Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Episode 260


__ADS_3

"Nah itu dia kak, aku jadi bingung harus bagaimana, aku Masih harus ke sekolah." ucap Sophia.


"Kamu menjaga Pola makan dengan baik, minum vitamin, jangan lupa Susu dan istirahat yang cukup." ucap Bibi.


"Tapi kak, aku benar-benar belum siap menjadi seorang ibu." ucap Sophia. "Kalau kamu belum siap kenapa kamu melakukan nya dengan Gerwyn? Kamu sangat aneh sekali." ucap Bibi.


Sophia terdiam. Dia menunduk kan kepala nya.


Bibi langsung paham apa yang terjadi.


"Apa sebelum nya kalian tidak membicarakan hal ini?" tanya Bibi. Sophia menggeleng kan kepala. Bibi menghela nafas panjang.


"Huff semua nya sudah terjadi, anak itu tidak ada salah apa-apa, dia Pasti sangat Sedih kamu tidak menerima nya seperti ini. Tapi bagaimana pun kamu harus menerima nya, kamu harus dewasa." ucap Bibi.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal, karena kamu tau sendiri kan kalau Gerwyn Akan melindungi kamu, dia pasti mengusahakan apa pun yang membuat kamu bahagia." ucap Bibi.


Sophia Terdiam. "Sudah tidak perlu sedih seperti itu. Kamu harus fokus menjaga kesehatan, dan juga fokus mengurus suami, adik dan mertua kamu. Sebelum kamu mendaftar kuliah nanti." ucap Bibi.


Gerwyn baru saja selesai makan bersama dengan klien nya.


"Vano mana berkas-berkas yang saya minta?" tanya Gerwyn.


Gerwyn sama sekali tidak di hiraukan oleh Vano.


"Vano!" ucap Gerwyn. Vano langsung sadar dia bingung menatap bos nya.


"Iyah Pak." jawab Vano.


"Apa yang sedang kamu pikirkan? Kita lagi bekerja, kamu bisa fokus tidak?" ucap Gerwyn. "Maaf kan saya Pak." ucap Vano.


"Apa ada masalah? Kalau kamu memiliki masalah lebih baik jangan memikirkan nya ketika sedang bekerja." ucap Gerwyn.


"Maafkan saya Pak." ucap Vano. Gerwyn sadar kalau Vano dari tadi memang sudah sangat aneh, dia tidak fokus lebih banyak diam dan juga cemberut.


"Ada masalah apa?" tanya Gerwyn menutup Laptopnya dan fokus pada Vano. Vano menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


"Tidak ada kok Pak, ini adalah masalah biasa saja." ucap Vano. "Masalah orang tua kamu lagi?" tanya Gerwyn, Vano menganguk.

__ADS_1


"Masalah nya apa?" tanya Gerwyn. "Mamah tau hubungan ku dengan Hena. Dia tidak setuju dan dia juga kaget sehingga masuk rumah sakit." ucap Vano.


"Kamu memiliki hubungan spesial dengan Hena?" tanya Gerwyn, Vano menganguk.


"Sebelum nya saya minta maaf Pak, saya hanya tidak ingin Bapak tau dan kurang setuju." ucap Vano.


"Saya sebenarnya tidak setujui dengan hubungan kalian, tapi karena kamu mencintai dia dan juga dia mencintai kamu saya tidak bisa mengatakan apapun, tapi ketika orang tua kamu tidak setuju kamu tidak bisa memilih lagi." ucap Gerwyn.


"Tapi Pak Hena tidak lah wanita seperti yang Mamah pikirkan, dia sudah berubah." ucap Vano.


"Kamu sebelum nya sudah hidup di dunia seperti itu, kamu pasti tau kalau wanita yang menjual diri pasti di anggap remeh, apapun alasan nya itu benar-benar sangat remeh sekali." ucap Gerwyn.


Vano terdiam. "Tapi saya percaya pada kamu, kamu pasti tau yang terbaik untuk kamu seperti apa. Dan wanita yang kamu pilih itu adalah hak kamu." ucap Gerwyn.


"Sekarang keputusan kamu bagaimana? Apa orang tua kamu masih belum menerima?" tanya Gerwyn.


