Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Akhirnya lunas juga


__ADS_3

"Lebih baik kamu menyerah saja, dan menikah dengan saya." ucap juragan itu.


"Saya tidak mau!" Sophia semakin galak juga.


"Berani-beraninya kamu menolak! Saya sudah membawa penghulu ke sini kamu tidak ada pilihan lain lagi."


Namun tiba-tiba Salah satu tetangga datang.


"Ada apa ini?" tanya ibu itu.


"Ibu jangan ikut campur yah, ini urusan saya dengan dia." ucap juragan.


"Bu tolongin saya, Pak juragan memaksa saya untuk menikah dengan nya karena belum membayar hutang." ucap Sophia.


"Bapak jangan mentang-mentang punya uang suka-suka mau menikahi anak gadis orang yah! ingat istri sama anak di rumah ingat umur juga!"


"Ibu jangan ikut campur saya bilang! Ini urusan saya dengan dia." ucap juragan itu.


"Lebih baik bapak yang pergi dari sini! Masih pagi-pagi sudah mengganggu anak kecil."


"Saya ke sini untuk menagih hutang nya!"


"Saya Akan mengusahakan sore nanti." ucap Sophia.


"Tuh sudah dengar kan? Lebih baik pergi dari sini kalau tidak saya akan berteriak memanggil warga mengusir bapak." ucap ibu itu.


"Saya akan kembali Sore nanti, kalau kamu belum mendapatkan uang itu, saya tidak akan memberikan waktu lagi." Juragan itu pun pergi dengan sangat marah.


"Terimakasih yah buk, terimakasih banyak." ucap Sophia.


"Iyah nak, kalau boleh tau utang kamu sama juragan itu berapa?"


"Tujuh juta Bu, itu adalah hutang Ayah saya." ucap Sophia.


"Ya ampun, Ayah sama kakak kamu si Liam benar-benar tidak mempunyai perasaan." ucap Ibu itu.


Sophia terdiam.


"Ya sudah kamu sama Ano berangkat sekolah dulu, nanti Ibu akan mengumumkan warga untuk membayar nya." ucap Ibu itu.


Sophia mengucapkan terimakasih dan Ibu itu pun pergi.


Dia dengan Ano pun berangkat ke sekolah selama di perjalanan dia bingung harus mencari uang kemana dalam jangka waktu dekat.


Di jam istirahat Sophia duduk di depan kelas sendirian.


"Nih untuk kamu!" Hena duduk di samping Sophia sambil memberikan minum yang di beli nya khusus untuk Sophia.


Sophia menatap Hena baru mengambil minuman nya.


"Makasih."

__ADS_1


Hena tersenyum.


"Aku boleh ikut gabung duduk di sini kan?" Sophia mengangguk.


"Aku tau kamu masih marah dan kecewa sama aku, namun kamu pasti tau apa alasan ku melakukan ini," ucap Hena.


"Kalau aku membuat kamu marah aku minta maaf, aku juga minta maaf sudah membawa kamu ke sana."


"Justru aku yang harus minta maaf sama kamu, aku tidak berhak untuk marah sama kamu, karena itu udah jalan hidup kamu."


"Aku udah maafin kok." ucap Hena.


Sophia tersenyum.


"Aku memerhatikan kamu sering sekali termenung kamu lagi ada masalah?" tanya Hena. Sophia pun menceritakan nya.


"Ya ampun kenapa juragan itu sangat tega mau menikahi anak SMA seperti kamu." ucap Hena.


"Aku bingung harus mencari uang kemana lagi." ucap Sophia.


"Aku ada uang, kamu bisa pakai ini dulu Buat sementara." ucap Hena.


Sophia tidak ada pilihan lain dia pun menerima uang itu setelah pulang dari Sekolah dia langsung menemui juragan memberikan uang itu.


"Akhirnya kamu datang juga ke sini, kamu tau saja mas sangat merindukan kamu." ucap juragan itu duduk di samping Sophia namun Sophia langsung berdiri.


"Ini utang saya Pak," ucap Sophia langsung meletakkan uang di atas meja.


