Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Ingin Gerwyn tidur dengan wanita lain, tapi dia Sendiri tidak iklas


__ADS_3

Gerwyn malah meminta Sophia untuk pergi.


"Mas yang meminta ku ke sini, tapi mas juga yang mengusir ku pergi. Huff..." ucap Sophia.


Gerwyn hanya diam saja.


"Ya sudah kalau begitu aku Akan pulang ke rumah." ucap Sophia. Gerwyn tetap diam.


"Aku pergi nih." ucap Sophia lagi. "Hati-hati di jalan, kabari saya kalau sudah sampai di rumah." ucap Gerwyn.


Sophia kembali duduk.


"Kenapa sih tiba-tiba mas jadi diam? Mas marah karena aku membahas itu?" tanya Sophia. Gerwyn menatap wajah Sophia.


"Saya tidak suka kamu membahas itu, saya bukan lah Gerwyn yang dulu, jangan pernah membahas masa lalu saya." ucap Gerwyn.


Sophia duduk diam.


"Baiklah aku bersalah, aku minta maaf." ucap Sophia. Gerwyn menatap wajah istri nya.


"Kamu terlihat masih sangat meragukan saya, apa kamu tidak Akan percaya pada saya?" tanya Gerwyn.


Sophia Menatap wajah suaminya.


"Aku tidak maksud seperti itu." ucap Sophia. Gerwyn mau berbicara lagi namun Sophia dengan cepat membungkam mulut suami nya dengan ciuman.


Gerwyn awal nya menolak namun Sophia tidak mau, akhirnya dia melayani keinginan Sophia. Ciuman mereka pun berhenti.


"Saya tidak ingin kamu membahas itu lagi, saya juga tidak Akan kembali ke masa dulu karena itu adalah masa lalu saya." ucap Gerwyn.


Sophia mengangguk sambil tersenyum.


"Jadi sekarang aku pulang yah," ucap Sophia namun Gerwyn menahan Sophia. "Jangan pergi dulu." ucap Gerwyn.


"Mau ngapain lagi?" tanya Sophia. "Saya masih merindukan kamu." ucap Gerwyn.


"Kan kita Masih, bisa ketemu di rumah." ucap Sophia. Gerwyn dengan Manja bersandar di pundak Sophia.


"Ano akan pulang dengan supir, kamu jangan khawatir." ucap Gerwyn.


Sophia sedikit tegang karena Gerwyn bersandar dengan manja pada nya.


"Apa yang sedang mas pikir kan? kenapa kelihatan nya mas mempunyai beban fikiran?" tanya Sophia.

__ADS_1


"Mamah sudah tau kalau kamu Masih sekolah."


"Apa?" ucap Sophia kaget.


"Kamu jangan takut dulu." ucap Gerwyn menenangkan istri nya.


"Sebenarnya dia sudah Curiga dari lama." ucap Gerwyn. "Terus bagaimana? Pasti Tante sangat marah sehingga tidak mau pulang ke sini lagi." ucap Sophia.


"Bukan Sophia. Mamah tidak marah dia hanya kecewa karena di bohongi tapi dia juga pengertian, dia sangat mendukung hubungan kita." ucap Gerwyn.


"Terus yang jadi beban fikiran mas Apa?" tanya Sophia.


"Aku membuat janji pada Mamah agar tidak melakukan apapun sebelum kamu lulus SMA." ucap Gerwyn.


Sophia terdiam sejenak.


"Maksud mas tidak melakukan adegan ranjang?" tanya Sophia. Gerwyn mengangguk.


"Oohhh jadi itu sebabnya tiap mau melakukan nya mas kabur ke dalam kamar mandi?" tanya Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Saya sudah janji pada mamah agar tidak membuat kamu hamil, karena Masih sekolah." ucap Gerwyn.


"Apa mas sanggup? "tanya Sophia.


Gerwyn memegang tangan Sophia.


Sophia terdiam. "Saya juga paham Kalau kamu belum siap, ini akan sangat sakit saya tidak ingin kamu kesakitan karena saya." ucap Gerwyn.


Sophia seketika menutup mulut Gerwyn. "Jangan membahas nya lagi mas, aku malu mendengar nya." ucap Sophia.


