Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Lisa mendatangi rumah Gerwyn


__ADS_3

"Humm syaking Sayang nya kamu khawatir banget sampai kaya gini, kamu berdoa banyak-banyak, jangan terlalu mengkhawatirkan nya, dia sudah biasa melakukan perjalanan seperti ini jadi ya wajar lah." ucap Hena.


"Humm Iyah juga sih. Tapi bagaimana kalau ada wanita yang menggoda nya tiba-tiba?" tanya Sophia. Hena tertawa kecil.


"Kamu bisa aja deh cemburu nya, Pak Gerwyn memang mempunyai masa lalu yang buruk, kamu tau sendiri aku sangat membenci nya, namun setelah melihat dia memperlakukan kamu dengan sangat baik, banyak tanda cinta di mata nya membuat ku semakin yakin kalau dia adalah orang setia."' Ucap Hena.


Sophia tersenyum. "Tapi aku takut saja jika ada orang yang menggoda nya." ucap Sophia.


"Humm itu pertanda kamu tidak percaya pada nya untuk menjaga perasaan kamu." ucap Hena.


"Bukan seperti itu, hanya saja aku berfirasat seperti itu." ucap Sophia. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Kenapa Bibik nelpon aku yah?" ucap Sophia. Dia langsung menjawab nya. "Halo bik, ada apa yah?" tanya Sophia.


"Ada tamu Non di rumah. Dia mencari Pak Gerwyn namun saya bilang pak Gerwyn tidak ada di sini, dia meminta Non Sophia menemuinya." ucap Bibik.


"Saya akan pulang sebentar lagi Bik," ucap Sophia.


Panggilan langsung di matikan.


"Ada Apa Sophia?" tanya Hena. "Ada tamu di rumah. Aku pulang dulu gak apa-apa kan?" tanya Sophia.


"Ya udah gak apa-apa. Lagian aku juga mau nganterin Ibu Sama Terminal." ucap Hena.


Sophia dan Ano segera pulang. Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah. Sophia melihat Mobil mewah yang berhenti di depan rumah nya.


Dia masuk dengan penuh penasaran siapa yang datang.


"Assalamualaikum bik." sapa Sophia.


"Walaikumsalam non." Ucap Bibik.


"Itu Tamu nya nungguin di teras taman belakang Non." ucap Bibik. Sophia mengangguk dia pun langsung ke sana. Dia melihat wanita berdiri di sana.


"Tempat ini tidak banyak berubahnya nya yah, Masih sama seperti yang dulu." ucap Lisa.


"Maaf mbak, kalau boleh tau mau mencari Siapa yah?" tanya Sophia.


Lisa membalikkan badannya dia melihat Sophia dia tersenyum. Dia melihat Dari atas sampai ke bawah.

__ADS_1


"Ternyata selera Gerwyn cukup buruk yah." ucap Lisa.


Sophia terdiam dia bingung apa yang di maksud oleh wanita itu.


"Oh iya perkenalkan nama saya Nona Lisa, kamu bisa panggil saya Lisa." ucap Lisa sambil duduk di kursi.


"Kalau boleh tau Mbak Lisa mau apa? Kalau mencari Mas Gerwyn dia tidak ada di sini." ucap Sophia.


"Saya hanya ingin berkunjung ke sini saja, saya mau bertemu dengan Tante Linda namun ternyata saya telat datang." ucap Lisa lagi.


"Saya juga mau berbicara dengan kamu.' ucap Lisa. Sophia duduk di depan Lisa.


"Apa yang mau mbak bicarakan dengan saya? dan apakah ada yang perlu saya sampaikan pada mas Gerwyn?" tanya Sophia.


Lisa menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ada yang perlu kamu sampai kan pada nya." ucap Lisa.


Sophia kebingungan.


"Oh iya pasti sebelum nya Gerwyn tidak cerita kalau dia mempunyai mantan pacar bukan? Saya adalah mantan pacar nya. Dia sangat mencintai saya. Kami putus karena alasan tertentu." ucap Lisa.


"Saya jadi penasaran deh kamu berasal dari keluarga mana, lulusan S2 dari dari mana? Dan pekerjaan nya sekarang apa." ucap Lisa.


