Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 268


__ADS_3

"Aku tidak membicarakan kamu." ucap Sophia. Gerwyn hanya bisa tersenyum. "Setelah selesai membangun kan Ano, datang ke kamar yah." ucap Gerwyn. Sophia hanya diam sementara Gerwyn sudah tersenyum menggoda dan tidak lupa mengedipkan mata nya.


Sophia yang melihat itu langsung mengalihkan pandangannya, dia berjalan ke arah kamar Ano sambil senyum-senyum.


Setelah Ano berangkat ke sekolah Sophia menyusul Mertua nya ke Meja makan.


"Panggil suami kamu gih sarapan sama-sama." ucap Bu Linda. "Seperti nya mas Gerwyn sedang tidur mah, kalau dia tidak tidur mungkin dia sudah mengganggu ku dari tadi." ucap Sophia.


"Oohh ya udah kalau begitu ayo Makan." Ucap Bu Linda. Sophia sebenarnya tidak berselera untuk makan, namun tidak ingin membuat ibu mertua nya Curiga.


"Oh iya Sophia, bagaimana tentang sekolah kamu?" tanya Bu Linda. "Humm belum ada kejelasan Mah, doain aja semoga aku lulus." ucap Sophia.


"Apa benar kamu akan melanjutkan kuliah?" tanya Bu Linda. Sophia menganguk. "Mamah sudah tau seperti apa kehidupan ku, aku tidak ingin di tertawa kan oleh keluarga ku sendiri." ucap Sophia.


Bu Linda langsung terdiam. "Ada waktu nya aku memberi tahu pada Mamah. Aku rasa ini bukan waktu yang tepat." ucap Sophia dalam hati.


"Baiklah kalau itu keputusan kamu nak, Mamah akan mendukung nya." ucap Bu Linda.


Setelah beberapa lama akhirnya tidak Beberapa Lama Sophia kembali ke kamar nya.


Dia membuka pintu Gerwyn Langsung bangun. Namun Sophia langsung ke kamar mandi. Dia memuntahkan semua apa yang di Makan nya tadi.


Gerwyn panik dia mengikuti istri nya ke Kamar mandi. "Ada apa Sophia?" tanya Gerwyn.


Dia mengelus punggung istri nya.


Sophia di bawa keluar dari kamar mandi. "Ada apa? Kenapa kamu bisa mual-mual? Apa kamu memakan sesuatu yang salah?" tanya Gerwyn.


"Aku sarapan dengan Mamah di bawah. Aku memaksa untuk memakannya." ucap Sophia. Gerwyn Menghela nafas panjang.


"Ya udah kamu minum dulu nih." Gerwyn memberikan minum. "Badan kamu kok panas sayang?" tanya Gerwyn merasakan suhu badan istri nya berbeda.


"Huff badan ku sangat berat sekali mas, kepala ku pusing." ucap Sophia. "Apa kita ke rumah sakit saja?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.


"Nanti juga sembuh sendiri mas." ucap Sophia. Gerwyn memberikan Obat dan mengompres badan istri nya.


Dan benar saja suhu badan Sophia sudah mendingan sekarang.

__ADS_1


"Kamu istirahat saja yah." ucap Gerwyn, Sophia menganguk. Gerwyn duduk di samping Sophia untuk menemani nya. Tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari Vano.


"Halo Pak. Kenapa bapak tidak kunjung sampai di kantor?" tanya Vano. "Seperti nya hari ini saya tidak bisa datang ke kantor." ucap Gerwyn.


Sophia berbaring di paha suami nya. Gerwyn mengelus kepala Istri nya.


"Kenapa Pak? Bukan nya hari ini bapak mau membawa saya ke lapangan?" tanya Vano.


"Seperti nya tidak bisa hari ini, istri saya tiba-tiba sakit." ucap Gerwyn.


"Oohh baiklah pak." ucap Vano. Dia pun mematikan sambungan telepon.


Vano menghela nafas panjang. "Huff jadwal ku sudah kosong, apa aku sebaik nya pulang? Tapi kalau aku pulang untuk apa?" ucap Vano.


