Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Berjiarah ke almarhum papah Gerwyn


__ADS_3

"Kamu sudah mandi?" tanya Gerwyn. Sophi menggeleng kan kepala nya.


"Mau mandi bareng?" tanya Gerwyn.


Sophia Menggeleng kan kepala nya.


"Aku takut Mamah lama menunggu." ucap Sophia. Gerwyn menghela nafas panjang. "Sabar Gerwyn, sabar.." ucap nya pada diri sendiri. Sophia mandi terlebih dahulu setelah itu Gerwyn berganti an untuk mandi.


Mereka sedang dalam perjalanan ke pemakaman papah nya Gerwyn. Pemakaman nya di rumah lama orang tua Gerwyn yang sekarang sudah kosong.


Sophia menoleh ke arah Bu Linda yang hanya diam saja di belakang. Dia menatap suaminya yang menyetir.


"Sudah biarkan saja." ucap Gerwyn. Sophia mengangguk. Gerwyn memegang tangan Sophia sambil menyetir.


Bu Linda melihat keromantisan anak nya dengan menantu nya membuat nya sangat senang sekali. Tiga jam kemudian akhirnya mereka sampai di depan gerbang pemakaman.


Ternyata pemakaman itu bukan pemakaman biasa. Sophia di gandeng oleh suami nya. Sementara Bu Linda berjalan terlebih dahulu.


Akhirnya sampai juga.


Bu Linda jongkok. Air mata nya langsung menetes memeluk Batu Nisa suami nya.


"Putra Anggara." ucap Sophia. Suami nya menoleh ke arah Sophia. "Namanya cukup gak asing bagi ku mas." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Nama ini cukup pasaran mungkin." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.


"Aku datang bersama menantu dan anak kita pah. Kamu pasti senang Melihat Gerwyn sudah menikah sekarang." ucap Bu Linda.


Sophia meminta Gerwyn untuk mendekap mertua nya. Sementara Sophia memasang kerudung nya dan membaca kan ayat-ayat kursi.


Cukup banyak keluhan Bu Linda pada almarhum suaminya. Setelah sudah selesai mereka menabur Bunga.


"Mamah sama kamu duluan saja, tunggu di Mobil." ucap Gerwyn, Sophia mengangguk. Mereka pun pergi. Sophia melihat Gerwyn yang mengelus batu Nisan papah nya.


"Pah asal papah tau aku sangat merindukan Papah. Sangat cepat kau pergi. Aku Masih sangat membutuhkan papah di sini." ucap Gerwyn.


Air mata nya perlahan Keluar.


"Papah sangat tega meninggalkan aku dengan Mamah seperti ini, aku tidak tega melihat mamah sampai sekarang sangat trauma sekali." ucap Gerwyn.


"Maafin aku juga Pah. Karena aku sibuk mencari bukti, sibuk memperbaiki semua nya, sibuk mengurus pekerjaan sehingga Mamah terabaikan. Namun sekarang aku janji akan selalu menjaga mamah dalam keadaan apapun." ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Dan aku juga tau papah pasti sangat marah karena aku menikah dengan Sophia. Tapi Pah setelah bertemu dengan Sophia aku bisa melihat dunia terang lagi, aku memiliki tujuan, aku kembali mengingat Mamah." ucap Gerwyn.


"Jika suatu saat nanti semua nya terbongkar aku sudah ikhlas apapun yang terjadi. Namun untuk saat ini aku sangat membutuhkan Sophia di samping ku Pah. Dia segala nya untuk ku saat ini." ucap Gerwyn sambil menangis.


Gerwyn menabur bunga lagi. "Aku akan menepati janji ku Pah untuk terus menjaga mamah dan orang terpenting di dalam hidup ku." ucap Gerwyn dia tersenyum dan segera meninggalkan Makam itu.


Flashback on...


"Papah ketemu mamah kapan sih?" tanya Gerwyn yang duduk bersama papah nya di tepi danau.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya papah nya.


"Hanya penasaran saja Pah, aku sudah berumur 15 tahun namun aku belum pernah melihat keluarga Mamah datang." ucap Gerwyn.


