
"Aku sangat beruntung karena aku bisa melihat nya dengan gampang tidak perlu panas-panasan menunggu agar Bisa bertemu, bangun tidur idola ku sudah ada di samping ku." ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum.
"Ternyata kamu sangat mengidolakan saya." ucap Gerwyn, Sophia tersenyum. "Mamah sudah bangun?" tanya Gerwyn. "Belum Mas, tapi aku sudah menyiapkan sarapan kok, Ano juga sudah berangkat sekolah sama supir." ucap Sophia.
"Selamat pagi Tante." ucap Lisa yang baru saja pulang karena semalam Sore dia ijin untuk keluar ada urusan kerjaan.
"Pagi juga, kamu baru pulang?" ucap Bu Linda, Lisa tersenyum. "Aku bawain Tante roti untuk sarapan pagi." ucap Lisa.
"Aduh kamu repot-repot sekali, makasih yah. Tante akan memakannya nanti karena Tante baru saja sarapan." ucap Bu Linda.
Lisa tersenyum. Kebetulan juga Gerwyn turun.
"Kamu mau berangkat kerja Yah? aku boleh sekalian ikut gak? Soalnya aku juga di undang untuk pertemuan di Restoran Bibi." ucap Lisa.
Tiba-tiba Sophia datang mengandeng tangan Gerwyn.
"Mah, hari ini aku ikut dengan mas Gerwyn yah. Mamah gak apa-apa kan?" tanya Sophia.
"Tumben sekali kamu mau ikut dengan suami kamu?" tanya Bu Linda. "Aku ingin berkunjung juga ke restoran kak Bibi mah." ucap Sophia.
"Oohhh. Ya udah sekalian Lisa ikut saja, kalau ramai pasti sangat seru." ucap Bu Linda. "Dia mempunyai mobil sendiri Mah, dia bisa menyetir, kalau dia lelah menyetir sendirian dia mempunyai supir." ucap Gerwyn.
"Gerwyn tidak apa-apa sesekali nak." ucap Bu Linda.
"Aku rasa hari ini bukan hanya tujuan kerja saja, namun aku ingin ngedate dengan istri ku mah." ucap Gerwyn.
Bu Linda tersenyum, sementara Sophia langsung memukul lengan Gerwyn, dia jadi malu karena Gerwyn.
Lisa yang melihat itu merasa sangat kesal dan juga cemburu.
"Ya udah kalau begitu Kalian berangkat lah, hati-hati di Jalan." ucap Bu Linda. Gerwyn Mengangguk mereka pun segera keluar dari rumah.
"Kamu gak apa-apa kan berangkat naik mobil sendiri?" tanya Bu Linda pada Lisa. "Gak apa-apa kok Tante." ucap Lisa.
__ADS_1
"Menurut ku apa Tante tidak terlalu memanjakan Sophia? Sebenarnya ikut dengan Gerwyn seperti itu bisa mengganggu pekerjaan nya." ucap Lisa.
"Kalau Gerwyn tidak keberatan kenapa Tante harus keberatan? Justru Tante sangat senang mereka bisa menghabiskan waktu bersama agar hubungan mereka semakin romantis." ucap Bu Linda.
"Huff Tante Linda percaya banget sih sama Sophia. Sangat Sulit untuk ku mendapatkan posisi sophia." batin Lisa.
"Ya udah kamu berangkat gih, nanti telat." ucap Bu Linda.
"Baik Tante. Tante jaga diri baik-baik yah." ucap Lisa dan langsung meninggalkan Bu Linda.
"Kamu kenapa sih sengaja berbicara seperti itu di depan mamah? aku jadi malu." ucap Sophia. "Berbicara soal apa? Kenapa kamu harus Malu?" tanya Gerwyn.
"Yahh seharusnya mas tidak perlu berbicara seperti itu." ucap Sophia.
"Tidak perlu malu seperti itu. Lagian kamu tidak lihat wajah mamah sangat senang ketika kita semakin dekat?" tanya Gerwyn.
"Iyah sih Mas, hanya saja aku tidak ingin terlalu Membuat Mamah berharap lebih." ucap Sophia.
