
"Ya iyalah, perempuan juga mana Mau sama kamu." ucap Gerwyn. Boy memukul lengan Gerwyn. Gerwyn sangat terkejut dia mau marah namun dia harus berpura-pura kalem agar tidak ada yang curiga.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu, siapa coba yang tidak mau sama anak kepala desa tampan dan kaya seperti ku." ucap Boy. Gerwyn menghela nafas panjang.
"Sebagai pria yang sejati dan juga bertanggung jawab kita tidak boleh sombong. Kita tidak boleh pamer tidak boleh juga menyakiti hati wanita dan yang terpenting pria sejati berani bertanggung jawab dan menerima apa adanya." ucap Gerwyn.
Boy menatap Gerwyn.
"Kenapa aku curiga kalau Elis menceritakan semua nya yah?" ucap boy.
"Iyah benar dia menceritakan semua nya. Saya tidak habis pikir sama kamu mau meninggalkan wanita hanya karena tidak memiliki keturunan." ucap Gerwyn.
Itu bukan keinginan ku, justru keinginan orang tua ku." ucap Boy.
"Kamu sudah menikah itu artinya kamu sudah dewasa, kamu sudah bisa memilih mana yang harus kamu lakukan dan tidak." ucap Gerwyn.
Boy terdiam. dia bingung mau ngomong apa karena yang di katakan Gerwyn benar.
"Saya Bukan tidak pernah melukai hati wanita. Saya sangat banyak melukai hati mereka, namun sekarang saya sangat menyesal sudah melakukan itu." ucap Gerwyn.
Boy fokus membawa mobil sambil mendengarkan Gerwyn.
"Saya berfikir kalau Elis Masih mencintai kamu, itu sebab nya dia tidak mau dekat-dekat dengan kamu saat bertemu." ucap Gerwyn.
"Bagaimana bisa kamu yakin kalau dia masih mencintai aku?" tanya Boy. "Dari tatapan nya, dari cara dia berbicara." ucap Gerwyn. boy menghela nafas panjang.
"Tidak mungkin aku kembali lagi pada nya, ayah dan ibu pasti tidak setuju. Mereka pasti akan malu." ucap boy.
"Apa kamu Masih mencintai Elis?" tanya Gerwyn.
Boy mengangguk.
"Dia adalah cinta pertama saya. Dia yang selalu bersama saya mulai dari kecil di kampung ini." ucap Boy. Gerwyn Tersenyum.
"Ya kalau begitu kamu harus berjuang bagaimana cara memperbaiki semua nya." ucap Gerwyn.
Boy mengangguk dia tersenyum.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di penginapan.
"Nak Gerwyn baru pulang?" tanya Mbok yang biasa menunggu nya di depan.
"Iyah Mbok." ucap Gerwyn menyalim tangan Mbok. Bergantian dengan Boy.
__ADS_1
"Kang Gerwyn sudah pulang? Kenapa sangat larut?" tanya Elis yang baru saja datang.
"Iyah kebetulan di jalanan sangat lama." ucap Gerwyn. Elis melihat boy dia langsung diam.
"Oh iya Mbok boleh gak malam ini Boy tidur di sini bersama saya? Karena esok hari kami masih ada perjalanan pulang." ucap Gerwyn.
"Kenapa harus menginap? Kan rumah nya tidak jauh dari sini." ucap Elis langsung saat mbok belum menjawab nya.
Gerwyn, mbok dan juga boy terdiam.
"Kamu tidak boleh berbicara seperti itu, tempat ini sudah di sewa oleh nak Gerwyn, terserah nak Gerwyn membawa siapa ke sini, asalkan jangan aneh-aneh saja." ucap Mbok.
Elis Menghela nafas panjang.
"Ya sudah Kalian berdua mandi dan datang ke rumah untuk makan malam. Kebetulan hari ini Elis masak mie goreng untuk menu makan malam." ucap Mbok.
Boy sangat menyukai mie goreng dia sangat suka mie goreng buatan Elis.
"Ayo Mbok kita pulang." ajak Elis membawa Mbok pulang. Gerwyn dan Boy pun masuk ke dalam. Mereka bergantian untuk mandi.
