Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Apa kah Sophia kembali menyukai Gerwyn?


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Sophia dan Gerwyn langsung menemui dokter.


"Selamat pagi pak Gerwyn, silahkan duduk saya akan memeriksa bapak dulu." ucap dokter. Gerwyn pun menuruti nya.


"Cedera yang bapak alami sangat serius, saya harap setelah gips nya di buka tangan nya jangan terlalu banyak gerak dulu." ucap dokter. Gerwyn sama sekali tidak menjawab.


"Baik dok, saya akan memastikan nya." ucap Sophia menjawab nya langsung.


"Baiklah kalau begitu, kami akan membuka nya.


"Tunggu-tunggu dulu! Mau di apakan tangan saya?" tanya Gerwyn karena melihat mesin seperti Gerindra.


"Ini alat khusus untuk membuat gips nya pak, tidak sakit." ucap dokter. Sophia langsung berdiri di samping Gerwyn.


Lebih baik bapak diam saja agar semua nya cepat selesai." ucap Sophia.


"Aaaa...!!" Gerwyn berteriak ketika merasakan getaran di tangan nya, tulang nya masih terasa sangat ngilu. Sophia menahan kepala Gerwyn dengan tangan nya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.


"Huff aku bisa bergerak dengan leluasa." ucap Gerwyn sambil melihat pantulan diri nya di cermin toilet.


"Pak! masih lama yah? Saya harus berangkat magang setelah ini." ucap Sophia mengetuk pintu kamar mandi karena dia menunggu di luar.


Gerwyn keluar.


"Kita sudah bisa pulang sekarang pak." Gerwyn mengangguk dia langsung berjalan mendahului Sophia.


"Bapak harus jalan pelan-pelan tidak bisa seperti biasa dulu." ucap Sophia, namun Gerwyn sama sekali tidak perduli.


"Kamu ngapain?" tanya Gerwyn ketika Sophia mau masuk ke dalam mobil nya.


"Saya mau masuk."


"Tidak bisa! Sekarang kamu harus pulang sendiri saya ada urusan pribadi." ucap Gerwyn. Sophia menutup pintu mobil kembali.


"Kalau di tanya Ibu saya, beri tahu saya ada urusan di luar." ucap Gerwyn dan meninggalkan Sophia begitu saja.


Sophia hanya melihat mobil Gerwyn pergi begitu saja.


"Kenapa aku sangat khawatir yah dia pergi tanpa ada yang jagain." batin Sophia. Tidak beberapa lama dia sampai di rumah.


"Loh mana Gerwyn? Kenapa dia tidak ikut dengan kamu?" tanya buk Linda.

__ADS_1


"Gerwyn ada urusan di luar Tante, saya juga harus berangkat bekerja." ucap Sophia.


"Tunggu dulu!" Buk Linda menahan tangan Sophia.


"Iyah Tante, ada yang bisa saya bantu?"


"Sebenarnya apa yang sedang kalian sembunyikan dari saya? Saya yakin ada yang mencurigakan di antara kalian berdua." ucap buk Linda.


"Itu hanya perasaan Tante saja karena tidak setuju anak Tante menikah dengan saya." ucap Sophia.


"Kamu saling mencintai, dan Gerwyn tidak akan memilih wanita lain," ucap Sophia.


Buk Linda diam.


"Kalau begitu saya ke kamar dulu Tante." ucap Sophia.


Sophia berangkat magang mencari buk Linda untuk pamit namun ternyata buk Linda dan adik nya sedang memberikan burung peliharaan peninggalan almarhum suaminya.


"Aku berangkat Tante." ucap Sophia mau menyalim tangan mertua nya. Namun mertua nya mengabaikan nya.


"Mbak berangkat dulu yah Ano, kamu jagain Buk Linda." ucap Sophia dan pergi.


Sebelum sampai di hotel dia menemui Hena dulu di sebuah tempat yang tentunya tempat orang simpanan Hena.


Tidak sengaja dia melihat Gerwyn duduk di gedung itu bersama rekan-rekannya.


"Kalau lagi serius seperti itu pak Gerwyn terlihat sangat menawan." ucap Sophia sambil tersenyum melihat Gerwyn yang menjelaskan sesuatu.


