Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Ano Mimpi buruk


__ADS_3

Papah nya terdiam. Vano seakan tau jawaban papah nya dia langsung keluar.


Vano berlari meninggalkan Rumah sakit namun tidak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf-maaf, saya tidak sengaja." ucap Vano.


"Vano kamu kenapa?" tanya Enjel.


Vano menghapus air mata nya dia menggeleng kan kepala nya. "Tidak apa-apa kok." jawab Vano.


"Kamu nangis? Kenapa?" tanya Enjel terlihat sangat khawatir.


Vano diam. "Kamu lagi ada masalah yah? Cerita sama aku, Siapa tau aku bisa bantuin kamu. Lagian kenapa kamu bisa di sini?" tanya Enjel lagi.


"Aku melihat teman. Kamu sendiri kenapa bisa di sini?" tanya Vano. "Oohh aku sama Sophia tadi melihat Hena yang sakit. Eh ternyata Tas aku ketinggalan di ruangan Hena." ucap Enjel.


"Oohh begitu. Kalau begitu kamu pergi lah Ambil, aku Akan menunggu di sini." ucap Vano.


"Kamu gak sekalian Jengukin Hena? Dia habis operasi." ucap Enjel. Vano menggeleng kan kepala nya.


Enjel pun pergi ke ruangan Hena. Dia masuk Tampa mengetuk pintu sama sekali karena takut mengganggu kenyamanan Hena.


Dia masuk dan kaget melihat Om Davit di dalam.


Tidak beberapa lama dia langsung keluar.


"Kenapa wajah kamu seperti itu?" tanya Vano. "Gak apa-apa kok. Ayo minum di Cafe dekat-dekat disini." Ajak Enjel langsung.


Mereka pun meninggalkan rumah sakit. Setelah sampai di cafe mereka pun memesan Kopi. "Sebenarnya kamu punya masalah apa sih? Aku yakin kamu pasti mempunyai masalah yang tidak bisa kamu hadapi Sampai kamu menangis, karena Vano yang aku kenal adalah pria yang kuat tidak pernah menangis." ucap Enjel.


"sudah lipan saja tidak perlu di bahas lagi," ucap Vano.


"Baiklah kalau begitu, aku paham kok. Nanti kalau kamu butuh teman curhat, sama aku saja." ucap Enjel memegang tangan Vano.


Vano mengangguk sambil tersenyum.


"Ayo di minum agar lebih rileks Saja." ucap Enjel.


"Sayang kamu mau langsung tidur?" tanya Gerwyn pada Sophia yang masuk ke kamar namun langsung ke kasur.


"Iyah mas, aku masih ngantuk soal nya." ucap Sophia.


"Ke kamar mandi dulu untuk bersih-bersih." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk dia langsung ke kamar mandi.


Tidak beberapa keluar dia melihat Mile Masih sibuk dengan kertas-kertas di atas meja nya.


"Masih lama yah kerja nya?" tanya Sophia.

__ADS_1


"Humm Masih lama lagi, kamu tidur aja duluan." ucap Gerwyn.


Sophia mendekati Gerwyn. Dia tiba-tiba mengangkat tangan suami nya agar dia bisa duduk di pangkuan suami nya namun berhadapan.


Gerwyn kebingungan.


"Pagi, Siang dan sore kamu bekerja dan malam juga bekerja, kapan kita mempunyai waktu yang luang untuk menikmati hari-hari." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum. "Ya sudah kalau begitu saya akan berhenti dan menemani istri saya yang sangat manja ini untuk tidur." ucap Gerwyn mencium singkat bibir istri nya.


Sophia memasang wajah cemberut. Gerwyn mematikan Laptop nya dan menutup. Dia langsung menggendong istri nya ke kasur.


"Ya udah kamu tidur yah sayang." ucap Gerwyn mengelus rambut Sophia dan mencium kening nya.


Sophia dengan manja memeluk suami nya.


Gerwyn tersenyum dia terus mengelus rambut Sophia Sampai dia nyenyak. Namun tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk.


Ano langsung membuka karena sudah di suruh oleh Gerwyn. "Ada apa Ano?" tanya Gerwyn.


