
"Oohh begitu yah." ucap Sophia. Gerwyn mengangguk.
"Tapi kalau di lihat-lihat, Vano seperti nya sudah mempunyai Gadis incaran nya sendiri deh mas, aku sih berfikir nya seperti itu, tapi aku tidak tau pasti nya seperti apa." ucap Sophia.
"Nih Makan." ucap Gerwyn menyuapi istri nya.
setelah selesai makan mereka memandangi Danau yang begitu luas itu.
"Aku sebelum nya tidak pernah berfikir kalau aku akan bisa menikah dengan idola ku sendiri. Dan bisa bersama sampai sekarang. Tapi Tuhan sangat baik pada ku walaupun sebelumnya banyak sekali cobaan." ucap Sophia.
"Jangan di bahas lagi, kamu membuat saya sangat merasa bersalah." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum. "Tapi kenapa yah akhir-akhir ini aku tidak pernah melihat mas bekerja sebagai model lagi?" tanya Sophia.
"Pekerjaan itu tidak seterusnya saya lakukan, saya dulu Bekerja sebagai model karena permintaan salah satu keluarga saya jadi model agar bisa mempromosikan Beberapa Bisnis mereka." ucap Gerwyn.
"Wahh ternyata walaupun sudah sukses seperti ini mas Masih mau yah melakukan hal seperti itu."ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum dia mengelus pipi istri nya.
"Saya akan melakukan apapun demi keluarga saya. Saya mungkin tidak memiliki waktu yang banyak untuk mereka, tapi ketika mereka menginginkan bantuan saya, saya dengan senang hati membantu nya." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana bahagia nya papah mas melihat anak yang di besarkan nya secara ketat bisa berfikir seperti ini." ucap Sophia.
Gerwyn terdiam sejenak, tiba-tiba wajah nya berubah.
"Kenapa mas? aku salah ngomong yah?" tanya Sophia karena melihat wajah suaminya berubah.
"Enggak kok, ayo lanjut Makan." ucap Gerwyn.
Sophia mengangguk.
"Aku minta maaf yah kalau bikin kamu tiba-tiba sedih membahas papah kamu." ucap Sophia.
"Sudah lupakan saja, ayo lanjut Makan." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk mereka pun segera Makan dengan fokus agar bisa cepat selesai.
Keesokan harinya Sophia memberi kan Tas kerja suami nya dan juga koper suami nya.
"Mas jangan lama-lama yah, aku selalu menunggu di sini." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum dia mencium kening istrinya dengan sangat tulus.
Sophia memeluk nya sangat erat.
"Saya Akan sangat merindukan kamu. Kamu jangan nakal-nakal yah di sini." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.
__ADS_1
Sophia menyalim tangan suami nya. Gerwyn mencium bibir istri nya dengan singkat dan segera pergi.
"Hati-hati di jalan suami ku." ucap Sophia. Gerwyn Mengangguk.
"Loh Kak Gerwyn mau kemana?" tanya Ano.
"Kamu lupa kalau kak Gerwyn Sudah bilang dia mau kemana?" tanya Sophia.
"Aku tidak ingat apapun." ucap Ano.
"Huff kamu hanya mengingatkan Enjelita di pikiran kamu." ucap Sophia. Ano terkekeh.
"Kak Gerwyn ada pekerjaan di luar kota. Butuh waktu seminggu jadi dia membawa baju lumayan banyak." ucap Sophia.
"Oohhh." ucap Ano.
"Kamu sudah siap? Langsung berangkat gih." ucap Sophia. Ano mengangguk.
"Baik mbak." ucap Ano. Dia menyalim tangan Sophia.
"Mbak minta uang untuk jajan Dong." ucap Ano.
"Loh tumben banget minta." ucap Sophia.
"Aku mau ngajakin Enjelita untuk makan di luar mbak, gak apa-apa kan?" tanya Ano. Sophia seketika tersenyum.
"Ya udah nih, kamu jangan mengecewakan Enjelita." ucap Sophia. Ano mengucapkan terimakasih dia pun segera berangkat di antar oleh supir.