Kali ini Boy harus memakai baju Gerwyn karena dia sama sekali tidak membawa baju.
"Boy apa kamu tidak ikut Makan?" tanya Gerwyn.
"Humm tidak lapar atau tidak mau bertemu Elis? kamu takut?" ucap Gerwyn. Boy menatap Gerwyn.
"Ayo buruan. Lihat lah perut kamu sudah sangat kecil." ucap Gerwyn. Akhirnya mereka pergi ke rumah Mbok. Mereka datang makanan sudah tersedia.
"Ayo Makan." ucap Mbok. Mereka pun makan. Tidak ada percakapan sama sekali. Hanya Gerwyn dengan Mbok yang tidak berhenti berbicara.
Kebetulan sekali Boy duduk dekat dengan Elis.
Elis cepat-cepat selesai Makan agar tidak lama duduk di sana.
Setelah selesai makan mereka bercerita sebentar. Gerwyn Masih mendengar kan Mbok bercerita dengan Elis tanpa sadar ternyata Boy sudah tidur.
"Elis tolong ambilkan Boy bantal dan selimut. Dia pasti kelelahan selama di perjalanan." ucap Mbok.
Elis beranjak dia pun langsung mengambil. Dia memberikan pada Mbok agar Mbok yang memberikan pada Boy.
"Malam ini nak Gerwyn dan nak Boy tidur di sini saja. kasihan dia kalau di bangunin lagi." ucap Mbok. Gerwyn tidak keberatan mereka pun tidur di ruang tamu.
Keesokan harinya Boy terbangun karena mendengar Suara langkah kaki. Dia melihat ternyata Elis yang sedang Membuka pintu.
__ADS_1
Dia duduk melihat Gerwyn masih tidur di samping nya.
"Kamu mau kemana?" tanya Boy. Elis menoleh ke arah boy.
"Mau whudu." ucap Elis dengan jutek.
Boy langsung bangun.
"Aku juga mau sholat." ucap Boy. akhirnya dia pun mengikuti Elis. Dia sama sekali tidak berani mengajak Eliss untuk berbicara.
Mereka sholat bersama ke mushola yang ada di dekat rumah.
Di pagi hari nya baru selesai sarapan mereka langsung ijin untuk pergi.
"Kang Gerwyn aku boleh numpang gak?" tanya Elis.
"Loh kamu mau kemana?" tanya Gerwyn.
"Aku mau kepasar." ucap Elis.
"Oohh ya udah boleh kok. Ayo kamu segera siap-siap." ucap Gerwyn. Setelah rapi mereka pun berangkat bersama.
"Ambil lah dan belanja lebih banyak. Nanti Boy akan mengantar kan kamu pulang." ucap Gerwyn memberikan uang pada Elis.
"Ini serius kang?" tanya Elis. "jangan lupa beli makanan kesukaan Mbok juga." ucap Gerwyn memberikan cukup banyak uang.
Elis sangat senang dia menerima nya dan mengucap kan terimakasih.
"Oh iya kang nanti aku bisa pulang naik becak saja." ucap Elis. "Dengan Boy saja. Lebih nyaman jika memakai mobil, dia juga bisa membantu membawa barang-barang kamu nanti." ucap Gerwyn.
Elis tidak bisa menolak ketika Gerwyn sudah mengatakan seperti itu m Akhirnya dia pun menginyakan.
Tidak beberapa lama Elis turun. Gerwyn dan Boy melanjutkan perjalanan namun baru beberapa kilometer Gerwyn meminta boy berhenti.
"Turun kan saya di sini saja. Kamu bisa membantu Elis berbelanja, lakukan semua nya dengan baik, ambil hati nya kembali." ucap Gerwyn.
Boy terdiam.
"Percaya lah kamu pasti bisa." ucap Gerwyn.
"Lalu bagaimana dengan kamu?" tanya Boy.
"Supir saya akan datang sebentar lagi, kamu bisa membantu Elis." ucap Gerwyn. Boy akhirnya mau dia memutar balik dan menyusul Elis ke pasar besar itu.
__ADS_1
Gerwyn tersenyum. Dia merasa senang ketika bisa membantu sesama nya untuk memperjuangkan hubungan mereka yang sudah hancur sebelum nya.