Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Keputusan untuk berpisah


__ADS_3

Di malam hari Sophia baru saja selesai mengerjakan beberapa tugas nya. Dan Gerwyn juga baru pulang dari kantor.


"Bapak sudah pulang?" ucap Sophia. Gerwyn hanya diam.


"Tante Linda sudah lebih baik, dia hanya butuh istirahat banyak dan juga rajin kontrol ke rumah sakit, sekarang dia sedang istirahat di kamar nya." ucap Sophia.


"Bagus lah kalau begitu." ucap Gerwyn. Sophia menatap Gerwyn.


"Kenapa bapak tidak datang menjemput nya? Bahkan memeriksa keadaan nya selama di rumah sakit bapak tidak datang sama sekali." ucap Sophia.


"Kamu tidak lihat jam segini saya baru pulang kerja?"


"Iyah saya tau Pak, tapi Tante Linda pasti membutuhkan bapak di samping nya." ucap Sophia.


"Tidak perlu menasehati saya! Kan sudah ada kamu di sana, untuk apa saya membayar kamu kalau tidak bisa di andalkan untuk merawat Mamah." ucap Gerwyn.


Tasya terdiam.


"Aku siapin air mandi untuk bapak." ucap Sophia.


"Tidak perlu!" ucap Gerwyn. Sophia melihat Gerwyn langsung ke kamar mandi.


Tidak beberapa lama Gerwyn sudah selesai mandi, Sophia sudah menyiapkan baju untuk Gerwyn.


"Saya minta maaf sebelumnya sudah lancang bertanya tentang almarhum Papah nya Bapak, saya tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Sophia.


Gerwyn menatap Sophia.


"Tidak perlu minta maaf karena percuma saja!" ucap Gerwyn langsung keluar. Sophia mengikuti nya keluar.


"Aku siapin makan malam yah, aku tadi sudah masak tapi mungkin sudah dingin." ucap Sophia.


"Saya sudah makan." ucap Gerwyn berjalan keluar.


"Bapak mau kemana lagi? Ini sudah malam." ucap Sophia.


"Bukan urusan kamu! Jangan ikut campur atau kepo saya mau kemana!" ucap Gerwyn menepis tangan Sophia.


Sophia tidak bisa melarang Gerwyn pergi, akhirnya membiarkan nya saja. Sophia menghela nafas panjang.


"Aku membuat kesalahan yang sangat fatal yah? Kenapa Pak Gerwyn seperti nya sangat marah pada ku." ucap nya.


Tidak beberapa lama Gerwyn sampai di Bar tempat Sophia bekerja sebelum nya.


"Hey bro! Sudah lama kita tidak bertemu." ucap Bibi sudah menunggu nya bersama wanita duduk di pangkuan nya.


Gerwyn duduk wanita itu pun pergi karena di suruh oleh Bibi.

__ADS_1


"Kelihatan nya kamu sangat lelah, bagaimana kalau gw Panggil Siska ke sini?" tanya Bibi. Namun sebelum di panggil Siska sudah datang.


"Hay kamu! Apa kabar?" tanya Siska sambil melingkarkan tangannya memeluk Darel dari belakang.


Gerwyn tersenyum.


"Aku sangat lelah." ucap Gerwyn.


"Humm bagaimana kalau aku menyemangati kamu dengan cara ku?" tanya Siska. "Kamu mempunyai cara apa selain menyerahkan badan kamu?" tanya Gerwyn.


Siska tersenyum dia duduk di pangkuan Gerwyn.


"Bagaimana kalau malam ini ijinkan aku memuaskan bapak?" Siska merabah dada Gerwyn.


Siska membiarkan Gerwyn minum banyak.


"Aku tau Istri kamu tidak bisa memuaskan kamu," ucap Siska berbisik ke telinga Gerwyn.


Gerwyn hanya diam, Siska semakin ganas dia merabah terus leher Gerwyn dia juga meninggalkan dua tanda merah di leher nya.


Siska mau mencium bibir Gerwyn namun Gerwyn tidak mau.


"Kenapa?" tanya Siska, Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


Gerwyn sama sekali tidak mencium Siska, dia juga tidak mengijinkan Siska mencium bibir nya.


Dia melepaskan nafsunya yang sudah tidak tertahan. dia sudah kelelahan sehingga tertidur. Siska dengan akal liciknya dia mengambil foto dia mencium bibir Gerwyn dan mengirim kan kepada Sophia.


