Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Bu Linda akhirnya sampai di rumah


__ADS_3

Mereka pun masuk kedalam kelas. Melihat soal-soal sudah datang membuat Hena sedikit gugup selalu berbeda dengan Sophia yang terlihat sangat santai sekali.


Sophia mengerjakan soal nya dengan sangat fokus agar tidak ada kesalahan nanti nya.


Beberapa jam kemudian mereka sudah selesai ujian, ada pertemuan beberapa murid dan setelah pertemuan itu seperti biasa Riki menghampiri Sophia dan Hena mengajak Makan siang.


"Sophia! Hena. Kalian sudah makan siang belum? ayo makan siang dulu." ajak RIki. Sophie menoleh ke arah Hena.


"Tidak baik menolak kebaikan orang lain." ucap Riki. Akhirnya mereka pun mengikuti Riki kemana dia mau.


Tidak jauh dari sekolah ada restoran mereka pun makan bersama di sana. Mereka Makan begitu lahap sekali.


"Riki, Sophia aku pulang duluan gak apa-apa kan?" tanya Hena setelah selesai makan.


"Loh kenapa? Kan baru selesai makan, tidak biasa nya kamu buru-buru." ucap Sophia.


"Biasa lah Sophia. Oh iya kali ini aku yang bayarin Makanan nya." ucap Hena. "Eits tidak perlu, aku saja yang membayar nya, Kalau kamu ada kerjaan mendadani ya udah pulang saja. Hati-hati di jalan." ucap RIki.


"Humm tidak sia-sia ketua kelas dekat dengan kita Sophia, dia sungguh royal." ucap Hena.


"Idihh dasar wanita penggoda. Ketua Kelas saja mau di porotin." Tiba-tiba Wanita yang sering sinis sama mereka mendengar percakapan itu.


"Kenapa? Kalian iri?" ucap Hena.


"Sudah Hena, lebih baik kamu pergi saja." ucap Sophia.


Setelah Hena pergi Sophia dan Riki tinggal hanya berdua saja.


"Sebaiknya aku juga pulang yah." ucap Sophia. "Tunggu dulu." ucap Riki menahan tangan Sophia. Sophia kaget karena Riki memegang tangan nya.


"Maaf-maaf." ucap Riki.


Wanita yang suka sama Riki merasa cemburu melihat itu.


"Humm kok perasaan ku gak enak yah, aku takut salah satu orang suruhan mas Gerwyn mengikuti ku melihat ini." ucap Sophia dalam hati.


"Aku harus segera pulang karena adik ku pasti menunggu. Aku tidak bisa lama-lama di sini." ucap Sophia.


"Oohh begitu yah, padahal aku hanya minta saran kamu saja tadi nya." ucap Riki.


"Saran apa?" tanya Sophia.


"Besok saja lah," ucap Riki. Sophia menatap bingung namun dia juga harus segera pergi dari sana.

__ADS_1


"semoga saja tidak ada yang melapor kan ku pada mas Gerwyn, kalau itu terjadi tamat lah riwayat ku." ucap Sophia.


"Karena Vano aku harus segera pulang ke rumah, biasa nya aku bertemu teman-teman ku Dulu. Aku juga hari ini mau main ke rumah Sophia dan belajar bersama." batin Hena.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah, tidak Lupa membawa kantong belanjaan nya tadi. Dia membeli buah, makanan dan juga bahan-bahan dapur yang bisa di Masak.


"Assalamualaikum." ucap Hena membuka pintu kamar. Namun ternyata Vano sedang tidur.


"Dia tertidur, nanti saja Makan nya." ucap Hena meletakkan makanan di atas meja. Vano perlahan membuka mata nya.


"Kamu sudah pulang?" ucap Vano. Hena Mengangguk.


"Apa kamu membawa sesuatu yang bisa di Makan? Saya sangat lapar sekali." ucap Vano. "Aku membeli makanan dari luar." ucap Hena.


Vano bangun.


Hena langsung memberikan nya pada Vano. Vano makan sangat lahap sekali.


"Ya ampun aku kok bisa lupa sih memberikan dia sarapan tadi pagi?" batin Hena dia sangat merasa bersalah. Dia melihat air putih yang di dalam teko sudah hampir habis sementara pagi tadi Masih sangat banyak.