"Humm aku boleh tidur di sini gak Kak? Aku mimpi buruk." ucap Ano.


Gerwyn menarik tangan nya dari leher istri nya yang sudah tidur lelap. "Mimpi buruk apa?" tanya Gerwyn sambil membawa Ano ke Dekat nya..


Memegang badan Ano yang sudah merinding dan dingin membuat nya khawatir.


"Itu hanya mimpi. Kamu tidur sama kakak saja yah." ucap Gerwyn.


"Tapi kak, aku takut." ucap Ano.


"Ada kakak yang di sini jagain Kamu sama Mbak Sophia, jangan takut yah." ucap Gerwyn.


Setelah selesai menidur kan Istri nya sekarang adik ipar nya.


Sudah lama mereka berbaring dia berfikir kalau Ano sudah tidur rupa nya belum.


"Kenapa belum tidur?" tanya Gerwyn.


"Aku tidak bisa tidur kak, aku takut." ucap Ano. Sophia terbangun.


"Loh Ano, kamu kok bisa di sini?" tanya Sophia dengan suara serak.


"Dia tidak bisa tidur, jadi dia mau tidur di sini." ucap Gerwyn.


"Oohhh. Ya sudah sini." Sophia memeluk adik nya.


Dan tidak beberapa lama mereka berdua tertidur begitu nyenyak.

__ADS_1


Gerwyn Melihat nya tersenyum dia juga ikut memeluk mereka berdua dan dia tidur.


Keesokan harinya. Gerwyn dan Ano sudah siap-siap, sementara Sophia Masak di dapur bersama Bibik menyiapkan bekal untuk Adik dan suami nya.


"Selamat pagi Sophia." sapa Enjel. "Pagi juga. Kamu mau kemana sudah rapi saja?" tanya Sophia.


"Kau mau kerumah nya orang tua Vano pagi ini." ucap Enjel.


"Emang ada apa? Kelihatan nya kamu buru-buru banget." ucap Sophia.


"Enggak kok, aku hanya bangun terlalu pagi saja itu sebab nya aku langsung siap-siap." ucap Enjel. "Oohhh." ucap Sophia.


"Sini aku bantuin bawa ke atas meja." ucap Enjel.


"Tidak usah Enjel, kamu sudah cantik pakai baju putih lagi." ucap Sophia.


"Aku bisa kok." ucap Enjel. "Ya udah deh kalau kamu maksa." ucap Sophia. Enjel tersenyum.


"Humm rajin banget nih." ucap buk Linda. Enjel tersenyum. Mereka semua berkumpul di meja makan.


"Kamu mau kemana Enjel sudah rapi?" tanya Gerwyn. "aku mau berkunjung ke rumah orang tua Vano om." ucap Enjel.


"Loh bukannya hari ini Vano tidak bilang kalau dia mempunyai jadwal yang sangat padat?" tanya Gerwyn.


"Gak Bilang sih, tapi aku pergi ke sana sendiri." ucap Enjel.


"Kalau kamu sendiri sekalian bawa Sophia saja agar dia mengenal Sophia." ucap Gerwyn.


"Tidak Masalah, asalkan Sophia nya juga mau." Enjel.


"Aku mau kok." ucap Sophia. Enjel tersenyum.


Mereka pun langsung makan.


"Maafin kakak yah gak bisa nganterin kamu ke sekolah lagi." ucap Gerwyn pada Ano.


"Gak apa-apa kok kak." ucap Ano Sambil menyalim tangan nya.


"Nih bekal kamu dek, yang rajin yah belajar nya." ucap Sophia. Ano mengangguk.


"Ano jangan lupa ajak Enjelita juga ke sini yah." ucap Buk Linda. Ano tersenyum malu.


"Ya udah kamu berangkat gih, hati-hati yah." ucap Buk Linda. Supir pun mengantar kan Ano sekolah.


Gerwyn juga berangkat ke kantor setelah Vano datang.


"Aku siap-siap dulu yah Enjel, kamu tungguin aku." ucap Sophia. Dia langsung ke kamar mandi dan segera siap-siap.

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa seger seperti ini, aku bisa tidur tenang karena Ano tidur di kamar tadi malam." ucap nya


__ADS_2