"Sudah saatnya kamu tau. Sebenarnya Papah menculik mamah waktu itu dari keluarga nya. Kami saling mencintai namun keluarga mamah kamu tidak menyetujui itu karena papah dari keluarga mafia." ucap papah nya.


Gerwyn terdiam karena kaget.


"Papah sangat mencintai mamah kamu sehingga papah nekat untuk menculik mamah membawa kabur walaupun pada saat itu keluarga mamah kamu hampir membunuh Papah." ucap papah nya.


"lalu apa papah berhasil bersembunyi?" Tanya Gerwyn.


Gerwyn diam lagi. "Dan setelah kejadian itu Mamah kamu di coret dari keluarga mereka." ucap Papah nya.


"Mamah adalah cinta pertama papah, cinta sejati. Pesan Papah pada kamu adalah jaga lah orang yang sangat penting di hidup kamu, perjuang kan mereka." ucap papah nya.


Flash back Off..


Gerwyn tersenyum.


Dia melihat dari jauh wajah Sophia. Seketika dia tersenyum lebar. "Gerwyn tersenyum ke arah kamu Sophia. Mamah sudah lama tidak melihat dia tersenyum seperti itu." ucap Bu Linda.


Sophia tersenyum. Dia bisa melihat senyuman Gerwyn bukan hanya sekedar senyuman biasa.


"Ada apa dengan mas Gerwyn?" batin Sophia.


"Ayo kita pulang." ucap Gerwyn.


"Tunggu dulu nak, mamah belum ingin pulang. Mamah ingin berkunjung ke rumah lama kita." ucap Bu Linda.


"Mamah yakin?" tanya Gerwyn, Bu Linda mengangguk. Akhirnya mereka pergi juga ke sana.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.


"Ternyata rumah ini jauh lebih megah yah dari rumah kita yang sekarang." ucap Sophia.


Bu Linda tersenyum.


"Wahh Bagus banget, walaupun tidak ada yang menempati Tapi tetap bersih dan sangat indah." ucap Sophia.


"Ada khusus tukang kebun dulu yang bekerja di sini." ucap Bu Linda.


Bu Linda masuk. Sophia mau masuk namun di tahan oleh Gerwyn. "Kenapa Mas?" tanya Sophia.


"Biar kan Mamah saja yang masuk, dia pasti ingin mengenang kenangan mereka Dulu tampa ada yang ganggu." ucap Gerwyn.


"Tapi aku juga penasaran isi nya seperti apa mas." ucap Sophia. "Kamu bisa melihat nya nanti. Sekarang kamu harus memberikan ciuman pada saya." ucap Gerwyn.


Sophia melihat ke sekeliling dan mencium pipi Gerwyn.


"Terimakasih Sayang." ucap Gerwyn mencium kening istrinya. Mereka pun berjalan ke samping.


"Wahh ini sungguh luas sekali, Kolam berenang nya benar-benar bagus dan sangat luas." ucap Sophia.


Dia berdiri di tengah-tengah taman.


"Kalau tinggal di sini pasti sangat senang sekali." ucap Sophia. "Kata siapa tidak membosankan? di sini tidak ada tetangga, hanya ada satu rumah ini di sini, bahkan orang-orang yang di lihat hanya itu-itu saja." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum.


"Dulu Apa hanya kamu, Mamah dan papah mertua yang tinggal di sini?" tanya Sophia.


"Rumah ini hanya di tempati oleh Mamah dan papah. Saya selalu di luar kota. kalau saya pulang ke sini saya akan tinggal di rumah kita yang sekarang." ucap Gerwyn.


"Oohhh." ucap Sophia.


"Aku belum pernah bertanya ini sebelum nya, apa hanya mas sendiri anak papah mertua dan Mamah?" tanya Sophia lagi.


Gerwyn cukup lama menjawab nya. "Iyah hanya saya sendiri." ucap Gerwyn.


Sophia mengangguk paham. Mereka duduk di ayunan.


"Saya ingin suatu saat nanti memiliki anak yang banyak agar rumah kita selalu ramai." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2