Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Kalau bukan salah paham bukan suami istri nama nya


__ADS_3

"Aku baru tau kalau Hena punya rumah di sini." ucap Riki sambil turun dari dalam mobil nya.


"Dia menyewa kamar di sini." ucap Sophia. Riki Membuka pintu belakang mengambil Tas dan juga beberapa buku dan semua makanan yang di beli oleh nya.


"Nih untuk kamu dengan Hena." ucap Riki memberikan semua makanan pada Sophia.


"Makasih yah. Kamu seharusnya tidak perlu repot-repot." ucap Sophia. Mereka pun masuk ke dalam. Hena menyambut RIki dengan penuh senyuman. Mereka duduk di sofa mengeluarkan buku masing-masing yang harus di pelajari. Mereka juga berdiskusi beberapa pelajaran yang tidak dapat di mengerti.


Hena merasa bekas operasi nya sakit karena kelamaan duduk.


"Kamu kenapa Hen?" tanya Sophia.


"Perut ku tiba-tiba sakit." ucap Hena.


"Mungkin karena kelamaan duduk dan dari tadi kamu belum istirahat. Ayo aku antar ke kamar, kamu belajar di kamar saja." ucap Sophia. Hena mengangguk.


Tidak beberapa lama Sophia Kembali ke ruang tamu.


"Emang nya Hena sakit apa sampai operasi?" tanya Riki.


"Oohh dia usus buntu, beberapa hari yang lalu dia baru selesai operasi." ucap Sophia.


"Oohhh." ucap Riki.


"Humm ngomong-ngomong kamu sudah siap belum Ujian Minggu depan?" tanya Riki.


"Siap gak siap harus kita kerjakan." ucap Sophia. Riki tersenyum. "Aku sih yakin kamu pasti bisa." ucap Riki. Sophia tersenyum.


"Kamu juga pasti bisa." ucap Sophia. Riki tersenyum.


Mereka Kembali fokus ke buku, namun saat sedang fokus tiba-tiba ponsel Sophia berdering.


"Bentar yah, aku jawab telpon Dulu." ucap Sophia. Riki mengantuk.


"Halo mas." jawab Sophia.


"Halo istri ku, bagaimana kabar kamu?" tanya Gerwyn. "Alhamdulillah baik, mas sendiri bagaimana? Kapan mas Akan kembali ke sini?" tanya Sophia.


"Kamu doakan saja semoga Pekerjaan saya cepat selesai." ucap Gerwyn.


"Amin. Oh iya aku lagi di rumah Hena. Kami belajar di sini sama-sama Sama teman aku yang lain juga." ucap Sophia.


"Ya udah kalau begitu kamu lanjut saja belajar nya." ucap Gerwyn. "Bisa nanti kok, aku Masih sangat merindukan Mas Gerwyn." ucap Sophia.


Gerwyn tersenyum manis.

__ADS_1


"Di sini sangat sulit mencari jaringan sehingga saya harus ke tempat yang tinggi untuk bisa menelpon istri saya." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Kang Gerwyn." panggil Elis. Sophia mendengar nya.


"Iyah ada Apa?" tanya Gerwyn.


"Mbok memanggil, Kata nya Kang Gerwyn harus siap-siap ke acara pak kepala desa nanti." ucap Elis.


"Baiklah." ucap Gerwyn.


"Siapa itu Mas?" tanya Sophia.


"Dia adalah Cucu pengurus penginapan di sini." ucap Gerwyn. "Ya udah kalau begitu udah dulu yah telponan nya, saya mau siap-siap ke rumah Pak kepala desa." ucap Gerwyn.


"Baiklah mas, hati-hati yah." ucap Sophia. Gerwyn menginyakan panggilan pun langsung mati.


"Siapa perempuan itu? mas Gerwyn kemarin bilang kalau tidak ada wanita muda di sana, namun kenapa ada?" batin Sophia dia jadi overthinking.


"Sophia kok kamu ngomong sendiri sih? aku dari tadi manggil kamu " ucap RIki. Sophia langsung sadar dia menoleh ke arah Riki.


"Maaf-maaf, aku tidak mendengarkan nya, ada apa Ki?" tanya Sophia.


