Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Berbaikan


__ADS_3

Sophia Keluar dari kamar Gerwyn begitu saja.


Gerwyn menghela nafas panjang. Dia tidak bisa mengejar Sophia keluar karena badan nya sangat lemas.


Namun tiba-tiba Ano datang.


"Hay kak Gerwyn." sapa Ano. Gerwyn tersenyum.


"Humm kamu sudah datang dari tadi malam namun baru melihat kakak sekarang." ucap Gerwyn.


Ano tertawa.


"Bagaimana keadaan kakak sudah baikan?" tanya Ano.


"Hum. Masih sangat sangat Lemas." ucap Gerwyn.


Ano memeriksa suhu badan Gerwyn yang masih hangat.


"Kenapa tidak ke dokter saja Kak? Kan lebih cepat sembuh." ucap Ano. "Kakak takut sama jarum suntik yah?" ucap Ano. Gerwyn tersenyum.


"Ternyata kita sama kak, aku juga sangat takut itu sebab nya Aku tidak mau sakit." ucap Ano.


"Bagaimana di Jakarta? Siapa yang jemput kamu pulang sekolah?" tanya Gerwyn.


"Mbak Sophia kak, siapa lagi kalau bukan dia. Kakak saja sudah di sini." ucap Ano. "Mbak Sophia pernah bersama cowok jemput kamu?" tanya Gerwyn.


"Pernah! Namanya Om Frans dia adalah teman mbak Sophia, dia juga baik." ucap Ano. Gerwyn diam.


"Tapi tenang saja Kak, aku gak akan biarin dia deketin Mbak Sophia karena mbak Sophia hanya milik kakak saja." ucap Ano.


Gerwyn tertawa dia langsung tos dengan Adik ipar nya itu.


"Kamu harus melaporkan kalau mbak Sophia pergi dengan pria lain." ucap Gerwyn. Ano menginyakan.


Waktu nya makan malam.


"Waktu nya Makan, om bangun dulu." ucap Enjel baru saja datang ke kamar Gerwyn.


"Loh mana Sophia? kenapa kamu yang membawa makan?" tanya Gerwyn.


"Aku tidak melihat nya dari tadi, mungkin dia ikut sama Ibu nganterin terapi." ucap Enjel. Gerwyn terdiam.


"Makan dulu, nanti juga pulang." ucap Enjel. Dan kebetulan saja Sophia baru saja pulang dia langsung ke kamar Gerwyn namun ternyata sudah duluan Enjel di sana.


"Enjel kamu istirahat saja yah, sudah ada Sophia di sini." ucap Gerwyn. "Om ngusir aku? Aku masih mau merawat Om di sini." ucap Enjel.


"Ya udah aku keluar gak apa-apa kok." ucap Sophia.

__ADS_1


"Tunggu dulu." Enjel menghentikan Sophia.


Sophia menoleh ke arah Enjel.


"Aku hanya bercanda saja, kamu adalah istri Om Gerwyn kamu harus merawat nya." ucap Enjel dia pun langsung keluar.


Sophia mengikuti Enjel keluar.


"Kenapa kamu juga keluar? Om Gerwyn membutuhkan kamu di dalam." ucap Enjel.


"Kamu Suka sama Om kamu kan? Kalian mempunyai hubungan yang spesial kan?" tanya Sophia. Enjel menahan tawa nya.


"Kamu pasti sudah salah paham. Ini semua adalah ide nya Om Gerwyn untuk berpura-pura sangat dekat." ucap Enjel.


"Apa maksud kamu?" tanya Sophia.


"Sebenarnya Om Gerwyn hanya meminta aku berpura-pura Sayang dan perduli pada nya agar kamu cemburu. Sekarang dia berhasil membuat istri nya cemburu." ucap Enjel.


"Dan panggilan sayang itu juga hanya pura-pura?" tanya Sophia, Enjel mengangguk.


"Aku tidak tau kenapa awal nya kalian bisa menikah Tampa cinta, namun saya yakin kalau sekarang kak Gerwyn sudah bisa melupakan Okta dan mulai mencintai kamu." ucap Enjel.


"Kamu jangan heran kepada saya, karena saya adalah orang yang paling tau seperti apa om Gerwyn. Bersabarlah kepada nya, mungkin dengan cara kamu bersabar dia bisa berubah." ucap Enjel.


