
Dia mau memegang Sophia namun dia menghentikan Niat nya. "Saya tidak akan mengganggu kamu kalau kamu mau sendiri, tapi ketika kamu sudah mau membicarakan nya pada saya, saya akan mendengar kan nya." ucap Gerwyn mengelus kepala Sophia dan mencium nya sambil tersenyum.
Gerwyn naik ke tempat tidur. Dia menarik selimut nya dan langsung tidur karena dia juga sangat ngantuk.
Keesokan harinya..
Gerwyn bangun dia tidak melihat Sophia di samping nya.
Dia yakin kalau Sophia sedang memasak di dapur dia langsung turun ke bawah memastikan istri nya baik-baik saja.
Dari tangga kelihatan Sophia yang sibuk di dapur sendiri.
"Selamat pagi." ucap Gerwyn. Sophia menoleh ke arah Gerwyn. "Pagi juga mas. Nih minum air hangat dulu." ucap Sophia memberikan minum pada suami nya.
"Terimakasih yah." ucap Gerwyn mencium kepala Sophia.
"Kamu kok sendirian Masak? Bibik mana?" tanya Gerwyn.
"Bibik sedang keluar mas, dia membeli beberapa yang kurang." ucap Sophia.
"Oohhh. Apa kamu sekarang sudah lebih baik?" tanya Gerwyn. Sophi mengangguk sambil tersenyum.
"Lain kali kalau ada masalah atau pun saya salah kamu Bilang yah," ucap Gerwyn memegang tangan Sophia.
"Enggak kok Mas." ucap Sophia.
Gerwyn Menghela nafas panjang.
"Saya tidak bisa tau kalau kamu tidak bilang, saya juga tidak bisa tenang kalau kamu seperti tadi malam." ucap Gerwyn.
Sophia tersenyum.
"Aku minta maaf sudah membuat mas khawatir." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum sambil mengangguk.
"Ya udah mas Duduk dulu, sebentar lagi makanan nya selesai kok." ucap Sophia.
"Oh iya kamu tidak perlu membuat Bekal untuk saya." ucap Gerwyn. "Loh kenapa? Masakan ku tidak enak yah? Atau jangan-jangan mas ada janji Makan Siang di luar?" tanya Sophia.
"Bukan Sayang, dengerin saya selesai Ngomong dulu." ucap Gerwyn. Sophia diam.
__ADS_1
"Saya tidak bekerja hari ini. Saya mau istirahat, kebetulan juga Vano sudah masuk ada waktu untuk saya istirahat." ucap Gerwyn. "Oohh begitu." ucap Sophia.
"Kamu langsung berfikir yang tidak-tidak saja." ucap Gerwyn.
"Aku berfikir kalau mas akan makan di luar." ucap Sophia.
"Ano sudah bangun belum yah?" ucap Gerwyn.
"Lebih baik mas bangunin Ano, dari pada di dapur seperti ini, nanti kalau Mamah melihat mas di dapur dia berfikir aneh-aneh." ucap Sophia.
Gerwyn Mengangguk. Setelah Gerwyn pergi Sophia menata makanan di meja Makan.
"Ano ayo bangun, nanti telat ke sekolah loh." ucap Gerwyn. Ano hanya bergeliat saja.
"Huff kamu pasti bergadang main game kan?" ucap Gerwyn melihat ponsel Ano yang di samping nya.
"Ayo bangun Ano, nanti kalau mbak Sophia datang dia bisa marah-marah. Emang kamu mau Kena marah?" tanya Gerwyn.
"Sebentar kak, aku Masih sangat mengantuk." ucap Ano.
"Ayo buruan bangun Ano." ucap Gerwyn menarik tangan Ano.
"Iyah Iyah kak." akhirnya Ano bangun.
"Kakak tunggu di luar." ucap Gerwyn. Ano mengangguk. Gerwyn baru mau keluar namun Ano sudah tidur lagi.
Gerwyn mau ketawa namun dia harus terlihat serius agar Ano bangun, dia menggendong Ano ke kamar mandi. Ano sangat terkejut karena dengan sengaja Ano memercikkan air ke wajah Ano.
"Kak Gerwyn hentikan, ini sangat dingin sekali." ucap Ano. Gerwyn tertawa puas melihat Ano langsung bangun.
"Ayo buruan mandi, mau uang jajan gak?" ucap Gerwyn meninggalkan dia di kamar mandi.