"Sudah lah Kenapa yang tidak penting harus kamu bahas sih? Lagian kita hanya mengikuti arus nya saja." ucap Gerwyn Memegang tangan Sophia.
"Oh iya mas soal Lisa. Kenapa kamu selalu mengabaikan dia sih? Apa sebelum nya kamu memiliki masalah yang tidak bisa di maafkan?" tanya Sophia.
Gerwyn melirik Sophia.
"Kamu tidak perlu khawatir dia akan mengganggu hubungan kita, karena saya Akan tetap setia dengan kamu." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum Tersipu malu.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. "Wahhh ramai banget Mas." ucap Sophia.
Gerwyn dan Sophia di sambut secara hormat.
"Ternyata mempunyai suami Pengusaha seperti ini cukup sulit juga yah bagi wanita seperti ku." batin Sophia.
"Gerwyn.. akhirnya kamu sampai juga." ucap Bibi. Gerwyn tersenyum. "Tumben banget nih Nyonya pak Gerwyn ikut." ucap Bibi.
"Humm biasa lah wanita yang tidak bisa diam di rumah suka nya keluyuran." ucap Lisa yang tiba-tiba datang. Bibi langsung mengalihkan pembahasan mereka.
__ADS_1
Lisa sangat jengkel melihat Sophia dan Gerwyn yang si sorot di acara itu, padahal biasanya kalau acara seperti ini dia dan Gerwyn yang akan di sorot.
"Pak Gerwyn apa wanita yang di samping Bapak ini adalah istri Bapak seperti rumor yang beredar?" tanya wartawan.
"Saya rasa ini bukan pertanyaan yang harus saya jawab. Saya harus masuk ke dalam melanjutkan pekerjaan saya." ucap Gerwyn.
"Kenapa setelah rumor bapak menikah, Bapak tidak pernah melakukan pemotretan lagi?" tanya wartawan lagi.
"Semua pertanyaan kalian akan terjawab nanti. Tapi bukan sekarang." ucap Gerwyn.
Sophia mengikuti suaminya masuk ke dalam.
"Nona Lisa. Apa Nona Lisa tidak akan berbaikan dengan Pak Gerwyn? Kalian sungguh pasangan yang serasi." ucap wartawan.
"Saya dengan Gerwyn sedang berkomitmen, semoga saja kita kembali bersama dan segera menikah." ucap Lisa.
Bibi yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Mereka masuk kedalam ruangan yang sudah di tunggu oleh orang-orang penting. Dan ternyata mereka semua membawa pasangan. Tepat sekali Gerwyn membawa pasangan.
Semua Mata tertuju pada dia dan Sophia. Namun Seperti biasa tidak akan banyak basa-basi mereka langsung membahas pekerjaan.
"Aku baru kali ini ikut mas Gerwyn, ternyata istri-istri Pengusaha itu sangat cantik dan awet muda, mereka semua pintar-pintar bahkan ada yang menjadi sekretaris suami nya sendiri." batin Sophia.
Tidak beberapa lama selesai. Sophia ijin ke kamar mandi dan di ikuti oleh Lisa.
"Tempat seperti ini sangat tidak cocok dengan wanita seperti kamu. Wanita kampungan." ucap Lisa.
Sophia hanya diam.
"Aku sama sektor tidak mempunyai masalah dengan kamu. Jangan pernah mencari masalah dengan ku." ucap Sophia. "Dasar anak kecil. Kamu harus sadar diri, kamu tidak pantas berada di samping Gerwyn." ucap Lisa menahan leher Sophia namun tiba-tiba ada orang masuk, Sophia langsung menepis tangan Lisa.
"Aku rasa kamu adalah mantan mas Gerwyn dan aku adalah istri nya, seharusnya kamu yang harus sadar diri!" gumam Sophia di telinga Lisa dan setelah itu langsung keluar.
Lisa merasa kesal sekali.
__ADS_1
"Kamu dari mana sayang?" tanya Gerwyn. Sophia tersenyum. Lisa melihat itu, Apa lagi Gerwyn merangkul pinggang ramping milik Sophia.
Karena tempat cukup sepi, Sophia mencium Gerwyn di depan Lisa. Lisa sangat kesal dia langsung pergi dari sana.