Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 151


__ADS_3

"Mbak belum siap dek." jawab Sophia. "Tapi kalau Mbak sudah menikah itu artinya mbak sudah siap memberikan anak pada kak Gerwyn. Itu yang di ajarkan guru kami." ucap Ano.


"Mbak minta maaf yah. Kamu pasti tidak nyaman karena masalah mbak." ucap Sophia. Ano memeluk Sophia.


"Sebaiknya mbak memeriksa nya, aku juga curiga mbak hamil. Mau yah mbak." ucap Ano mencoba membujuk Sophia.


Sophia masih kelihatan sangat berat sekali. Namun sepertinya Ano tidak berhenti membujuk nya. "Mbak mau kan?" tanya Ano.


"Baiklah-baiklah mbak akan pergi. Tapi setelah mbak siap." ucap Sophia. Ano Tersenyum dia mencium pipi Sophia.


Sophia merasa badan nya mulai lemas lagi, akhirnya dia istirahat tidur Siang.


Hena baru saja selesai makan di kontrakan nya, dia melihat ponsel nya berdering telepon dari orang tua nya.


"Halo Bu." Ucap Hena.


"Halo nak, bagaimana kabar kamu?" tanya orang tua nya. "Alhamdulillah baik Bu, kabar ibu dan Ayah bagaimana? "Tanya Hena.


Orang tua nya menjawab baik, perasaan nya lega.


"Bagaimana ujian kamu nak?"


"Sudah selesai Bu, semua nya lancar, doain yah supaya aku lulus Bu." ucap Hena.


"Pasti Nak." ucap Ibu nya.


"Oh iya kalau nanti kalau sudah libur, pulang yah nak." ucap Ibu nya. "Iyah Bu." jawab Hena.


Setelah melepas kan rindu dengan anak nya itu panggilan telepon pun langsung mati.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Hena membuka nya tanpa ragu. Namun dia sangat terkejut karena melihat Vano di balik pintu.


"Kenapa kamu pergi ke sekolah tidak ijin kepada ku? Kamu juga pulang ke sini tidak mengatakan apapun kepada ku." ucap Vano.


Hena menghela nafas panjang. Dia diam saja dan masuk. Vano mengikuti Hena masuk.


"Kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Vano.


"Apa yang harus aku katakan lagi? Bukan kah kamu tidak menyukai aku lagi?" tanya Hena.


Vano Menatap Hena. "Saya sudah minta maaf, kenapa kamu membahas tentang ini lagi?" ucap Vano.


"Aku ingin istirahat Vano. Lebih baik kamu pulang saja." ucap Hena.

__ADS_1


"Kamu mengusir aku?" ucap Vano. Hena diam. "Saya dalam keadaan emosi mengatakan itu Hena, apa kamu tidak bisa memaafkan aku?" ucap Vano.


"Aku sudah memaafkan kamu, aku juga salah pergi ke sana tidak memberi tahu kamu." ucap Hena. Vano tersenyum dia mendekati Hena.


"Tapi setelah libur aku harus pulang ke rumah orang tua ku." ucap Hena. "kenapa? Bukan nya kamu lanjut kuliah?" tanya Vano.


"Aku gak bisa melanjutkan kuliah ku, aku tidak mempunyai biaya. Orang tua ku meminta untuk aku pulang saja." ucap Hena.


Vano Menggeleng kan kepala nya.


"Kalau kamu pulang ke rumah orang tua kamu, bagaimana dengan aku?" tanya Vano. "Maafin aku." ucap Hena.


"Tinggal lah di sini aku mohon, aku akan menanggung semua nya, aku akan membayar kuliah kamu " ucap Vano.


Hena menggeleng kan kepala nya. "Ini adalah permintaan orang tua ku, aku pikir aku harus pulang menemani orang tua ku." ucap Hena.


Vano duduk lesu. "Apa kamu tidak memikirkan perasaan ku?" ucap Vano. "Aku mencintai kamu, aku memikirkan kamu, hanya saja aku tidak bisa membantah orang tua ku." ucap Hena.


"Kalau kamu tetap mau pulang saya akan meminta restu orang tua kamu untuk menikahi kamu." ucap Vano.


