Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Hena bingung dengan dirinya


__ADS_3

Om Davit melihat wajah istri nya membuat nya sangat sedih. Namun tiba-tiba Ada mobil yang datang yang dia tau pasti itu adalah mobil Anak nya Vano.


Dia masuk ke dalam mobil nya.


Dari jauh dia melihat Vano turun dari mobil itu namun di bantu oleh beberapa orang. Dan dia masih memakai baju rumah sakit dan juga banyak perban di badan nya.


"Ada apa dengan Vano?"ucap Om Davit.


"Mah." sapa Vano sambil tersenyum memeluk Mamah nya.


"Alhamdulillah akhirnya kamu pulang juga ke rumah nak, Mamah sangat senang." ucap mamah nya.


"Maafin aku mah sudah membuat Mamah khawatir." ucap Vano. Tidak beberapa lama kakak laki-laki nya datang bersama istri nya menjenguk adik nya itu.


Om Davit memberanikan diri masuk ke dalam.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam.." Jawab semua nya sama-sama sambil menoleh ke arah pintu.


Suasana yang tadi nya sangat ceria seketika sekarang menjadi tegang.


"Aku istirahat dulu yah Mah. kak." ucap Vano meninggal kan ruang tamu.


"Ternyata Papah masih ingat pulang. Aku pikir Papah sudah tidak akan kembali lagi ke rumah ini." ucap istri nya.


"Maafin Papah." ucap Om Davit. Istri nya hanya diam saja.


"Mah lebih baik kami pulang yah." ucap Anak tertua nya.


"Baiklah hati-hati di jalan." ucap Mamah nya. Tinggal lah hanya Om Davit dengan istri nya.


"Kalau papah tidak ada keperluan lagi, Mamah Akan istirahat."


Tiba-tiba om Davit menahan kursi roda istri nya.


"Papah sudah minta maaf, kenapa Mamah mengabaikan Papah?" tanya Om Davit. Istri nya tersenyum menatap wajah suaminya.


"Bukan kah aku tidak ada gunanya lagi untuk Papah? Untuk apa papah kembali lagi ke rumah ini?" tanya istri nya.

__ADS_1


"Aku rasa hidup Papah deh wanita-wanita yang cantik tidak cacat seperti aku jauh lebih sempurna."


"Mamah berbicara apa sih?" tanya om Davit.


"Aku sudah tau kok Pah. Sebenarnya papah menyimpan wanita muda yang bernama Hena di salah satu perumahan kita kan?" tanya Istri nya.


"Bukan Mah, Siapa yang bilang seperti itu?" tanya om Davit.


"Ini apa? aku melihat langsung kamu mendatangi dia ke rumah itu." sambil menunjuk kan foto waktu di depan rumah kebetulan juga Hena menyambut om Davit cukup manis.


"Papah bisa menjelaskan nya. Mamah jangan Salah paham dulu." ucap Om Davit.


"Tidak perlu ada yang di jelaskan lagi Pah. Aku tidak membutuhkan kamu lagi, aku tidak membutuhkan pria seperti ini. Kalau bukan memikirkan nama baik aku akan meminta pisah." ucap istri nya.


"Mah.." om Davit mau memegang tangan istri nya namun istri nya tidak mau.


"Jangan pernah sentuh aku dengan tangan kamu itu. Aku sangat jijik."


Om Davit benar-benar sangat tertampar dengan kata-kata istri nya.


"Papah sangat menyesal mah, maafin papah." ucap Om Davit. "Tidak ada yang bisa aku maafin, aku sudah berusaha ikhlas namun papah datang tiba-tiba. Aku sangat membenci pria seperti papah dasar tidak ingat umur!" Maki istri nya.


"Mah, mah tunggu dulu. Berikan papah kesempatan lagi untuk memperbaiki nya." ucap Om Davit namun istri nya tidak perduli dia langsung meninggalkan dia.


"Aaargggh!!!" Vano meninju dinding kamar nya.


