
"Saya di suruh." ucap Pak putra. Gerwyn tertawa.
"Bapak sudah tua sebaiknya Bapak jujur, cerita kan semua nya apa yang terjadi karena saya bukan orang bodoh." ucap Gerwyn.
"Saya di suruh oleh lawan Tuan pada saat itu." ucap Pak putra.
"Saya tau kalau bapak di suruh oleh orang lain. Namun bapak tidak menginyakan nya karena bapak melakukan itu demi keuntungan sendiri. Bapak ingin menguasai semua bisnis papah saya." ucap Gerwyn.
Pak putra menggeleng kan kepala nya. Tiba-tiba Nisa datang di bawa oleh orang suruhan Gerwyn.
"Wanita ini ikut dalam pembunuhan Tuan." ucap anak buah Gerwyn. Gerwyn menatap Wajah Nisa.
"Saya ingin Kalian jujur. Jangan membuat saya mengungkapkan semua nya sendiri." ucap Gerwyn.
"Iyah aku yang meminta Pak putra untuk membunuh papah kamu." ucap Nisa. Gerwyn Menghela nafas panjang.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Gerwyn.
"Hubungan kita tidak di restui oleh papah kamu pada saat itu, dia juga yang meminta ku untuk meninggalkan kamu, dia mengancam ku." ucap Nisa.
Gerwyn menggeleng kan kepala nya..
"Percaya atau tidak tapi aku sangat muak karena aku tidak bisa berbuat apa-apa, dan pada akhirnya aku meminta pak putra membunuh nya." ucap Nisa.
Gerwyn sangat emosi, wajah nya sangat merah menahan Emosi nya, kenapa kalian sangat tega sekali?" ucap Gerwyn.
Gerwyn menatap Wajah pak putra.
"Dasar penghianat!" ucap Gerwyn menembak Pak Putra.
"Ayah......" Sophia berteriak ketika Gerwyn Tampa Segan-segan menembak Pak putra. Karena teriakan Sophia Gerwyn tidak tepat sasaran di dada melainkan di lengan nya.
Gerwyn melihat Sophia sudah berdiri di depan pintu sambil menutup mulut nya dan menangis, badan nya bergemetar.
Bibi kaget kenapa ada Sophia di sini. Begitu juga dengan Gerwyn.
"Ayah.." Ucap Sophia mendekati Ayah nya. tangan pak putra sudah berlumuran darah yang sangat banyak.
"Kenapa kamu sangat tega mas." ucap Sophia.
"Ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan Sophia." ucap Gerwyn.
Sophia tidak mau di sentuh oleh Gerwyn.
"Jangan menyentuh ku." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang.
"Sophia.. Anak ayah.." ucap Pak putra.
__ADS_1
"Kemana saja ayah selama ini ayah? Kenapa Ayah begitu jahat. Kenapa ayah meninggal kan aku, dan juga Ano." ucap Sophia.
"Maafin ayah. Maafin Ayah." ucap pak putra. Sophia menangis melihat wajah ayah nya.
"Aku mencari ayah, namun ayah tidak pernah mencari kami." ucap Sophia.
"Dan sekarang aku sangat kecewa sekali sama ayah. Aku benar-benar tidak habis pikir kalau aku memiliki ayah seperti ini." ucap Sophia.
"Maafin ayah. Maafin ayah."
Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Ayah harus merasakan semua perbuatan ayah." ucap Sophia. "Jangan biarkan suami kamu menghukum ayah dan memasukkan ayah ke penjara. Ayah mohon." ucap Pak putra.
"Ayah harus bertanggung jawab." ucap Sophia. Dia langsung pergi meninggalkan ayahnya begitu saja.
"Sophia! Sophia." panggil Ayah nya. Namun Sophia sama sekali tidak perduli.
Gerwyn mendekati pak putra.
"Bapak harus merasakan hukuman Bapak yang seharusnya. Kali ini Bapak selamat tidak mati di tangan saya karena saya ingin juga membunuh manusia." ucap Gerwyn.
Pak putra terlihat sangat takut sekali.
"Urus sisa nya Toby." ucap Gerwyn.
"Kamu hanya menunggu giliran kamu saja." ucap Gerwyn.