Kali ini makanan yang di beli oleh Hena habis oleh nya.


setelah selesai makan Vano memegang perut nya. Setelah menahan lapar tiba-tiba mengisinya dengan penuh akan terasa sangat sakit.


"Wajar saja, karena saya di sini jadi beban untuk kamu." ucap Vano. Hena terdiam. Tiba-tiba bel rumah berbunyi.


"Aku membuka pintu dulu." ucap Hena. Dia keluar dan tidak beberapa lama kembali ke kamar bersama Gerwyn.


"Bagaimana keadaan kamu Vano?" tanya Gerwyn.


"Sudah mulai membaik pak." ucap Vano.


"Bagaimana kamu bilang ini baik-baik saja? kamu kehilangan banyak berat badan." ucap Gerwyn.


Vano diam.


"Hena bilang keadaan kamu tidak baik kalau di sini, dia juga tidak bisa merawat kamu, lebih baik kamu di rawat di rumah sakit." ucap Gerwyn.


"Tapi pak." ucap Vano.


"Tidak ada tapi-tapian, saya tidak ingin kamu mati konyol saat Masih Bekerja dengan saya!" ucap Gerwyn.


Vano diam. Akhirnya Gerwyn meminta orang-orang nya membantu membawa Vano. Vano menatap Hena yang kelihatan nya tidak keberatan dia di bawa pergi.

__ADS_1


Sophia baru saja sampai di rumah.


"Loh mas Gerwyn mana? Katanya tidak kerja hari ini." ucap Sophia. "Bik mas Gerwyn mana?" tanya Sophia.


"Humm tadi sekitar jam sebelas Siang keluar Non. Gak tau mau kemana tapi bapak bilang hanya keluar sebentar." ucap Bibik.


"Kemana yah?" ucap Sophia bingung. Dia masuk ke kamar untuk mandi karena badan nya terasa gerah sekali.


"Non Sophia. Ibu sudah datang." ucap Bibik mengetuk pintu. Sophia baru saja keluar dari kamar mandi dia langsung memakai baju dan langsung keluar.


"Apa kabar kamu nak?" tanya Bu Linda.


"Alhamdulillah baik Bu, Ibu bagaimana kabar nya? Kenapa Mamah hari ini sampai nya? bukan kah seharusnya kemarin?" tanya Sophia.


"Mamah Singah di rumah keluarga ibu dulu." ucap Bu Linda.


Sophia memeluk ibu mertua nya.


"Aku senang akhirnya mamah mau kembali lagi ke sini, semoga saja Mamah tidak sakit lagi dan sehat selalu." ucap Sophia.


"Amin." ucap Bu Linda.


"Oh iya Gerwyn mana? Apa dia masih bekerja? Dia janji akan menunggu mamah di rumah." ucap Bu Linda.


"Aku gak tau mah, Tapi hari ini mas Gerwyn bilang tidak kerja, aku juga baru pulang mah." ucap Sophia.


"Huff dasar Gerwyn." ucap Bu Linda.


"mamah Sudah makan? ayo Makan dulu," ajak Sophia. Mereka pun makan, sebenarnya Sophia sudah makan namun dia harus menekan Mertua nya makan.


Tidak beberapa lama Gerwyn pulang.


"Assalamualaikum mamah." ucap Gerwyn yang baru saja pulang bersama Ano. "Walaikumsalam." jawab mereka berdua.


"Ibu..." ucap Ano langsung memeluk Bu Linda, Gerwyn juga ikut mereka memeluk erat Bu Linda.


"Ternyata bukan hanya aku saja anak mamah, sudah ada yang kecil," ucap Gerwyn. Bu Linda dan Sophia tersenyum.


"Ibu tau tidak di sekolah tadi aku mendapatkan nilai yang sangat bagus sekali." ucap Ano.


"Wahh Bagus dong, ini baru namanya anak ibu." ucap Bu Linda mencium pipi Ano.


Gerwyn duduk di samping Sophia.

__ADS_1


"Mas dari mana saja? mas bilang tidak bekerja hari ini, namun tidak ada di rumah." ucap Sophia.


__ADS_2