Sophia Terdiam kata-kata Lisa membuat nya tertegun dia bingung harus menjawab apa.


Kalau dia Jujur pasti Lisa Akan menganggap selera Gerwyn sangat lah rendahan sekali.


"Aku rasa mbak hanya kau mantan nya, sementara saya adalah istri nya, jadi tidak perlu mbak tau saya berasal dari keluarga mana karena yang pasti saya sudah Menikah dengan mas Gerwyn yang sangat mencintai saya." ucap Sophia.


Lisa tersenyum. "Kamu sangat percaya diri yah." ucap Lisa. Sophia tersenyum. "Iya jelas saya percaya diri karena saya merasa tidak ada yang salah dengan saya." ucap Sophia.


"Saya salut dengan Keberanian kamu. Tapi kamu Harus tau kalau Keluarga Gerwyn terpaksa menerima kamu sebagai istri Gerwyn." ucap Lisa.


"Mereka memperlakukan saya dengan baik, mereka menerima saya apa adanya. Mungkin saya tidak cantik, tapi mas Gerwyn bisa senang bersama saya, nyaman dengan saya." ucap Sophia.


"Mbak Sophia kak Gerwyn nelpon." ucap Ano membawa ponsel Sophia.


Sophia sangat senang kebetulan sekali Gerwyn nelpon.

__ADS_1


"Halo Sayang, maaf yah saya bisa baru mendapatkan sinyal." ucap Gerwyn. "Mas di sana baik-baik saja kan?" tanya Sophia.


"Baik kok. Kamu sekarang di mana?" tanya Gerwyn.


"Aku sudah di rumah mas, ada Tamu yang tiba-tiba datang." ucap Sophia. "Oohh begitu. Ya udah kamu jangan lupa jaga kesehatan. Tunggulah saya pulang." ucap Gerwyn.


"Mas juga di sana jaga kesehatan, hati-hati kerja nya." ucap Sophia. Mereka mengakhiri dengan kata-kata romantis sehingga Lisa berpura-pura membuang pandangan nya.


Sophia tersenyum tipis merasa menang.


"Bagaimana? Mbak sudah mendengar nya?" tanya Sophia.


"Apa mbak masih percaya dia mencintai Mbak?" tanya Sophia.


Sophia berdiri.


"Tadi mbak mau bertemu dengan mertua saya kan? Tapi sayang nya mereka sudah pulang. Lebih baik Mbak pulang percuma saja menunggu mereka di sini." ucap Sophia.


Lisa merasa kesal dia pun berdiri langsung meninggalkan Sophia begitu saja tanpa pamit.


Sophia menghela nafas panjang dia duduk di kursi.


"Aku yakin dia mencari mas Gerwyn untuk mengganggu kehidupan kami. Dari Waja nya Saja sudah kelihatan sangat licik." ucap Sophia.


Dia tidak akan membiarkan itu terjadi, inti dia harus lebih waspada lagi.


Dia langsung mengabari Hena Siapa yang datang. Sebenarnya Sophia juga pernah dengar tentang Gerwyn dengan Lisa, namun itu sudah lama. Beberapa mantan Gerwyn, Sophia tau semua. Namun dia tidak tau jelas berapa lama mereka pacaran dan juga putus karena apa.


Sophia sama sekali tidak mau ambil pusing dia memilih untuk berenang di kolam berenang mumpung hari Minggu. Mereka sudah ada janji dengan Hena Sore nanti untuk makan Malam di luar.


Hena dan Sophia sepakat karena mereka bosan hanya di rumah saja.


Sophia sedang bersantai di pinggir Kolam. Ano juga ikut berenang di sana.


"Mbak aku jadi rindu kak Adit deh kalau berenang seperti ini, dulu yang ngajarin berenang adalah kak Adit sampai bisa." ucap Ano. Sophia tersenyum.


"Kalau kak Adit sudah kembali ke Indonesia dia pasti datang menemui kamu, karena dia sayang sama Ano." ucap Sophia. Ano tersenyum.


"Tapi sudah lama, kak Adit gak pulang-pulang." ucap Ano m

__ADS_1


__ADS_2