
Sophia pun keluar membiarkan Gerwyn sendirian, dia melanjutkan cuciannya.
"Ada apa Non? Kenapa saya dengar Pak Gerwyn marah?" tanya Bibik yang khawatir terjadi apa-apa.
"Tidak ada apa-apa kok bik, Bibik jangan terlalu khawatir," ucap Sophia. Bibik pun mengangguk mengerti. Sophia melanjutkan mencuci.
Malam hari Sophia menyiapkan makan malam.
"Sophia kamu jangan terlalu lelah, nanti kalau kamu sakit lagi bagaimana?" tanya buk Linda. Sophia hanya tersenyum dia melihat Gerwyn yang baru keluar dari kamar nya.
"Loh mamah fikir kamu keluar eh ternyata masih di rumah." ucap buk Linda pada Gerwyn.
"Aku mau istirahat Mah. Namun ternyata sama sekali tidak bisa istirahat." ucap Gerwyn menatap Sophia. Sophia langsung menunduk kan kepala nya.
"Ya udah makan dulu yok." buk Linda membawa Gerwyn duduk. "Ano udah dulu main nya, ayo buruan makan." panggil Buk Linda, Ano yang sedang main pun langsung berlari ke ruang makan.
"Sudah biar Bibik saja yang lanjutin, kamu duduk dan makan lah." ucap Buk Linda pada Sophia.
"Rapikan ruang kerja saya dulu." ucap Gerwyn.
"Ini waktu nya untuk makan, kenapa kamu meminta nya untuk bekerja?" tanya buk Linda pada Gerwyn.
"Itu sudah tugas dia Mah," ucap Gerwyn. Buk Linda kebingungan.
"Gak apa-apa kok Tante, Tante sama yang lain lanjut makan dulu, aku membersihkan Ruangan itu dulu." ucap Sophia langsung pergi meninggalkan meja makan.
"Kamu ada masalah apa sama istri kamu? kenapa kamu tidak ada harmonis atau menghargai istri kamu sama sekali!" ucap buk Linda.
Gerwyn hanya diam saja.
"Kamu tau kalau istri kamu sering kamu sakiti itu akan berdampak buruk sama kamu. Kalau bukan kamu yang terkena masalah pekerjaan kamu terbengkalai." ucap Buk Linda.
"Sudah lah buk, bukan nya tugas seorang istri itu mengabdi pada suami? Melakukan perintah suami nya?" ucap Gerwyn.
"Iyahh tapi kamu melakukan dia seperti pembantu di rumah ini, dia sudah dari pagi lelah giliran mau makan kamu meminta nya untuk bersih-bersih." ucap buk Linda.
__ADS_1
Gerwyn menghela nafas panjang.
"Asal Mamah tau yah aku menikah dengan dia bukan karena cinta, ini hanya tuntunan beberapa orang lain, Mamah sendiri yang memaksa aku menikah." ucap Gerwyn.
Buk Linda terdiam dia menghela nafas panjang menatap Gerwyn.
"Kenapa sangat jahat nak? Kenapa kamu membohongi Mamah? Bahkan Mamah sudah mencoba untuk menerima Sophia, dan pada nyata nya dia adalah perempuan baik-baik, dia anak yang lembut dan juga apa adanya." ucap Buk Linda.
"Terserah Mamah. Intinya Mamah jangan heran kalau aku dengan dia kurang akur.' ucap Gerwyn. Buk Linda terdiam. sementara Ano mendengar kan namun tidak mengatakan apapun.
Sophia di ruang kerja Gerwyn. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaan nya, ruangan yang cukup luas itu sekarang sudah sangat bersih dan rapih.
"Huff akhirnya selesai juga." ucap Sophia. Dia keluar namun sudah melihat meja makan tidak ada orang dia pun Makan sendiri.
Setelah selesai makan dia memeriksa keberadaan Adek nya dan ternyata Ano sudah tidur di kamar nya. Sophia tersenyum.
"Tidur yang nyenyak yah dek, maafin kakak belum bisa membuat kamu bahagia." ucap Sophia.
Sophia mencium Ano dan setelah itu keluar.