"Jangan bercanda Vano, aku tidak ingin kamu membuat kata pernikahan jadi permainan." ucap Hena.


"Aku tidak bercanda. Aku serius." ucap Vano. "Sudah lah, aku tidak mau membahas ini lagi." ucap Hena.


"Tidak semudah itu Vano. Orang tua mu tidak akan setuju. Tidak semua yang kamu inginkan terjadi." ucap Hena.


"Aku serius dengan kamu." ucap Vano. Hena menghela nafas panjang.


"Bukan nya aku tidak mencintai kamu, tapi aku harus pulang." ucap Hena. "Kamu harus tinggal di sini Hena. saya tidak akan bisa kalau tidak ada kamu di sini." ucap Vano.


Vano menundukkan kepalanya. Hena merasa iba dengan Hena.


"Aku tidak mungkin tinggal selama nya di rumah orang tua ku, aku hanya bercanda." ucap Hena. Vano mengangkat pandangan nya.


"Apa kamu bilang?" tanya Vano.


"Aku bercanda. Jangan sedih lagi." ucap Hena.


Vano merasa kesal telah di bohongi. "Aku tidak suka kamu bercanda seperti ini!" ucap Vano.


"Aku harus memberikan hukuman pada kamu. Kamu terlalu jahat kalau berbicara." ucap Hena.


Vano Duduk cemberut. Hena tersenyum dia memeluk Vano dari samping nya.

__ADS_1


"Kamu jangan cemberut gitu dong, kan jadi jelek." ucap Hena. "Jangan menangis." ucap Hena menghapus air mata Vano.


"Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi Hena, saya tidak memiliki siapapun untuk tempat istirahat." ucap Vano.


"Aku akan selalu ada untuk kamu." ucap Hena memeluk Vano. Vano memeluk Hena.


"Kamu pasti sangat mencintai aku sehingga tidak mau aku pergi kan?" ucap Hena.


Vano cemberut. "Senyum dong." ucap Hena. Vano di paksa tersenyum oleh Hena.


"Setelah tamat sekolah kamu Akan bekerja?" tanya Vano. Hena menganguk.


"Kenapa tidak kuliah? aku akan membiayai semua nya." ucap Vano. "Terimakasih yah sayang, tapi aku tidak mampu menyusahkan kamu, aku tidak mau merepotkan kamu." ucap Hena.


"Kamu sama sekali tidak merepotkan aku, aku sama sekali tidak keberatan." ucap Vano.


"Sebaiknya aku bekerja, aku juga dari awal sudah niat langsung bekerja, aku mau membantu kedua orang tua ku." ucap Hena. "Kamu yakin?" tanya Vano. Hena menganguk.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau, aku mendukung apa pun pilihan kamu." ucap Vano. "Terimakasih yah." ucap Hena mencium pipi Vano.


Vano melihat jam dinding. "Ya Ampun aku lupa." ucap Vano kaget. "Ada apa ?" tanya Hena.


"Aku harus kembali ke kantor." ucap Vano. Vano mencium pipi Hena dan langsung pergi. "Tunggu aku di sini." ucap Vano dan setelah itu langsung pergi.


Di malam hari nya...


Vano dan Gerwyn baru saja keluar dari perusahaan tersebut itu.


Namun ternyata Lisa mencari dia dan menunggu nya di depan perusahaan.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Gerwyn. "Aku ke sini karena merindukan kamu sayang." ucap Lisa.


Gerwyn menepis tangan Lisa dari dadanya.


"Berhenti bermain-main dengan Ku." ucap Gerwyn.


"Aku sudah jauh-jauh dan sudah lama menunggu kamu di sini, namun kamu memperlakukan seperti ini?" ucap Lisa.


"Kamu mau saya melakukan apa untuk kamu?" ucap Gerwyn.


"Aku tau kalau kamu Masih mencintai aku, aku hanya butuh di samping kamu saat ini, aku hanya ingin kamu selalu ada untuk ku." ucap Lisa.


"Aku tidak akan tergoda lagi oleh mu, menjauh lah dari kehidupan ku, sebelum saya bertindak tegas." ucap Gerwyn dengan tegas meninggalkan Lisa

__ADS_1


__ADS_2