
"Alhamdulillah baik kok, hanya saja tugas sangat banyak sehingga membuat mudah penat." ucap Adit.
"Namanya juga mengejar masa depan kak pasti ada kata penat nya, intinya harus tetap semangat dan tidak boleh menyerah.
Adit tersenyum.
Mereka pun makan bersama seketika Sophia melupakan kalau ada Gerwyn di sana mereka saling suapan bersama dan tertawa.
"Oh iya sayang, aku gak bisa lama-lama yah soal nya aku masih ada kerjaan jam lima sore nanti." ucap Okta pada Gerwyn.
"Loh tadi kata kamu jadwal kamu kosong." ucap Gerwyn.
"Tiba-tiba sayang."
"Kamu mau pergi sama cowok selingkuhan kamu kan?" Okta menghela nafas panjang dia menatap Gerwyn.
"Bukan Sayang! Kamu tau sendiri aku tidak lagi berhubungan dengan siapa pun, aku hanya memiliki kamu."
Gerwyn memegang tangan Gerwyn.
"Aku sangat kangen kamu, aku butuh waktu kamu, aku ingin kamu terus bersama aku."
"Sebisa mungkin aku akan meluangkan waktu ku yah." ucap Okta.
"Kamu jangan coba-coba bermain dengan belakang ku, karena aku pasti sangat marah."
Okta tersenyum sambil mengangguk.
"Ya udah kalau begitu aku langsung pergi yah, aku akan mengabari kamu nanti." ucap Okta langsung meninggalkan Gerwyn begitu saja.
Sophia melihat Okta pergi, dia menoleh sekilas pada Gerwyn yang jadi termenung memasang wajah sedih entah memikirkan apa namun Sophia tau kalau dia sedang sedih.
Tidak beberapa lama dia juga keluar dari sana, saat melewati meja Sophia dengan Adit dia sama sekali tidak menoleh ke arah Sophia.
"Huff habis lah aku, dia pasti akan sangat marah pada ku." batin Sophia.
"Kamu mikirin apa sih?" tanya Adit pada Sophia.
"Enggak kok, aku hanya memikirkan tugas sekolah."
"Oohhh." ucap Adit.
Sophia membenarkan rambut nya, namun tiba-tiba Adit melihat bekas luka di tangan Sophia karena dari tadi ketutupan sama lengan baju Sophia.
"Loh tangan kamu kenapa?" tanya Adit.
"Gak apa-apa kok." ucap Sophia Langsung menyembunyikan tangan nya.
__ADS_1
"Sini aku lihat! Kelihatan nya seperti bekas ikatan dan tangan kamu banyak memar."
"Gak apa-apa kok, ini juga sudah lama kamu jangan terlalu khawatir." ucap Sophia.
Adit terdiam dia menatap wajah Sophia.
"Jangan coba-coba untuk berbohong Sophia! Bawa sini aku lihat tangan kamu!"
Sophia pun menjulurkan tangannya.
"Ini hanya karena tugas dari sekolah, terjadi kecelakaan sehingga mengakibatkan hal yang tidak di inginkan." ucap Sophia.
"Untung saja sudah sembuh, lain kali hati-hati!" ucap Okta mengelus luka Sophia.
"Ya Allah kenapa aku tidak tega untuk membohongi Adit Terus menerus seperti nya ini, sebentar lagi aku akan menikah dengan orang lain, apa yang harus aku katakan pada nya." batin Sophia.
Setelah selesai makan dari sana mereka jalan-jalan menikmati Sore hari di taman.
Setelah puas Adit pun mengantar kan. Sophia pulang.
"Ya udah kalau begitu aku pulang yah." ucap Adit.
"Baiklah! Kamu hati-hati yah di jalan kabari aku juga kalau sudah sampai." ucap Sophia.
Adit mengacak-acak rambut Sophia.
"Walaikumsalam!" Sophia melambaikan tangan nya ke arah Adit.
"Neng Sophia sudah pulang?" ucap ibu tetangga yang sengaja mendatangi rumah Sophia.
"Iyah Bu, ada apa yah?" tanya Sophia.