Dia berdiri di depan pintu kamar Gerwyn, dia sangat takut mau masuk tapi dia harus masuk. Dia masuk ternyata Gerwyn sudah tidur, dia merasa sangat lega.
"Aku tidak sabar sebentar lagi mau lanjut Magang, aku sudah bosan di rumah." ucap Sophia. Dia melihat ponsel nya mati ya tidak bisa hidup sama sekali membuat merasa sedih.
"Aku sangat merindukan Adit, aku yakin dia pasti sangat khawatir aku tidak ada kabar." batin Sophia. Karena dia sudah sangat lelah dia tidur di sofa sambil memeluk tas dan juga ponsel nya.
Keesokan harinya Gerwyn bangun, dia melihat jam sudah jam delapan pagi. "Hoaamm!!" Gerwyn meregangkan otot-otot nya dia melihat sofa sudah tidak ada Sophia.
Dia melihat pakaian stelan ke kantor sudah ada di atas kasur untuk di pakai oleh Gerwyn. dia langsung ke kamar mandi.
"Pagi Mamah," sapa Gerwyn baru keluar dari kamar.
"Pagi juga Nak, kamu sarapan dulu yah baru berangkat ke kantor, istri kamu rela bangun pagi untuk bantuin Bibik masak." ucap buk Linda.
"Aku buru-buru mah."
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu nih bawa bekal aja, nanti makan di kantor yah." ucap buk Linda. Gerwyn mengambil nya dan pamit pada Ibu nya.
Namun dia tidak melihat Ano yang biasa main, dia juga tidak melihat Sophia yang selalu bersama buk Linda.
"Ah sudahlah aku tidak perduli." Gerwyn pun pergi.
Di kantor dia di sambut hangat oleh Vano.
"Selamat pagi Pak, semua data-data yang bapak minta tadi malam sudah lengkap tidak ada yang kurang." ucap Vano.
"Kerja bagus! Saya akan memberikan bonus untuk kamu bulan ini, karena itu data-data yang sangat penting." ucap Gerwyn.
"Ini untuk kamu." ucap Gerwyn memberikan bekal pada Vano. "Terimakasih banyak Pak." ucap Vano.
"Humm Wangi nya sangat lezat. Pak Gerwyn kebiasaan kalau di kasih bekal bukan nya di makan." ucap Vano.
Buk Linda sangat sering memberikan Gerwyn bekal, namun Gerwyn selalu memberikan pada karyawan nya, namun kali ini Vano yang mendapat kan nya.
Di siang hari Vano dan Gerwyn sedang berdiskusi di sebuah Cafe yang cukup Jauh dari perusahaan, kebetulan mereka ada kerjaan keluar dan ingin mencari suasana yang berbeda agar bisa lebih fokus kerja nya.
Tidak sengaja Gerwyn melihat Okta dengan suami nya datang dan makan di sana. Di saat Okta ke toilet Gerwyn langsung mengikuti nya.
"Okta!" Gerwyn langsung memeluk Okta dari belakang.
"Apa-apaan ini?" Okta marah.
"Aku mohon kembali lah pada ku, aku akan melakukan apapun yang kamu mau, aku sangat merindukan kamu aku mencintai kamu." ucap Gerwyn memeluk Okta sangat erat.
"Lepas! Lepasin!" Gerwyn tidak mau dia memaksa mencium bibir Okta namun Okta tidak mau dia menampar wajah Gerwyn.
"Jangan mencoba untuk berfikir aku balik lagi sama kamu yah Gerwyn, aku sudah bosan aku tidak mencintai kamu lagi, kamu juga sudah menikah dan aku sudah menikah." ucap Okta.
Gerwyn memohon pada Okta.
"Aku tau kamu akan ke Dubai menetap di sana aku gila membayang kan itu, aku tidak bisa tidak bertemu dengan kamu, aku masih sangat mencintai kamu." ucap Gerwyn.
__ADS_1
Okta meninggal kan Gerwyn di kamar mandi yang berlutut memohon pada nya.
Mampir kecerita baru ku dong. Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku. Semangatin author dengan like yang banyak, komentar dan juga vote sebanyak-banyak nya 🙏🙏❤️