Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Mulai terungkap


__ADS_3

Sophia heran dia menaikkan alis mata nya. "Maksud kamu apa mas?" tanya Sophia. Gerwyn memeluk Sophia dengan sangat erat sekali.


"Saya berjanji tidak akan pernah meninggalkan kamu." ucap Gerwyn dengan lirih di telinga Sophia.


"Mas.. mas.." panggil Sophia, namun Gerwyn sudah terlanjur tidur. Sophia Menghela nafas panjang. "Berbicara sungguh tidak masuk akal!" ucap Sophia.


Dia menjauhkan Gerwyn dari nya. "Kenapa semakin ke sini mas Gerwyn terlihat sedang menyembunyikan sesuatu yah." batin Sophia.


Dia melihat ponsel Gerwyn yang hidup. "Siapa mengirim kan pesan tengah malam seperti ini." ucap Sophia dia penasaran untuk melihat itu.


"Pak saya sudah menemukan informasi nya, saya akan membawa semua bukti yang saya dapat ke kantor besok pagi." pesan dari suruhan Gerwyn. Sophia sangat penasaran apa yang di bahas oleh mereka.


"Apa maksud nya ini?" ucap Sophia. Dia memeriksa pesan mereka sebelum nya. Ternyata mereka juga membahas Vano yang di utus ke alamat yang tidak asing bagi nya.


"Bukan nya ini alamat ku dulu? Kenapa Mas Gerwyn meminta Vano untuk kesana?" tanya Sophia. Dia melihat terus Chatan mereka.


Namun sebagian dia tidak paham. Dia mematikan ponsel suami nya meletakkan kembali. "Kenapa aku berfirasat kasus yang mereka bicarakan membahas soal pembunuhan almarhum papah mas Gerwyn yah. Tapi kenapa alamat rumah ku?" batin Sophia.


Keesokan harinya Gerwyn seperti biasa berangkat ke kantor.


"Mah aku pamit dulu yah." ucap Sophia mengambil Tas nya dan segera keluar. "Loh dia mau kemana?" tanya Bu Linda Heran.


Dia mengejar namun keburu Sophia sudah pergi.


"Aku harus tau apa yang mereka bicarakan. Apa sangkutan nya dengan alamat rumah ku dulu." ucap Sophia.


Tidak beberapa lama Gerwyn sampai di kantor namun Lisa sudah menunggu nya.


"Akhirnya kamu datang juga. Aku sudah sangat merindukan kamu, sudah berapa kali aku datang ke sini namun kita tidak pernah bertemu." ucap Lisa mendekati Gerwyn.


Gerwyn mundur. "Apa yang kamu lakukan? Jangan sentuh saya, apa yang kamu mau dari saya?" tanya Gerwyn.


"Kamu jangan berpura-pura tidak mau di sentuh oleh ku, kamu tidak lupa kan bertahun-tahun kita menghabiskan waktu bersama. Kita sudah seperti Suami istri." ucap Lisa.


Sophia yang mendengar percakapan itu hanya diam saja, dia harus bisa memaklumi karena itu dulu. Tidak harus di permasalahan atau di pikirkan.


"Apa yang kamu bicarakan Lisa! Saya sudah menuruti semua keinginan kamu jangan pernah mengganggu hidup saya!" ucap Gerwyn.

__ADS_1


"Aku sudah bilang kalau aku sangat mencintai kamu. Cinta ini tidak akan pernah hilang, aku tidak Akan pernah berhenti untuk mengejar kamu sampai dapat." ucap Lisa.


Gerwyn tertawa. "Kamu sungguh wanita yang tidak mempunyai malu!" ucap Gerwyn.


"Aku tidak perduli! aku juga tidak perduli kamu sudah mempunyai istri atau tidak." ucap Lisa.


"Security! Bawa wanita ini keluar dari perusahaan saya, pastikan dia tidak pernah datang ke sini kecuali urusan pekerjaan." ucap Gerwyn.


Security dengan sangat kasar menarik Lisa keluar karena dia berontak. "Wanita yang sudah pergi dari hidupku tidak akan pernah di terima kembali." ucap Gerwyn.


"Mbak Sophia kenapa tidak masuk?" tanya Vano yang melihat Sophia mengintip Gerwyn.


"Sssttt..." Sophia langsung menarik tangan Vano agar diam.