"Orang tua saya belum setuju Pak, saya sudah sangat merasa bersalah karena mamah memaki-maki Hena." ucap Vano.


Gerwyn Menghela nafas panjang. "Kamu sebagai laki-laki harus tau jalan keluar nya seperti apa, saya percaya pada kamu." ucap Gerwyn.


Vano mengangguk dia pun langsung pergi meninggalkan Gerwyn di restoran itu. Gerwyn melihat Vano pergi membuat nya Menghela nafas panjang.


"Ini sebabnya aku membawa Sophia dari tempat seperti itu, karena ketika wanita bekerja seperti itu pasti akan di anggap remeh." batin Gerwyn.


Dia membuka Ponsel nya ternyata habis baterai.


"Bagaimana yah keadaan Sophia? Apa dia masih mual-mual?" batin Gerwyn.


Dia mau pulang namun dia masih memiliki pekerjaan yang harus di selesaikan. Tidak terasa sudah jam Empat sore.


"Assalamualaikum." ucap Gerwyn yang baru saja pulang.


"Walaikumsalam." Ano menyambut kakak nya.


"Nih kakak bawain jajan sama makanan untuk mbak Sophia." ucap Gerwyn memberikan pada Ano.


Ano membawa nya ke meja. Sophia baru saja keluar dari kamar mandi. "Mas sudah pulang?" ucap sakura Sophia menyalim tangan suami nya. Gerwyn tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan kamu masih mual-mual?" tanya Gerwyn.


"Masih Mas, semakin parah hanya saja tidak pusing lagi, aku Masih bisa menangani nya." ucap Sophia. Gerwyn memeriksa suhu badan istri nya.


"Kamu seperti nya belum bisa pergi ke sekolah besok, kamu harus istirahat yah." ucap Gerwyn.


"Iyah mas." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


Gerwyn bersifat seperti ada yang aneh, dia mencium aroma yang asing. "Ada apa mas?" tanya Sophia.


"Kenapa saya seperti mencium aroma parfum laki-laki?" ucap Gerwyn.


"Parfum laki-laki? mungkin parfum kamu, Atau sabun mandi aku " ucap Sophia. Gerwyn menggeleng kan kepala nya.


"Apa ada Pria lain datang berkunjung ke sini?" tanya Gerwyn.


"Oohh itu, tadi kebetulan Kak Bibi ketemu sama Ano saat membeli buah, dia membantu Ano kembali ke sini dan dia juga cukup lama di sini." ucap Sophia.


"Kenapa kamu mengijinkan dia masuk? Bagaimana kalau dia melakukan hal yang tidak-tidak?" tanya Gerwyn, Sophia tertawa kecil.


"Tidak mungkin Mas, kamu tau sendiri aku dengan dia sudah sangat Akrab dari dulu. Dia juga ke sini memberikan aku banyak Saran dan juga menasehati aku." ucap Sophia.


"Apa dia sudah tau kamu hamil?" tanya Gerwyn.


"Sudah mas, dia tau sendiri karena melihat raut wajah ku dan juga Ano membeli mangga muda." ucap Sophia.


Gerwyn terdiam. "Kamu tidak perlu curiga seperti itu mas, aku akan setia sama kamu, tidak mungkin aku dengan pria lain walaupun kamu tidak setia." ucap Sophia.


Gerwyn menghela nafas panjang dia menatap istrinya dengan tatapan malas.


"Kamu tidak perlu membahas itu lagi, kamu mau membuat saya menyesal seumur hidup?" ucap Gerwyn.


"Lalu bagaimana kabar dengan Bu Ena? Apa dia Masih sering mengganggu Kamu?" tanya Sophia.


"Ayolah Sophia tidak perlu membahas hal yang tidak penting, saya hanya milik kamu, orang lain hanya berangan-angan saja dan aslinya saya adalah milik kamu." ucap Gerwyn lagi.


Sophia tersenyum. "Aku tidak pernah berfikir memiliki suami yang mempunyai fans banyak apalagi fans nya perempuan, mereka akan menganggap aku sebagai saingan." ucap Sophia.

__ADS_1


__ADS_2