"Ekhem-Ekhem!! Seperti nya ada yang mengangumi suami nya dari Jauh nih." Sindir Hena.


"Akhirnya kamu datang juga, mana buku nya? aku harus segera kembali ke hotel."


"Kamu gak makan bareng kita dulu?" tanya Hena, Sophia melihat pria yang lumayan tua merangkul pinggang Hena sambil tersenyum kepada nya.


"Aku masih kenyang, kamu saja yah, aku sudah telat." ucap Sophia dia mengambil buku dan setelah itu dia pergi.


Di dalam taksi dia kefikiran pada teman nya itu.


"Apa Hena sama sekali tidak risih yah? Huff dia seperti nya sudah sangat terjerumus." ucap Sophia.


"Tapi kenapa yah akhir-akhir ini aku tidak bisa melupakan wajah pak Gerwyn, dan aku sedikit kecewa kenapa dia bisa begitu cepat sembuh, kalau dia sakit aku masih bisa bersama nya lebih lama." ucap Sophia.


Di sore hari nya, Gerwyn baru saja pulang.

__ADS_1


"Mamah." sapa nya sambil mencium pipi kiri dan kanan Ibu nya.


"Kamu baru pulang? Dari mana saja? Kamu belum sembuh total." ucap Buk Linda.


"Aku ada kerjaan Mah, Mamah jangan khawatir kan aku, Aku baik-baik saja, aku sudah bilang aku bisa mengurus diri ku sendiri." ucap Gerwyn.


Buk Linda menghela nafas panjang.


Gerwyn melihat Ano yang sedang bermain di depan TV.


"Mamah memberikan sisa-sisa mainan kamu yang bagus pada nya, Mamah tidak mempunyai kekuatan untuk keluar membeli mainan pada nya." ucap buk Linda.


"Kenapa Mamah sangat perduli pada nya?"


"Dia yang nemenin Mamah dia sini, dia juga baik dan perduli sama Mamah tidak ada salah nya Mamah juga perduli pada nya." ucap buk Linda.


"Ya sudah kalau begitu aku akan meminta asisten ku membeli mainan untuk nya agar lebih betah di rumah." ucap Gerwyn.


"Seperti nya dia sama seperti kamu, sangat pemilih!" ucap buk Linda.


"Apa Mamah mau aku membawa nya langsung?" tanya Gerwyn. Buk Linda mengangguk.


"Sophia tidak akan mengijinkan adik nya di bawa keluar tanpa dia." ucap Gerwyn.


karena dia ingat tidak jarang pengawal nya mengadu pada nya. Sophia selalu marah pada mereka yang tidak ijin membawa Adik nya.


"Sudah lah lagian kita tidak ada niat jahat, seperti nya dia jarang beli mainan yang dia suka. Sophia saja tidak perduli pada adik nya." ucap Buk Linda.


Gerwyn yang tidak bisa menolak permintaan ibu nya akhirnya mau mengantar kan mereka untuk belanja mainan.


"Kita mau kemana buk?" tanya Ano.


"Kak Gerwyn mau beliin kami mainan, sama beli baju baru." ucap buk Linda. Ano langsung diam dan memasang wajah datar.


"Kenapa Ano? apa ada yang salah? apa kamu ingin membeli yang lain?" tanya buk Linda.


"Mbak Sophia melarang aku untuk menerima barang dari orang lain tanpa seijin nya, aku tidak bisa ikut buk." ucap Ano.


Gerwyn yang berdiri mendengar kan percakapan mereka seketika salut dengan cara Sophia mendidik Adik nya.


"Ternyata dia mengajari adik nya dengan baik, sangat berbeda dari sifat nya." batin Gerwyn.


Buk Linda tersenyum. dia mencubit pipi Ano.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu khawatir mbak kamu tidak akan marah, kamu bisa meminta apa saja apa yang kamu mau, itung-itung tanda terima kasih Ibu sama kamu, kamu sudah mau menemani ibu. Bahkan anak ibu saja sangat jarang menemani ibu, Ibu sangat kesepian." ucap buk Linda.


__ADS_2