"Pak supir Tolong antar kan Ano kalau dia mau keluar sama teman-teman nya, kalau bisa di dampingi." ucap Sophia.
Pak supir mengangguk.
Setelah mereka pergi Sophia masuk ke rumah dia membawa cemilan yang banyak dari ruang tamu ke dalam kamar nya.
"Aku bebas, aku bebas hari ini, aku akan menghabis kan waktu untuk belajar dengan fokus tampa ada gangguan dari siapapun." ucap Sophia.
Dia sangat semangat untuk Belajar namun tidak beberapa lama dia sudah mengantuk saja.
Wajar saja jika dia mengantuk karena Gerwyn tidak berhenti mengganggu nya. Karena dia sedang menstruasi jadi Gerwyn tidak mendapatkan jatah nya, akhirnya dia mengganggu istri nya tidur melampiaskan nafsu nya.
Dia keluar.
"Nok Sophia mau ngapain? Biar saya bantu Non." ucap Bibik.
__ADS_1
"Tidak perlu Bik, terimakasih. Aku hanya ingin membuat Kopi agar tidak mengantuk.' ucap Sophia.
Setelah selesai membuat kopi dia langsung ke kamar. Dia melanjutkan belajar.
Sampai di siang hari dia Masih sangat fokus belajar. Sudah banyak buku yang di pelajari nya.
"Aarhhh akhirnya selesai juga, semoga yang aku pelajari tidak hilang begitu saja dari otak aku." ucap nya. Dia berbaring Memeriksa ponsel nya.
"Dia baru saja berangkat namun aku sudah merindukan Nya." ucap Sophia dia pun menelpon suami nya.
"Halo mas, apa mas sudah sampai?" tanya Sophia..
"Masih di perjalanan, ada apa?" tanya Gerwyn.
"Aku kangen." ucap Sophia. Gerwyn tiba-tiba tersenyum.
"Kita baru saja berpisah, bagaimana kalau satu Minggu." ucap Gerwyn.
"Ya udah deh kalau mas lagi di perjalanan, jangan lupa mengabari aku kalau sudah sampai yah." ucap Sophia.
"Baik sayang." ucap Gerwyn. Panggilan pun terputus akhirnya Sophia memilih untuk tidur.
Dia berbaring di tempat yang biasa Gerwyn tidur. "Wanginya Masih sangat ketinggalan di sini.' ucap nya akhirnya dia bisa tidur sambil mencium aroma khas milik suaminya.
Di tempat lain.
Vano baru saja kelar kerja. "Aku harus segera menemui Hena sebelum aku menyusul pak Gerwyn besok." ucap nya dia langsung membereskan semua buku-buku dan semua Barang-barang nya, namun ponsel nya tiba-tiba berdering.
"Enjel. Ada apa dia menelpon ku?" tanya Vano.
"Iyah Halo Enjel."
"Halo Vano, kamu lagi di mana? Aku dan mamah kamu sudah memutuskan untuk keluar hari ini, apa kamu juga mau keluar?" tanya Enjel.
"Seperti nya aku tidak bisa ikut deh, kamu Saja yah soal nya pekerjaan ku masih banyak.' ucap Vano..
"Oohhh ya udah kalau begitu kamu lanjut saja dulu." ucap Enjel langsung mematikan sambungan telepon.
Vano memasukkan ponsel ke dalam saku celana nya.
"Aku minta maaf yah mah gak bisa ikut." ucap Vano. Dia keluar dari ruangan itu terburu-buru.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah sakit. Vano mau masuk namun ternyata di dalam sangat ramai seperti nya itu adalah teman nya hena yang datang berkunjung.
__ADS_1
Setelah menunggu cukup kama akhirnya mereka pergi juga. Vano mau masuk namun sudah keburu dokter dan suster. Setelah menunggu lama lagi akhirnya dokter nya keluar. Dia pun bisa masuk.
"Ngapain kamu ke Sini lagi? Om Davit tidak ke sini dari kemarin." ucap Hena. Vano menunjukkan foto yang Ponsel nya pada Hena.