Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Menginap di hotel


__ADS_3

"Bagaimana kabar kamu dengan Okta? Kenapa bisa berpisah seperti itu? Dia kenapa bisa menikah dengan orang lain?" tanya Lisa.


"Bukan urusan kamu, justru itu semua karena kamu." ucap Gerwyn. Lisa tersenyum. "Aku sudah pernah bilang kalau aku tidak bisa memiliki kamu, orang lain juga tidak akan bisa." ucap Lisa. Gerwyn berdecak kesal di saat Lisa sudah pergi.


Di sore hari nya Gerwyn menunggu Lisa di tempat biasa. Tempat biasa mereka makan dulu.


"Maaf yah aku buat kamu lama nungguin." ucap Lisa duduk di kursi yang sudah di pesan oleh Gerwyn untuk dia.


"Humm tidak apa-apa, saya sudah memesan makanan untuk kamu." ucap Gerwyn.


"Kamu baik banget sih, makasih yah." ucap Lisa. Gerwyn hanya diam saja. Saat asyik Makan tiba-tiba ponsel nya berdering m


"Dari siapa? Istri kamu yah?" tanya Lisa.


"Aku akan menjawab telepon sebentar kamu lanjut makan dulu." ucap Gerwyn.


"Kamu sedang sama aku loh, bisa-bisa nya kamu nelpon sama wanita lain." ucap Lisa. "Dia Istri saya. Sedangkan kamu bukan siapa-siapa saya." ucap Gerwyn dia melepaskan tangan Lisa dari lengan nya.


"Assalamualaikum Mas. Mas lagi di mana?" tanya Sophia.


"Walaikumsalam. Lagi di tempat kerja. Ada apa sayang?" tanya Gerwyn.


"Aku mau masak, mas jangan makan di luar yah." ucap Sophia.


"Baiklah." ucap Gerwyn.


Setelah itu panggilan pun mati. Dia kembali ke dalam.


Setelah selesai, Gerwyn langsung pamit pulang dia tidak mengantar kan Lisa pulang ke penginapan nya.


"Assalamualaikum. Sophia.." ucap Gerwyn.


"Walaikumsalam Mas." ucap Sophia menyusul suami nya kedepan. Dia menyalim tangan suami nya.


"Sini aku bantu." ucap Sophia sambil membuka kaus kaki suami nya. "Apa yang kamu lakukan Sophia? kamu istri saya, bukan Budak saya." ucap Gerwyn.


Sophia tersenyum.


"Lebih baik mas segera mandi dan turun untuk Makan." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Tunggu dulu." ucap Gerwyn menahan tangan istrinya.


"Ada apa mas?" tanya Sophia.


"Kamu sudah baikan?" tanya Gerwyn. Sophie melihat ke arah sekeliling nya.


"Jangan tanya kan itu." ucap Sophia. Gerwyn tertawa kecil.


"Kalau kamu sudah bisa masak itu tandanya kamu sudah Baikan." ucap Gerwyn.


Sophia jadi malu. Gerwyn pun langsung Mandi.


"UMM kelihatan nya sangat enak sekali. sudah lama saya tidak mencicipi masakan istri tercinta." ucap Gerwyn mencium kening istrinya.

__ADS_1


Sophia tersenyum.


"Untung saja saya tidak makan terlalu banyak tadi, saya tau istri saya akan Makan masakan Makanan kesukaan saya" ucap Gerwyn dalam hati.


Dia pun Makan bersama Gerwyn.


"berapa lama lagi kamu libur? Kapan kamu ujian?" tanya Gerwyn.


"Hari Senin mas."' ucap Sophia. "Kalau hari Senin itu tandanya kamu hanya mempunyai libur Tiga hari." ucap Gerwyn.


Sophia mengangguk.


"Saya mau mengajak kamu untuk menginap di hotel." ucap Gerwyn.


Sophia menatap suaminya.


"Jangan bilang mas, mau bebas melakukan itu?" ucap Sophia.


"Huff kamu terlalu berfikiran buruk kepada saya. Saya hanya ingin seperti pasangan yang lain. Tiap Minggu mempunyai tempat yang di kunjungi." ucap Gerwyn.


"Apa aku tidak salah mendengar itu? suami ku tiba-tiba romantisme seperti ini?" tanya Sophia. Gerwyn tersenyum.