"Ya udah kalau begitu dia pasti sangat menunggu kamu di dalam. Dia tidak pernah berhenti mengatakan kalau dia merindukan kamu saat belum datang." ucap Enjel.


"Ada apa Sophia? Kenapa kamu memasang wajah seperti itu?" tanya Gerwyn.


Sophia mendekati Gerwyn dan memukuli lengan nya.


"Jahat! Jahat!" ucap Sophia. "Kamu kenapa?" tanya Gerwyn menahan tangan Sophia.


"Mas membohongi aku dengan cara berpura-pura dengan Enjel kan?" ucap Sophia. Gerwyn terdiam.


"Aaaa menyebalkan." ucap Sophia.


"Iyahh saya jujur, saya hanya ingin mengetahui kalau kamu benar-benar mencintai saya," ucap Gerwyn.


"Tidak harus seperti itu, aku jadi malu pada nya." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Jangan pernah cemburu pada nya, dia sudah seperti saudara perempuan saya, dia adalah perempuan yang paling mengerti saya. Namun terkadang dia juga cerewet sehingga membuat kepala saya hampir pecah." ucap Gerwyn.


Sophia menatap Gerwyn.


"Ini beneran kan kalau mas dengan dia hanya berpura-pura, mas tidak mencintai dia kan?" tanya Sophia Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


"Saya hanya mencintai kamu." ucap Gerwyn. Sophia terdiam.

__ADS_1


"Sekarang giliran kamu jujur pada saya, kamu mencintai saya atau tidak?" tanya Gerwyn.


Sophia langsung mengindari Kontak mata mereka.


"Tatap mata saya Sophia!" ucap Gerwyn. Sophia menatap mata Gerwyn.


"Kamu mencintai saya atau tidak?" tanya Gerwyn lagi.


"Aku tidak tau. Sekarang aku tidak ingin jauh dari mas, aku juga tidak rela melihat mas dengan wanita lain, tapi aku ragu dengan perasaan ku." ucap Sophia.


Gerwyn menarik Sophia agar dekat pada nya. Dia membuat tangan Sophia di dada nya.


"Kamu tau saat berdekatan seperti ini membuat jantung saya berdetak dengan cepat." ucap Gerwyn. Sophia bisa merasakan itu.


"Saya akan menunggu Sampai kamu bisa memutuskan apa yang kamu rasakan sekarang. Tapi saya tidak menerima penolakan cinta." ucap Gerwyn.


Sophia lagi-lagi memukul lengan Gerwyn.


"Sungguh pemaksaan." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


mata mereka bertemu.


Gerwyn tiba-tiba mau mencium bibir sophia namun di halangi oleh Sophia. "Jangan pernah melakukan nya sebelum ada ijin dari ku!" ucap Sophia.


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Saya ingin mencium bibir kamu." ucap Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Mas terlalu banyak mencicipi bibir wanita di luar sana, aku tidak akan mau." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Saya tidak Akan pernah mencium bibir wanita yang tidak saya suka, kamu bisa tidak percaya namun kamu harus tau kalau saya tidak mencium wanita yang saya tiduri." ucap Gerwyn.


Sophia mengingat waktu pembicaraan teman-teman nya kalau Gerwyn memang tidak akan pernah mencium bibir mereka, padahal bisa berciuman dengan Gerwyn adalah keinginan mereka.


"Tapi kalau dengan mbak Okta?" ucap Sophia.


Gerwyn menghela nafas panjang. "Jangan membahas lagi." ucap Gerwyn. Sophia tertawa.


Gerwyn menarik Sophia Agar berbaring di samping nya.


Sophia sedikit gugup namun dia juga senang.


"Yang saya miliki hanya kamu sekarang, saya adalah milik kamu. Dan kamu adalah milik saya." ucap Gerwyn.


Sophia menatap wajah Gerwyn. Begitu juga dengan Gerwyn yang menatap wajah Sophia. "Apa kamu sebelum nya pernah berciuman dengan pacar kamu?" tanya Gerwyn.


"Aku tidak pernah berciuman dengan pria lain selain mas, mas sendiri yang mencuri ciuman pertama ku." ucap Sophia.

__ADS_1


Gerwyn tersenyum senang karena dia yang mendapat untuk pertama kalinya.


__ADS_2