Sophia yang menunggu Gerwyn di ruang tamu membuka ponsel nya yang berbunyi. Dia sangat terkejut melihat foto itu.


"Ya Tuhan apa ini?" Sophia sangat terkejut. dia melihat kembali pesan dari Siska.


"Aku pikir dia kurang puas dengan mu, sehingga dia datang kepada ku." ucap Siska. Sophia mematikan ponsel nya dan termenung.


"Aku tidak tau guna nya aku menikah dengan dia untuk apa." ucap Sophia.


Keesokan harinya Gerwyn baru pulang tepat jam delapan pagi, Sophia tidak pergi magang karena lagi libur.


Dia sedang memasak di dapur.


"Ano." sapa Gerwyn pada Ano yang sedang bermain.


Sophia melihat Gerwyn pulang dia langsung menghampiri nya.


"Bapak sudah pulang? Aku masak sarapan kesukaan Bapak. Aku yakin bapak pasti suka." ucap Sophia.


Gerwyn melihat menu makanan yang di buat oleh Sophia dia menjadi lapar.

__ADS_1


Gerwyn berjalan ke arah meja makan membuat Sophia senang. "Aku panggil Tante Linda dulu, bapak bisa makan duluan." ucap Sophia.


Tidak beberapa lama Buk Linda datang.


Buk Linda hanya melirik Gerwyn tanpa menegur sama sekali.


Selama makan tidak ada yang berbicara hanya suara sendok yang bersentuhan dengan piring.


Setelah selesai makan buk Linda langsung kembali ke kamar nya.


"Bapak kenapa mendiamkan Tante Linda seperti itu? Itu tidak baik." ucap Sophia. Gerwyn menatap Sophia.


"Aku yakin Tante Linda pasti sangat kecewa karena tiap dia sakit bapak tidak pernah berkunjung ke tempat dia dirawat." ucap Sophia.


"Saya lelah!" Gerwyn langsung meninggalkan Meja makan.


"Lelah karena bermain dengan wanita itu?" tanya Sophia. Gerwyn berhenti dia langsung menatap Sophia.


Sophia langsung menunjukkan foto yang di kirim Siska.


"Aku tau aku hanya istri pura-pura Bapak, tapi bapak Sama sekali tidak pernah menghargai aku." ucap Sophia.


"Kamu mau saya seperti apa?" tanya Gerwyn.


"Saya tidak suka Bapak tidur dengan wanita lain di luar sana, saya tidak suka bapak tidur dengan sembarangan wanita." ucap Sophia.


"Memang nya kamu sanggup untuk melayani saya? Dengan badan kecil kamu ini saya tidak akan puas!" ucap Gerwyn. Sophia terdiam.


"Sudah lah kerjakan tugas kamu, terima upah kamu dan setelah itu nikmati yang ada, jangan pernah mengatur hidup saya!" ucap Gerwyn.


"Aku wanita yang bodoh, aku jatuh cinta pada pria seperti bapak, aku menyukai bapak. Aku sakit hati melihat bapak dengan wanita lain, aku tidak bisa melihat bapak mengabaikan aku." ucap Sophia menahan air mata nya.


Gerwyn terdiam, terkejut dengan kejujuran Sophia.


"Mulai dari sekarang aku tidak akan menjadi wanita bodoh lagi, aku tidak mau menjadi boneka bapak, aku ingin kita berpisah dan mencari jalan hidup masing-masing." ucap Sophia.


"Tidak bisa! Kamu mempunyai hutang pada saya!" ucap Gerwyn. "Aku tidak mempunyai hutang apapun pada Bapak. Bapak sudah melunasi semua nya setelah bapak keluar dari penjara." ucap Sophia.


"Kalau kamu Berpisah dengan saya, hidup kamu akan sengsara seperti dulu lagi!" ucap Gerwyn.


"Lebih baik aku hidup sengsara dari pada harus menahan rasa sakit hati, cacian, perlakuan kasar dan juga kesengsaraan yang bapak berikan pada ku!" ucap Sophia.


"Aku sudah memutuskan ini, aku ingin kita berpisah aku lelah seperti ini." ucap Sophia. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya.


"Tidak semudah itu." ucap Gerwyn.


Like, komen dan vote dong jangan lupa tinggalkan Poin juga atau saran. πŸ˜€πŸ˜€πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2