Sophia baru saja sampai di rumah lama Hena dia melihat rumah itu sudah kosong bahkan security sudah menjelaskan kalau Hena sudah pindah.


Sophia menghubungi Hena langsung di jawab oleh Hena.


"Alhamdulillah akhirnya kamu menjawab nya juga Hena, kamu lagi di mana?" tanya Sophia.


"Maafin aku yah gak balas chat kamu, aku tidak ingin di ganggu." ucap Hena.


"Aku sekarang di rumah kamu, namun kata security kamu sudah pindah, kamu pindah ke Mana? Kamu jangan membuat aku khawatir." ucap Sophia.


Hena memberitahu dia ada di mana dan akhirnya Sophia langsung ke sana.


"Ya ampun Hena kenapa kamu pindah gak bilang-bilang?" tanya Sophia.

__ADS_1


"Maafin aku, tapi aku ingin sendiri untuk saat ini, aku mohon jangan beritahu siapa aku tinggal di sini." ucap Hena.


"Baiklah kalau begitu. Aku paham kok." ucap Sophia dia duduk di sofa ruang tamu.


"Rumah ini cukup nyaman walaupun lebih kecil dari pada rumah yang aku tempati sebelum nya, ini juga dekat dari sekolah." ucap Hena.


"Kamu ada masalah sama om Davit? Tidak biasa kamu banyak diam seperti ini, Coba cerita sama ku Hena." ucap Sophia.


"Aku baik-baik saja Sophia, aku hanya ingin menghindari Om Davit saja." ucap Hena. Sophia Menatap wajah Hena.


"Aku tidak pernah melihat kamu sebelum nya seperti ini, aku tidak yakin karena om Davit." ucap Sophia.


"Kamu harus percaya, aku hanya ingin menghindari dia, dan aku juga sangat khawatir tentang nilai ku." ucap Hena.


"Ayolah Hena, aku bukan anak kecil yang bisa kamu bohongi lagi. Sudah cukup selama ini kamu membohongi aku soal pekerjaan kamu, aku kenal kamu tidak satu tahun dua tahun." ucap Sophia.


"Percaya lah aku akan menyimpan rahasia kamu baik-baik, Aku akan membantu kamu." ucap Hena.


Hena menatap mata Sophia.


"Sebenarnya aku sangat ingin bercerita pada kamu Sophia, namun aku juga bingung mulai dari mana, aku tidak tau apa yang membuat aku seperti ini sekarang, namun aku benar-benar tidak bisa melupakan dia." batin Hena.


Hena memeluk Sophia.


"Terimakasih yah Sophia sudah perduli pada ku, namun aku baik-baik saja kok. Cukup kamu di sini sudah membuat ku senang." ucap Hena.


"Baiklah kalau begitu. Kalau kamu tidak mau cerita Sekarang aku akan menunggu sampai kamu jujur, kalau butuh teman curhat aku akan Selalu ada." ucap Sophia.


Hena mengangguk sambil tersenyum.


"Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana sehingga tidak terasa sudah Sore.


"Sophia kamu Temanin aku untuk jalan-jalan keluar mau yah, aku butuh teman." ucap Hena. Sophi melihat jam sudah jam empat sore.


"Tapi kalau kamu tidak bisa gak apa-apa kok." ucap Hena.


"Hena aku mempunyai suami aku harus pulang cepat, namun aku juga tidak tega menunggu kamu." ucap Sophia.


"Aku sangat butuh kamu sekarang Sophia." ucap Hena. Sophia menghela nafas panjang akhirnya dia memutuskan untuk menemani Hena dulu namun dia tidak lupa ijin pada suami nya.

__ADS_1


Gerwyn sudah sampai di rumah dari tadi sedang asyik menonton di ruang tamu bersama Ano tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponsel nya dia melihat dari suami nya.


"Mas aku pulang Telat hari ini, aku minta maaf karena aku harus menemani Hena, dia terlihat sangat Sedih." ucap Sophia.. Gerwyn hanya bisa menghela nafas panjang.


__ADS_2