Ano dengan cepat menyelesaikan urusan mandi nya.
"Ano sudah bangun kok." ucap Gerwyn pada Sophia yang ternyata sudah menunggu di Meja makan. Sophia menganguk sambil tersenyum.
"Ya udah Kalau begitu aku mandi dulu yah, bau cabe banget." ucap Sophia. Gerwyn Mengangguk. Setelah Sophia ke dapur Bu Linda keluar dari kamar nya.
"Eh Mamah sudah bangun?" ucap Gerwyn. Bu Linda tersenyum. "Istri kamu memasak ini semua sendiri?" tanya Bu Linda.
__ADS_1
"Iyah Mah. Dia sedang pergi mandi sekarang." ucap Gerwyn. Bu Linda tersenyum dia pun duduk di depan Gerwyn.
"Kamu kenapa masih memakai baju Tidur? Apa kamu tidak bekerja?" tanya Bu Linda. Gerwyn Menggeleng kan kepala nya.
"Aku ingin istirahat dulu mah. lagian tidak ada pekerjaan yang begitu penting di kantor, masalah pekerjaan biasa ada Vano yang menanganinya." ucap Gerwyn. "Oohhh begitu. Bagus deh, kamu harus banyak istirahat karena selama ini kamu sudah menghabis kan waktu untuk bekerja." ucap Bu Linda.
Tidak beberapa lama Sophia dan Ano datang bersama ke Meja makan. Mereka sarapan bersama sambil bercerita-cerita.
"Mas aku ijin nganterin Ano ke sekolah dulu yah." ucap Sophia pada Gerwyn yang sedang duduk di ruang tamu.
"Loh tumben banget, biasanya juga Ano di antar sama supir." ucap Gerwyn.
"Gak apa-apa kok mas, aku hanya ingin mengantar nya saja." ucap Sophia. "Kalau begitu saya juga ikut." ucap Gerwyn.
"Tidak perlu Mas, mas di rumah saja untuk istirahat." ucap Sophia.
"Tumben-tumbenan banget sih?" ucap Gerwyn lagi karena Melihat wajah Sophia dia terlihat sangat aneh.
"Gak apa-apa mas, aku baik-baik saja." ucap Sophia. Gerwyn terdiam sejenak.
"Saya saja yang mengantarkan Ano kesekolah." ucap Gerwyn. "Aku saja Mas."' ucap Sophia. karena Sophia ngotot akhirnya dia pun di ijinkan pergi mengantar kan Ano ke sekolah.
"Ya udah deh kamu boleh pergi Tapi harus langsung pulang!" ucap Gerwyn. Sophia mengangguk dia langsung menyalim tangan suami nya dan langsung pergi meninggalkan suami nya.
Gerwyn melihat mobil pergi dia kembali fokus pada TV. "Nih kopi untuk kamu." ucap Bu Linda memberikan Kopi pada Gerwyn.
"Terimakasih banyak yah Mah." ucap Gerwyn. Bu Linda duduk di samping Gerwyn.
"Boleh kah Mamah berbicara?" tanya Bu Linda. Gerwyn menoleh ke arah mamah sambil tersenyum. "Ngomong aja mah, seperti orang lain saja." ucap Gerwyn.
"Mamah mau bertanya tentang apa kamu pernah bertanya tentang rencana istri kamu selanjutnya?" tanya Bu Linda.
"Tidak Mah. Dia masih pusing memikirkan ujian nya, aku tidak ingin menambah beban fikiran nya terlebih dahulu." ucap Gerwyn.
"Oohhh begitu," ucap Bu Linda. "Emang kenapa yah mah?" tanya Gerwyn.
"Mamah sudah meminta pada nya untuk nganggur satu tahun dan fokus pada rumah tangga nya. Karena Mamah juga ingin mempunyai Cucu." ucap Bu Linda.
Gerwyn menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Ternyata ini yang membuat Sophia diam sepanjang malam, bagaimana aku cara ngomongnya sama Mamah yah." batin Gerwyn.
"Kenapa kamu hanya diam saja? Mamah ingin kamu berbicara dengan istri kamu." ucap Bu Linda. "Iyah mah aku akan berbicara setelah selesai ujian nya. Mohon mengerti posisi dia mah." ucap Gerwyn. Bu Linda langsung terdiam.