Gerwyn mengawas kan tangan Sophia dari Mulut nya, kalau saya bisa membayar agar kamu cepat lulus saya akan melakukan nya. Saya tidak percaya saya bisa menahan nya." ucap Gerwyn.


Sophia terdiam sejenak, dia paham sekali apa yang di rasakan oleh suami nya, mau bagaimana pun yang dilakukan oleh suami nya adalah kebaikan untuk dirinya sendiri.


"Baiklah kali ini aku akan mengalah, aku akan pasrah mas tidur dengan wanita bayaran." ucap Sophia menunduk kan kepala nya.


Gerwyn tersenyum. Dia mengangkat kepalanya istri nya agar menatap wajah nya.


"Saya sudah berjanji untuk tidak melakukan nya dengan wanita lain, saya sudah tobat jadi Jangan pernah katakan itu." ucap Gerwyn.


"Saya tau kalau Sebenarnya kamu tidak ikhlas Dan sangat berat mengatakan itu. Saya sangat senang kamu berkorban demi kebaikan saya." ucap Gerwyn.


Sophia tiba-tiba menangis.

__ADS_1


"Kenapa menangis? Tidak perlu menangis." ucap Gerwyn pada Sophia menghapus air mata Sophia.


"Aku sangat bersalah sama Mas. Aku tidak bisa melakukan apapun untuk mas sekarang." ucap Sophia.


"Kamu ada untuk saja sudah cukup untuk saya. Jangan nangis Lagi yah." ucap Gerwyn.


Gerwyn di peluk oleh Gerwyn. "Sudah-sudah jangan nangis lagi." ucap Gerwyn. "Mas pasti sangat menyesal menikah dengan ku." ucap Sophia.


Gerwyn Menggeleng kan kepala nya.


"Saya sangat bertemu dengan kamu dan juga Ano. Saya berterimakasih sudah Hadir di hidup saya, menjadi kan hari-hari saya cerah dan saya memiliki tujuan dan juga sudah mengisi hati saya yang kosong." ucap Gerwyn.


Sophia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Gerwyn.


"Mas gak menyesal bertemu dengan ku?" tanya Sophia. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya.


"Saya sangat mencintai kamu, saya tidak bisa melupakan kamu sedetik pun." ucap Gerwyn. Gerwyn membuat Sophia agar menatap nya.


"Mungkin kamu belum bisa percaya sepenuhnya nya dengan saya, tapi saya sedang mengusahakan Yang terbaik untuk kamu." ucap Gerwyn berbicara begitu tulus menatap mata istri nya.


"Kamu sangat cantik ketika pipi merah dan hidung kamu merah." ucap Gerwyn sambil mencubit hidung Sophia. Sophia malu dia langsung menyembunyikan wajahnya di dada Gerwyn.


"Cup-cup jangan nangis lagi. Saya minta maaf sudah buat kamu Sedih." ucap Gerwyn memeluk erat-erat Istri nya.


Sophia juga langsung memeluk suaminya.


"Aku ingin lebih Lama di sini boleh kan?" tanya Sophia. Gerwyn mengangguk. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan nya.


"Masuk!" ucap Gerwyn. Staf wanita itu masuk.


"Maaf pak saya menganggu, 20 menit lagi Klien kita Akan sampai." ucap wanita itu.


"Oohh baiklah, kamu bisa keluar dan menyiapkan semua nya." ucap Gerwyn. Wanita itu mengangguk dan langsung permisi.


Sophia merapikan Dasi Gerwyn dan juga kerah baju nya.


"Sedikit kotor karena aku menangis di sini." ucap Sophia sambil menunjuk nya. Gerwyn tersenyum.


"Jangan sedih lagi yah, saya akan bekerja di luar sebentar kamu bisa tunggu di sini, kalau kamu bosan ada Tv, ada laptop dan juga ponsel saya tinggal di atas meja." ucap Gerwyn.


Sophia mengangguk. Gerwyn mengelus pipi Sophia dan pergi meninggalkan Sophia.


Setelah Gerwyn pergi Sophia merasa mengantuk dia pun berbaring di sofa.

__ADS_1


Dia membalas beberapa pesan dari teman nya ingin mengajak jalan-jalan keluar, namun Sophia menolak karena dia tidak ingin membuat penat diri nya.


Namun tiba-tiba ponsel Gerwyn berdering, dia mengambil dan ternyata mamah mertua nya.


__ADS_2