"Kurang ajar! Lepaskan Aku!" ucap Nisa, dia berusaha untuk memberontak namun dia tidak mempunyai kekuatan yang begitu banyak.
Gerwyn mengejar istri istri nya.
Bibi tersenyum melihat Nisa.
"Bagaimana suasana hati Kalian sekarang?" tanya Bibi. "Lepaskan aku Bibi! Cepat lepas kan aku!" ucap Nisa.
"Menangkap'kalian tidak lah mudah, dan tidak mudah juga untuk lepas." ucap Bibi sambil tertawa.
Bibi mendekati pak putra.
"Bagaimana rasanya ketika anak tidak perduli lagi pak? Mungkin Selama ini bapak berfikir kalau uang lebih penting dari pada keluarga namun saat susah seperti ini hanya keluarga yang bisa datang membantu." ucap Bibi.
"Selama ini bapak menelantarkan anak, namun sekarang bagaimana?" Ucap Bibi sambil tertawa.
"Selamat menekam di penjara yah Pak. Bapak tidak akan bisa menikmati tempat tidur yang hangat dan berbusa tebal lagi." ucap Bibi.
Dia tidak berhenti menakut-nakuti Pak putra dengan Nisa.
__ADS_1
"Dan untuk kamu, tidak ada gunanya wajah cantik kamu ini di penjara. Karena semua nya akan hilang begitu saja." ucap Bibi.
Nisa Kesal dia mau marah namun bibi semakin membuat nya kesal.
"Aku sangat membenci mu!" ucap Nisa. Bibi tertawa. "Banyak wanita yang membenci ku kok." ucap Bibi.
Nisa semakin kesal sekali.
Setelah beberapa lama Gerwyn sampai di rumah nya.
Dia melihat Sophia ke kamar nya langsung.
" Sophia." ucap Gerwyn.
Sophia menoleh ke arah Gerwyn. "Saya bisa menjelaskan semuanya, saya tidak bermaksud untuk membunuh ayah kamu." ucap Gerwyn.
Sophia menatap wajah suaminya.
"Aku sudah tau semua nya kok. Dari semua itu aku mendapat kan kesimpulan kalau kamu menikahi aku karena tau aku adalah anak pembunuh papah kamu kan? Kamu ingin membalas dendam." ucap Sophia.
Gerwyn menggeleng kan kepala nya. "Tarrrr,!!!!!!! Suara gelas pecah di belakang Gerwyn.
Sophia melihat Mertua nya sudah menangis di belakang.
"Mamah." ucap Gerwyn.
"Ayah kamu membunuh suami Mamah?" ucap Bu Linda. Sophia dan Gerwyn terdiam.
"Siapa Pria itu." ucap Bu Linda. "Mah jangan di pikirkan lagi mah." ucap Gerwyn takut mamah nya trauma lagi.
"Jawab pertanyaan mamah! Siapa orang itu!" ucap Bu Linda. Gerwyn menghela nafas panjang. Semua nya sudah terlanjur. Sudah waktunya Gerwyn menceritakan semua nya agar lebih jelas tidak ada yang di tutupi lagi.
"Pak Putra di suruh oleh Nisa untuk membunuh papah karena Nisa mempunyai masalah dengan papah dan lagi Papah tidak merestui hubungan kami pada waktu itu dan meminta Nisa menjauhi ku." ucap Gerwyn.
Bu Linda menginginkan jelas pak putra yang sangat dekat dengan keluarga nya.
"Pak putra membunuh papah dan mendapatkan apa yang di mau. Selama ini aku sudah tau namun aku tidak memiliki Bukti." ucap Gerwyn.
Dia menoleh ke arah Sophia.
"Awalnya memang aku menikah dengan Sophia hanya ingin balas dendam dan juga karena permintaan Mamah ingin Cepat aku menikah." ucap Gerwyn.
"Namun seiring berjalannya waktu aku mencintai dia, aku salah besar kalau berniat balas dendam kepada anak yang tidak mempunyai kesalahan dan tidak tau tentang ini." ucap Gerwyn.
Bu Linda sedih.
"Kenapa kamu menutupi semua nya dari mamah? Mamah hanya perlu tau." ucap Bu Linda.
__ADS_1
"Aku tidak ingin Mamah Sedih lagi memikirkan hal ini. Aku tidak ingin itu terjadi." ucap Gerwyn.