"Enggak kok, ibu hanya ingin bertanya soal tadi pagi neng Sophia pulang dengan Siapa?"
Sophia mengingat dia pulang di anterin supir Gerwyn, namun dia bingung harus menjelaskan nya seperti apa.
"Ibu melihat kamu pulang dengan mobil di anterin sama pria yang tua. Ibu hanya takut gosip-gosip ibu-ibu sini beneran."
"Maksud ibu?"
"Sudah banyak gosip kalau kamu adalah simpanan om-om, karena tiba-tiba saja kamu mempunyai uang banyak dan jarang pulang ke rumah."
Sophia menghela nafas panjang.
"Maaf kan saya sudah mengganggu kenyamanan semua orang yang di sini, saya tidak Akan mengulangi nya lagi." ucap Sophia.
"Neng Sophia jangan salah paham dulu! Saya bukan bermaksud untuk menuduh neng, tapi hanya takut semua warga mengadukan pada Liam atau ke nak Adit atau keluarga neng Sophia."
__ADS_1
"Saya paham kok yang ibu maksud, sekali lagi saya minta maaf sudah mengganggu kenyamanan. Seharusnya saya tidak pulang subuh di anterin oleh Pria." ucap Sophia.
"Terimakasih yah neng sudah mengerti, kalau begitu Ibu balik lagi, kamu siap-siap lah kan mau kerja!" ucap Ibu itu dan segera pergi meninggalkan Sophia.
Sophia menghela nafas panjang.
"Huff semua orang sudah hampir curiga dengan ku, apa yang harus aku lakukan?" batin Sophia.
Dia pun segera masuk siap-siap untuk berangkat kerja. Tidak beberapa lama sampai di Club.
"Loh semua nya sudah pada kerja?" ucap Sophia karena biasanya wanita-wanita itu menunggu dia.
"Hari ini kamu tidak perlu bekerja lagi di sini, Sekarang ataupun besok-besok!" ucap Mami.
"Loh kenapa Mi? Aku salah apa?" tanya Sophia kaget.
"Saya mohon jangan pecat saya, saya masih membutuhkan uang, saya akan bekerja lebih keras lagi." ucap Sophia memohon.
Namun tiba-tiba Gerwyn datang.
"Kenapa bapak bisa ada di sini? Ini ruangan khusus untuk pekerja di sini." ucap Sophia.
"Kamu akan keluar dari Club yang kamu tidak suka ini dan bekerja dengan pak Gerwyn yang jelas gaji nya lebih tinggi dari pada di sini." ucap Mami.
Sophia menoleh ke arah Gerwyn.
"Saya bekerja dengan pak Gerwyn? Ah tidak mungkin Mi." ucap Sophia.
"Tidak ada yang tidak mungkin karena saya sudah membayar kontrak kamu di sini, kamu adalah hak saya sekarang dan sudah tugas kamu untuk bekerja dengan saya." ucap Gerwyn.
Sophia tidak bisa mengelak lagi.
"Tidak ada kata bantah, atau pun tidak mau, karena kamu juga mau menikah dengan pak Gerwyn." ucap Mami.
"Baiklah lah, kalau begitu saya akan membawa dia." ucap Gerwyn.
"Mi aku bekerja di sini saja gak apa-apa kok, aku tidak mau ikut dengan pria itu."
"Kamu harus memanggil nya dengan sebutan yang sopan agar pak Gerwyn tidak marah pada kamu. Kamu pasti bisa semangat." ucap Mami.
"Aku tidak mau mi."
"Kamu harus pergi, kalau kamu rindu kamu bisa datang ke sini lagi."
Sophia menghela nafas panjang dia melihat ke arah Gerwyn yang menatap nya dengan tatapan dingin.
"Buruan ikut saya! Jangan lebay karena kamu seharusnya bersyukur bisa bekerja dan menikah dengan saya, di sini sungguh bukan tempat yang baik, karena banyak om-om yang sudah tua tamu kamu!" ucap Gerwyn.
__ADS_1
"Saya lebih senang melayani mereka dari pada melayani bapak yang sangat mesum dan pecinta sekx." batin Sophia