Hena sudah pulang ke kampung nya untuk beberapa hari karena libur. Selain itu dia juga ingin menenangkan diri nya.


Handphone nya tiba-tiba berdering.


"Mamah?" ucap Vano. Dia menjawab nya dan ternyata Mamah nya meminta Vano Pulang membawa kan obat nya yang sudah habis.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana. "Ini obat yang Mamah minta." ucap Vano memberikan obat itu pada mamah nya.


Dan ternyata Om Davit juga ada di sana.


"Papah kenapa bisa di sini?" tanya Vano.


"Tidak ada yang merawat mamah kamu di sini, Papah harus merawat nya sampai sembuh." ucap Om Davit.


Vano sadar kalau Mamah nya masih sangat marah pada papah nya, namun melihat perubahan Papah nya yang sekarang membuat Vano juga sadar kalau Papah nya sudah kembali kepada mereka lagi.


Namun sekarang keadaan semakin rumit.


"Mah minum dulu obat nya." ucap Om Davit sambil mengambil kan air minum.


Vano merasa lega karena papah nya mau mengurus Mamah nya.


"Aku tidak bisa lama-lama di sini, aku harus pulang." ucap Vano. "Apa kamu mau menemui perempuan itu?" ucap Mamah nya.

__ADS_1


Vano berbalik dia menatap ibunya.


"Mamah tidak akan pernah setuju kamu dengan dia, mamah tidak merestui hubungan kalian." ucap Bu Linda.


"Hena yang dulu Sama yang sekarang berbeda mah, aku mohon terima hubungan kami, aku tau yang terbaik untuk ku." ucap Vano.


"Mamah tidak akan pernah setuju dan kalau tidak, Mamah yakin hubungan kamu dengan di tidak akan pernah baik." ucap Mamah Vano.


Vano mendekati mamah nya dia jongkok di depan Mamah nya.


"Aku tau aku melakukan kesalahan yang sangat besar pada Mamah, tapi aku mohon mah, aku sangat mencintai Hena. Jangan membuat aku gila lagi karena harus gagal dengan perempuan ini." ucap Vano.


"Mamah tidak yakin dia adalah wanita yang baik, karena dia mempunyai latar belakang yang sangat buruk, dia tidak cocok dengan pria seperti kamu, dia tidak cocok menjadi menantu Mamah, menjadi bagian keluarga kita harus wanita yang baik." ucap Mamah nya Vano.


"Mamah harus mengenal Hena mah." ucap Vano.


"Vano sudah mencintai Hena mah, berikan dia kesempatan untuk memilih masa depan nya, dia yang akan menjalani nya." ucap Om Davit.


"Mamah sudah memikirkan semua nya. Dan Mamah yakin kalau larangan mamah ini adalah yang terbaik untuk kamu."


"Tapi Maaf kan aku mah, aku akan terus memperjuangkan hubungan ku, aku akan membuktikan pada Mamah kalau Hena baik, dia bisa memperbaiki diri nya." ucap Vano.


."Sudah nak, lebih baik kamu pergi saja." ucap Om Davit. Vano berdiri.


"Kalau begitu aku pamit Mah, Pah." ucap Vano.


"Mamah kasih waktu untuk kamu satu bulan membuktikan kalau Hena pantas menjadi menantu Mamah." ucap mamah Vano.


Lagi-lagi Vano terdiam. Om Davit juga terdiam.


"Ma-maksud Mamah?" tanya Vano.


"Kalau Hena bisa membuktikan dia pantas untuk kamu, pantas menjadi seorang pasangan untuk kamu, Mamah akan merestui hubungan kalian. Tapi kalau Hena belum bisa menyakinkan Mamah. Kamu harus siap meninggalkan dia."


"Baik mah, aku akan memastikan kalau mamah akan tertarik pada Hena." ucap Vano. "Terimakasih mah." ucap Vano mencium kepala mamah nya dan langsung pergi.


Vano pergi dengan sangat senang sekali. Om Davit yang melihat itu sangat senang.

__ADS_1


__ADS_2