
"Sophia kamu cantik banget hari ini." puji teman nya. Sophia tersenyum.
"Kamu sudah lihat rumor tentang kamu gak?" tanya Teman nya lagi. "Rumor apa? Aku belum melihat apa pun." ucap Sophia.
"Ini Loh. Banyak yang mengira kalau kamu dengan Pak Gerwyn ada hubungan." ucap Teman nya sambil menunjuk kan isu dari penggemar Gerwyn.
"Bahkan ada juga Foto saat kamu bergandengan tangan saat di luar bersama pak Gerwyn tidak jarang juga kamu datang mengunjungi nya ke Kantor."
"Kamu tau sendiri kan Penggemar pak Gerwyn itu sangat sensitif, aku hanya bekerja jadi pembantu di rumah nya. Jadi Wajar lah penggemar nya banyak yang cemburu." ucap Sophia.
"Tapi aku juga sebenarnya percaya rumor itu."
"Sudah lah tidak mungkin orang rendahan seperti ku mempunyai hubungan dengan Seorang yang terkenal, orang yang begitu di dambakan oleh orang-orang." ucap Sophia.
"Yah Siapa tau, secara kamu itu cantik dan juga dewasa banget wajah nya. Sedangkan pria di sekolah ini banyak yang mau jadi pacar kamu."
"Kamu berlebihan banget." ucap Sophia.
"Tapi kamu senang kan di jadikan isu dekat dengan idola kamu sendiri."
"Udah ah jangan membahas itu lagi, ayo kita masuk." ajak Sophia mengajak mereka semua masuk ke toko buku. Sudah selesai Mencari buku yang di inginkan mereka keluar untuk nongkrong sambil minum.
"Di antara kita semua yang jomblo hanya tinggal Hena dan Juga Sophia. Kapan sih kita bisa pergi jalan-jalan membawa pasangan masing-masing?" ucap teman nya yang bisa di katakan wanita yang selalu tidak cukup dengan pria satu.
"Loh Siapa bilang Sophia jomblo? Di pacaran sama senior kita."
"Oh iya yah Sophia. Tapi Akhir-akhir ini aku gak melihat kamu bersama kak Adit, bahkan tidak ada postingan Instragram tentang kak Adit, apa kalian tidak bersama lagi?"
"Kami sudah Lama tidak bersama, dia sekarang pindah dan tidak di sini lagi." ucap Sophia. Melihat wajah Sophia sedih temen-temen nya langsung mengganti topik.
"Lain Kali kita harus merencanakan Perjalanan jauh menghilang kan semua masalah kita, sakit hati, stress dan semua yang mengganggu hidup kita." ucap teman laki-laki.
Semua pada setuju. "Kita harus lulus sama-sama dari sekolah itu, dan setelah itu kita membuat kenangan karena tentunya kita pasti akan berpisah."
Mereka semua sangat semangat sampai membuat janji.
__ADS_1
Mereka mengambil foto membuat postingan di IG nya masing-masing.
Saat sedang asyik berbincang-bincang handphone Sophia berdering telepon dari ibu mertua nya mengabari kalau mereka mungkin pulang malam, mereka akan berkunjung ke beberapa wisata.
Sophia tidak masalah sama sekali dia menginyakan.
"Siapa Sophia?"
"Ano! Dia menelpon mau pergi keluar sama teman-teman nya."
"Oh iya semenjak kamu bekerja di rumah pak Gerwyn kamu kelihatan udah gak susah lagi kaya dulu, Adik kamu sudah bisa bersama kamu terus, kamu tidak telat ke sekolah lagi dan Magang kamu tidak terganggu oleh pekerjaan."
"Alhamdulillah, Pak Gerwyn sangat baik dia mengerti saya dia juga memberikan aku gaji yang tinggi dia sangat menyanyangi Ano. Aku sangat beruntung." ucap Sophia.
"Dari cerita kamu, kelihatan nya kamu sangat dekat dengan pak Gerwyn Ketika di rumah yah?"
"Humm cukup dekat." ucap Sophia.
"Kamu beruntung banget sih, aku jadi pengen banget tukaran satu hari saja sama kamu."
