di bawa oleh adik ku Frans. Aku pikir awalnya dia Masih sendirian dan sedang berpacaran dengan Frans." ucap Dani.


"Sembarangan saja kamu berbicara. Dia sudah istri ku. Lalu Enjel ini adalah putri kamu?" tanya Gerwyn.


Dani mengangguk.


"Iyah dia putri ku." ucap Pak Dani.


"Huff kalau aku tau Frans adalah Adik kamu sudah lama aku menghajar nya." ucap Gerwyn.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Dani.


"Dia berusaha mendekati istri ku." ucap Gerwyn.


"Dia mungkin tidak tau kalau Sophia sudah mempunyai suami. Sophia tidak menceritakan apa pun jadi sepenuhnya tidak salah adik ku." ucap Dani.


"Kamu adalah kakak nya Wajar saja jika ku membela nya, jadi aku minta tolong bilang pada Frans agar menjauhi istri ku." ucap Gerwyn.


"Baiklah-baiklah kamu tidak perlu emosi seperti itu. Bagaimana kalau kita cari minuman dingin di restoran di dekat sini." ucap Dani.

__ADS_1


"Aku mau langsung pulang saja. Kita membuat janji lain kali agar bisa bertemu dan bercerita bersama, istri ku akan khawatir kalau aku pulang lambat." ucap Gerwyn.


"Baiklah-baiklah kalau begitu. Berikan aku Nomor Telepon mu." ucap Dani. Mereka bertukar nomor telepon.


__ADS_2