"Cari makan keluar yok, ini sudah jam satu siang lewat, Hena juga pasti belum makan." ucap Riki. "Apa yang sebaiknya kita membeli nya lewat Gofood saja?" tanya Sophia.


"Udah buruan ayo." ucap Riki menarik tangan Sophia.


"Baiklah kita pergi, tapi tidak perlu pegangan tangan seperti ini." ucap Sophia melepaskan tangan Riki dari tangan nya.


Riki tersenyum dia pun mengangguk akhirnya mereka pergi mengunakan mobil nya Riki.


"Ini dia tempat makanan favorit Ku. Kamu pasti suka makanan ini." ucap Riki. Sophia tiba-tiba tersenyum karena ini adalah Salah satu tempat favorit suami nya. Restoran mungkin sedikit jauh dari tempat mereka namun Gerwyn sangat suka makanan yang ada di sini.


Mereka turun dan memesan makanan untuk di makan, di Bungkus untuk Hena.


Saat asyik Makan tiba-tiba Bibi masuk. Dia langsung melihat Hena di sana.


"Loh itu hena? Dia sama siapa yah, kok tumben-tumbenan banget sama cowok?" tanya Bibi. Dia mengambil gambar mereka.


"Apalagi di saat Riki menyeka bibir Sophia Bibi langsung mengambil gambar.


"Humm Ini tidak bisa di biar kan, Sabahat ku sudah sangat mencintai dia, namun dia mengambil kesempatan dekat dengan cowok lain di saat Gerwyn jauh." ucap Bibi.


Sophia melihat Bibi dia mau menyapa namun dia langsung membuang wajah sehingga membuat Sophia juga kebingungan melihat Bibi.


Setelah selesai makan mereka pulang.

__ADS_1


"Haii kak." sapa Sophia pada Bibi menyempatkan setelah Riki Keluar.


,


"Ada apa? Kamu jangan mencoba-coba menggoda ku atau merayu ku agar tidak memberi tahu pada Gerwyn kalau sedang jalan dengan pria lain." ucap Bibi.


"Maksud kakak?" tanya Sophia heran. "Kamu jangan berpura-pura polos, aku sudah mengirimkan foto mesrah kalian berdua pada Gerwyn." ucap Bibi menunjukkan WhatsApp nya pada Sophia.


Seketika Sophia menghela nafas panjang.


"Kakak sudah salah paham, dia adalah teman ku, kami tidak ada hubungan apa-apa." ucap Sophia.


"Lagian dia menyeka bibir ku karena celemotan bukan karena kencan. Ya ampun kak, bagaimana kalau mas Gerwyn salah paham." ucap Sophia panik.


"Bodo amat, lagian walau itu satu kelas, atau apalah itu, kamu seharusnya tidak boleh dekat-dekat dengan cowok lain selain suami kamu sendiri." ucap Bibi.


Sophia tidak bisa membela diri lagi.


"Sophi ayo buruan. Kasihan Hena pasti kelaparan." ucap Riki.


"Iyah." ucap Sophia dia pun meninggalkan Bibi.


"Hena? Apa mereka sama Hena? Seperti nya benar deh itu adalah teman nya, ih bagaimana dong ini? Gak bisa di hapus lagi." ucap Bibi.


Dia jadi panik sendiri karena kelakuan nys itu.


"Aduh maafin aku ya Sophia. Pasti Gerwyn salah paham melihat nya. Ya ampun bibi." ucap nya.


Dia sama sekali tidak bisa menghapus nya lagi, dia kebingungan Harus menghapus nya bagaimana.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Kamu kok keluar dari kamar? Ada apa?" tanya Sophia pada Hena.


"aku ke dapur membuat makanan untuk kamu." ucap Riki. Hena mengangguk.


Tadi nya handphone kamu bunyi ternyata dari suami kamu, dia marah-marah tidak jelas membahas kamu tidak setia gitu." ucap Hena karena ponsel Sophia ketinggalan di rumah.


Sophia menghela nafas panjang.


"Memang nya ada apa?" tanya Hena.


"Kak Bibi tidak sengaja mengambil foto aku dengan Riki dan mengirim kan nya pada mas Gerwyn." ucap Sophia.


"Ya ampun kak Bibi kok jadi ribet banget sih. perasaan dia bukan seperti itu." ucap Hena ikut jengkel.

__ADS_1


__ADS_2