"Ada apa mbak? Bukan kah mbak datang untuk bertemu dengan Pak Gerwyn?" tanya Vano. Sophia Menggeleng kan kepala nya...


"Jangan beritahu dia saya ada di sini." ucap Sophia.


"Ekhem-Ekhem..." Gerwyn berdiri di dekat mereka sambil memasukkan tangan di saku celana nya.


"Ini semua karena kamu, jadi ketahuan." ucap Sophia menyalah kan Vano.


"Jawab pertanyaan saya!" ucap Gerwyn.


"Aku tidak bermaksud mengikuti mas, aku hanya mau mengantarkan Bekal kamu yang ketinggalan karena terburu-buru, kebetulan aku melihat kamu berbicara dengan wanita itu aku tidak berani untuk mengganggu." ucap Sophia.


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Saya sebentar lagi ada pekerjaan, lebih baik kamu pulang sekarang." ucap Gerwyn mengambil Bekal nya dari tangan Sophia.


"Saya tidak suka wanita yang curiga kepada saya tidak memercayai saya. Pulang!" ucap Gerwyn dengan wajah yang sangat serius.


Sophia tidak mengira kalau Gerwyn akan sangat marah pada nya.


Sophia mengangguk. Aku minta maaf sudah mengganggu." ucap Sophia. Dia pun langsung meninggalkan ruangan itu.


"Apa Bapak tidak berlebihan marah pada mbak Sophia seperti itu." ucap Vano.

__ADS_1


Gerwyn menghela nafas panjang.


"Lisa baru saja kembali dari sini, dia membuat saya sangat emosi." ucap Gerwyn. Vano diam.


"Ini adalah hari pertama kamu kerja setelah sakit parah, saya harap kamu tidak lupa cara bekerja dan semua tanggung jawab kamu." ucap Gerwyn.


Vano tersenyum. "Terimakasih banyak sudah tidak memecat saya pak." ucap Vano. Gerwyn tersenyum.


"Oh iya tadi malam bagaimana kamu kembali ke rumah? Saya tidak mengingat apapun." ucap Gerwyn.


"Hena membawa saya ke kontrakan nya pak." ucap Vano. Gerwyn tertawa kecil. "Seperti nya tadi malam adalah momen yang bagus untuk kalian." ucap Gerwyn.


Vano mengingat di Mana Dia memaksa Hena untuk tidur dengan nya namun Hena tidak mau. Vano sudah kehilangan akal sehat nya dia memaksa Hena sampai dia menangis.


Hena akhirnya pasrah membiarkan Vano melakukan hal itu kepada nya. Di pagi hari nya Vano bangun dia melihat Hena Masih tidur dia mengumpulkan semua pakaian nya dan mengenakan nya.


Dia mendekati Hena.


"Maafkan saya Hena. Saya minta maaf." ucap Vano. Dia mencium tangan Hena Dan setelah itu pergi meninggalkan kontrakan Hena.


"Kenapa kamu Diam?" tanya Gerwyn. Vano Menggeleng kan kepala nya. "Mungkin setelah ini saya tidak Akan ada kesempatan untuk bersama dengan Hena pak, saya melakukan kesalahan yang sangat fatal." ucap Vano.


Gerwyn langsung paham apa yang di katakan Vano.


Dia hanya bisa menghela nafas panjang.


"Baiklah kalau begitu saya akan ke ruangan saya pak, sudah banyak pekerjaan yang menunggu saya." ucap Vano meninggal Gerwyn.


"Permisi Pak pengawal Tobi sudah ada di ruangan bawah." ucap Staf. Itu adalah pengawal yang jadi orang kepercayaan Gerwyn mencari bukti, mencari informasi dan juga mencari ayah Sophia.


"Selamat pagi Pak Gerwyn." ucap Tobi.


"Pagi, silahkan duduk, sudah lama kita tidak bertemu langsung seperti ini, saya harap informasi yang kamu bawa sangat akurat." ucap Gerwyn.


"Bapak harus melihat ini. Ternyata yang menyerang pak Vano di perjalanan adalah orang suruhan ayah nya istri Bapak." ucap Tobi.


Tobi memberikan semua bukti pada Gerwyn dan semua bukti sangat lengkap, namun untuk saat ini Ayah Mertua nya itu tidak tau tinggal di mana, bahkan saat keluar dia melakukan penyamaran.

__ADS_1


__ADS_2