"Semua utang Ayah saya sudah lunas, tidak ada sangkut pautnya lagi di antara kita jangan ganggu saya!" ucap Sophia langsung meninggalkan rumah juragan itu.


Juragan itu terlihat tampak kecewa karena Sophia bisa membayar hutang dan tidak jadi menikah dengan nya.


Sampai di rumah Sophia merasa lega.


"Terimakasih ya Allah engkau memberi kan jalan pada ku."


Namun tiba-tiba ada Tamu.


Itu adalah Tetangga yang datang untuk memberikan uang pada Sophia membantu membayar hutang. Namun jumlah nya hanya satu juta saja.


Sophia mengatakan kalau utangnya sudah lunas dia meminjam uang teman nya, namun dengan baik nya tetangga dia tetap memaksa Sophia mengambil uang itu.


Sophia sangat terharu di saat kesulitan nya masih ada yang membantu nya.


Setelah itu Tetangga pergi tinggal lah Sophia sendiri karena Ano ada les tambahan dia bisa saja Sore pulang nya.


Saat menghitung uang itu tiba-tiba Liam datang dan mengambil uang itu.


"Kamu tidak bisa pegang uang banyak-banyak biar Kakak saja yang pegang." ucap Liam.


"Kak itu untuk kebutuhan kami." ucap Sophia.

__ADS_1


"Gak ada! Gak ada! kamu sudah berani menipu warga untuk alasan membayar hutang namun ternyata tidak," ucap Liam sambil melemparkan uang dua ratus ribu pada Sophia.


"Itu kebutuhan kamu sama Ano." ucap Liam langsung pergi.


Sophia yang tidak berani melawan akhirnya dia hanya bisa menangis baru saja hati nya lega kakak nya datang menambah beban pada nya.


Sudah sore dia menjemput Ano.


Sebelum pulang sesekali Sophia membawa Ano makan bakso di warung dekat sekolah kebetulan dia sudah janji dengan Adit di sana.


"Kamu apa kabar nya? Tiga Minggu sudah kita tidak bertemu." ucap Adit.


Sophia hanya tersenyum dia sangat senang akhirnya bisa bertemu dia juga salting.


"Seperti yang kamu lihat." ucap Sophia. Adit tersenyum.


"Kamu diet yah? kenapa badan kamu semakin kurus?" tanya Adit.


"Aku hanya tidak berselera makan saja karena memikirkan magang nanti." ucap Sophia.


"Oohhh, semoga sukses selalu yah." ucap Adit. Sophia mengangguk.


Mereka pun makan bersama.


Setelah selesai makan Adit mengantarkan pulang, dia tidak bisa lama-lama karena dia harus bekerja.


"Permisi Bu." Adit keluar dari gang rumah Sophia melihat ibu-ibu sedang kumpul.


"Eh Nak Adit baru kelihatan lagi, kami pikir sudah tidak pacaran dengan Neng Sophia lagi." ucap ibu itu.


"Emang kenapa buk?" tanya Adit turun dari motor nya.


"Nak Adit gak tau kalau juragan Tono memaksa neng Sophia untuk menikah dengan nya?"


Adit menggeleng kan kepala nya.


"Hutang Ayah neng Sophia sangat banyak karena tidak bisa di bayar juragan malah meminta untuk di nikahin. Tapi Untung saja ada teman neng Sophia yang baik meminjamkan nya uang dan melunasi hutang-hutangnya."


Adit terdiam.


"Kami semua minta sama Nak Adit jangan pernah tinggalkan neng Sophia yah, kasihan dia. Tadi Kami melihat Liam datang dan mengambil uang neng Sophia dari iyuran Tetangga."


Adit semakin sedih mendengar cerita mereka.


"Saya sangat sayang pada Sophia dan Ano buk, saya tidak akan meninggalkan dia."


"Alhamdulillah kalau begitu, nak Adit lebih baik segera berangkat pulang karena nak Adit pasti kerja." Mereka semua tau kalau Adit juga bekerja sambil kuliah.


Adit mengangguk.


"Sophia kenapa gak ada cerita apa-apa yah sama aku." batin Adit dia mau kembali namun dia juga tidak ingin mengganggu kekasih nya akhirnya dia pun memilih untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2