"Saya ingin kamu bahagia dengan saya." ucap Gerwyn.


"Aku selalu bahagia kok bersama mas, tidak harus kemana-mana atau mencari tempat hiburan membuat aku senang." ucap Sophia.


"Tapi saya tau kalau kamu butuh hiburan. Kamu pasti ingin melihat suasana yang berbeda sekali-kali." ucap Gerwyn..


"Tapi Ano gak usah di ajak Yah." ucap Gerwyn. Sophia tersenyum dia sudah tau tujuan suami nya apa sebenarnya.


"Baiklah mas, kalau begitu." ucap Sophia.


Setelah selesai makan. Sophia langsung siap-siap.


"Ano mbak pergi dulu yah, mbak gak pulang malam ini, kamu Sama Bibik gak apa-apa kan?" tanya Sophia.


"Loh Mbak mau kemana?" tanya Ano.


"Kak Gerwyn ngajakin mbak untuk keluar. Kamu gak apa-apa kan gak ikut?" tanya Sophia.


"Loh kok gitu mbak? biasanya juga aku di ajak." ucap Ano.


"Masalah nya, ini permintaan kak Gerwyn." ucap Sophia.


"Oohh baiklah-baiklah aku paham kok mbak, semoga aku Cepat mendapatkan Ponakan." ucap Ano.


"Hus ngomong apa kamu?" ucap Sophia. Ano tertawa.


"Lebih baik mbak segera pergi gih, nanti kak Gerwyn marah lagi." ucap Ano.


"Mbak berangkat dulu yah. Kamu bangun pagi untuk sekolah besok, jangan sampai telat." ucap Sophia pada Ano.


"Maaf yah mas, aku pamitan dulu tadi sama Ano." ucap Sophia. Gerwyn tersenyum.

__ADS_1


"Kamu kenapa pakai Hoodie seperti itu?" tanya Gerwyn karena tidak biasa nya Sophia memakai jaket.


"Humm aku memakai baju yang tidak Cocok di bawa keluar." ucap Sophia. "Oohhh." ucap Gerwyn.


Setelah sampai mereka pun langsung masuk saja karena sudah di bayar online oleh Gerwyn.


"Waahh kamar nya bagus banget." ucap Sophia karena di hias untuk pasangan yang bulan madu.


Tiba-tiba Gerwyn memeluk Sophia dari belakang di saat Sophia berdiri di depan cermin.


Dia memeluk Sophia dengan sangat erat menutup mata nya sambil meletakkan di atas bahu Sophia.


"Mas kenapa? dari tadi kelihatan nya diam saja." ucap Sophia.


Gerwyn Menggeleng kan kepala nya. "Ada apa mas? Apa yang terjadi? Mas dari tadi diam namun sangat gelisah. Ada apa?" tanya Sophia.


"Gak tau tiba-tiba kepala saya sangat pusing." ucap Gerwyn.


Sophia memegang dahi suami nya. "Gak panas kok." ucap Sophia.


Nafas Gerwyn semakin berat sekali. "Ada apa mas?" tanya Sophia. tiba-tiba Gerwyn menarik tangan Sophia ke kasur.


"Mas kenapa?" tanya Sophia.


"Saya tidak tahan lagi. Seperti nya seseorang memasukkan ke dalam minuman saya Obat kuat." ucap Gerwyn.


Sophia kebingungan. "Loh bukannya mas dari kantor? Siapa yang berani melakukan nya?" tanya Sophia.


Gerwyn tidak lagi menjawab nya dia langsung membuka baju Sophia.


Di tempat lain Lisa sangat kesal.


"Sial sekali rencana ku tidak berhasil." ucap Lisa kesal sambil melemparkan Tas nya ke dalam mobil nya.


Dia sudah merencanakan untuk bisa tidur dengan Gerwyn.


Di tempat lain.


"Bibik lagi apa?" tanya Sophia pada Bu Linda yang duduk sendirian di balkon kamar nya.


"Eh Enjel kamu di sini nak?" ucap Bu Linda. Enjel tersenyum dia merangkul punggung Bu Linda.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏


Author ingin support dari kalian. Dan seandainya kalau tidak suka berikan saran yah, author terkadang tidak bisa membuat cerita yang menarik untuk pembaca author yang setia***.

__ADS_1


__ADS_2