Sophia tertawa. "Tapi ada gak enak nya juga." ucap Sophia.
"Terkadang pak Gerwyn itu marah tiba-tiba dan menjadikan kita pelampiasan nya, dia akan marah kalau membuat kesalahan, Masih banyak lagi intinya dia sangat galak." ucap Sophia.
Seketika mereka langsung merinding.
"Maaf yah mas, aku menjelek-jelekkan kamu, lagian mereka sih ngapain suka sama suami aku." batin Sophia.
Setelah selesai dari sana mereka ke perpustakaan. Di sana mereka sangat kama karena sambil belajar menghapal beberapa pelajaran.
Karena buku-buku yang di sana tidak boleh di bawa pulang.
Tiba-tiba ponsel Sophia berdering, perpustakaan yang sangat hening tadi jadi heboh karena Ponsel Sophia yang berbunyi sangat keras.
"Sophia kenapa tidak mematikan ponsel kamu?" ucap teman nya."Aku minta maaf, aku tidak ingat.'" dia minta maaf juga pada yang lain nya.
__ADS_1
"Halo mas." ucap Sophia dengan pelan.
"Kenapa kamu menjawab telepon saya begitu lama? Apa kamu sedang sibuk?" tanya Gerwyn.
"Aku sedang di dalam perpustakaan Mas, ada apa?" tanya Sophia. "Saya sudah di depan perpustakaan tempat kamu belajar." ucap Gerwyn.
"Ngapain Mas ke Sini? Aku belum selesai." ucap Sophia..
"Ini sudah jam lima sore, saya mau pulang ke rumah namun tidak ada orang, jadi saya mau menemani kamu." ucap Gerwyn.
"Tidak perlu Mas, lebih baik kita pulang saja, aku Akan Keluar." ucap Sophia langsung mematikan sambungan telepon.
"Teman-teman aku ada urusan mendadak, aku akan pulang, byeeee...." ucap Sophia meninggalkan Teman nya dengan buru-buru walaupun Teman nya kebingungan.
Sophia melihat Gerwyn berdiri di depan mobil sambil bersandar seperti tebar pesona sampai wanita-wanita yang lewat memandangi nya.
",sayang." ucap Gerwyn mau memeluk Sophia, namun tiba-tiba di tahan oleh Sophia.
"Ini di luar mas, jangan menambah gosip lagi." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang.
"Ya sudah kalau begitu kita harus Cepat sampai di rumah, ?saya tidak sabar." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.
Dia pun masuk ke dalam mobil.
"Mas kok tau aku ada di sini?" tanya Sophia.
"Pelacak yang saya pasang di ponsel kamu." ucap Gerwyn. Sophia menghela nafas panjang.
"mas memasang pelacak namun tidak Ijin dulu pada ku." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum. Gerwyn dengan senang memasang kan istri nya Sabuk pengaman.
"Ayo segera berangkat." ucap Gerwyn. Dia pun meninggalkan perpustakaan itu. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah, sampai di rumah Gerwyn Tampa ijin dia langsung mencium Bibir Sophia dengan sangat ganas, dia menendang pintu besar itu agar tertutup. Sophia juga membalas dengan begitu panas, Gerwyn membuka baju nya namun ciuman mereka tidak lepas.
Barang-barang yang di meja ruang tamu berserak tidak sengaja kesenggol. Sophia berbaring di Sofa. Gerwyn sudah bertelanjang Dada. Dia tersenyum Melihat Sophia kecapean.
"Mas bagaimana kalau ada Bibik?" tanya Sophia.
__ADS_1
"Tidak ada satu pun orang di rumah, tidak perlu perduli. sekarang waktunya kita berdua." ucap Gerwyn, Sophia tersenyum dia langsung menahan Leher Gerwyn dengan tangan nya.
Mereka tiba-tiba berdiri, Gerwyn berjalan membawa Sophia ke dinding, tidak jarang mereka menabrak barang-barang. Dan Akhirnya naik ke atas, sampai di kamar Gerwyn langsung Membaringkan Sophia ke kasur.