
"Eh ada Tamu? Ayo masuk, kok masuk di ajak duduk?" tanya ibu nya Bibi.
"Oh iya Sophia kenalin ini Ibu ku. wanita paling cantik di dunia ini." ucap bibi.
Sophia tersenyum dia menyalim tangan Ibunya Bibi.
"Anak ibu memang suka berbicara aneh-aneh, ayo masuk."
Mereka pun masuk ke dalam. Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana. Sophia tinggal bersama ibu nya bibi, sementara mereka bertiga masuk ke ruangan kerja ayah nya Bibi.
"Mereka mungkin bekerja Akan cukup lama, kamu bisa istirahat di sini menunggu mereka, ibu Akan ke dapur melihat orang masak dulu."
"Boleh saya ikut Bu? Saya bosan juga jika sendirian di sini." ucap Sophia. Mereka pun ke dapur.
Dapur Orang tua Bibi sungguh sangat besar sekali.
Milik suaminya sih sudah besar namun Milik orang tua Bibi jauh lebih besar sekali.
"Kamu pandai memasak?"
"Bisa Bu, namun hanya Masakan biasa Saja." ucap Sophia.
"Sangat beruntung Gerwyn memiliki istri yang pandai masak seperti kamu, pantesan saja Mereka merebut kan kamu." ucap ibu nya Bibi.
Sophia tersenyum.
"Kalau boleh tau kamu berasal dari Mana? siapa tau Ibu juga tau."
"Saya hanya orang biasa Bu, saya tidak berasal dari keluarga kaya Raya. tempat kelahiran saya juga bukan di kota." ucap Sophia.
"Maaf kalau membuat Ibu tidak nyaman, namun tidak mungkin saya berbohong." ucap Sophia menunduk kan kepala nya.
"Kok.kamu ngomong seperti itu sih? Ibu juga tau kalau kamu dari keluarga sederhana. Ibu tidak mempermasalahkan dari mana kamu berasal, namun ibu bertanya tempat tinggal kamu sebelum nya di mana?"
Sophia memberitahu tempat tinggal nya. Dan tiba-tiba saja Ibu itu terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu.
"Kenapa buk? Apa nama desa itu Aneh?" tanya Sophia.
"Oh enggak kok, Nama itu hanya tidak asing saja menurut Ibu."
"Oh iya almarhum mertua kamu adalah sahabat karib Ayah nya Bibi. Mereka sudah berteman baik masa-masa sulit dulu. Dan Karena itu juga Suami kamu Dekat dengan Anak ibu Bibi."
Sophia baru tau.
__ADS_1
"Apakah kak Bibi anak tunggal seperti mas Gerwyn?" tanya Sophia.
"Tidak. Dia mempunyai dua saudara perempuan dua. Dia adalah Anak bungsu."
"Lalu kemana mereka?" tanya Sophia.
"Anak pertama sudah Menikah dan yang satu lagi belum menikah. dia sangat jarang berada di sini, itu sebabnya kamu tidak pernah bertemu dengan nya."
"Lalu kenapa dia tidak menikah Bu? Bukan kah kalau dia sudah seharusnya menikah?" tanya Sophia lagi.
"Dia tidak mau menikah lagi karena sudah pernah gagal."
Sophia terdiam.
"Di usia nya yang muda dia bernekat untuk menikah karena sangat mencintai pria itu. Namun jodoh mereka hanya sebentar saja akhirnya bercerai karena perselingkuhan."
Sophia jadi kefikiran hubungan dia dengan suami nya.
"Ibu pasti sudah punya Cucu bukan? mereka pasti bisa menemani Ibu di sini."
"Anak pertama saya mandul. Dia tidak bisa hamil sudah cek ke dokter namun dokter bilang baik-baik saja. Mungkin belum rejekinya."
"Huff aku jadi ngomong terus." ucap Sophia dalam hati.
Sophia berfikir di keluarga kaya raya seperti itu pasti sangat bahagia namun ternyata banyak luka yang tidak bisa di hindari oleh mereka.
"Bu kami pulang dulu yah." ucap Sophia menyalim Tangan mereka bergantian.
"Iyah hati-hati, lain kali kalau suami kamu ke sini ikut lah, ibu tidak mempunyai teman di sini untuk bercerita." ucap ibu nya Bibi.
Di dalam mobil Gerwyn melihat Sophia yang hanya diam saja dari tadi.
"Sophia kamu baik-baik saja kan? Kamu dari tadi diam saja." ucap Gerwyn. Sophia menoleh ke arah Gerwyn.
"Mas tau gak tentang hubungan anak kedua keluarga nya kak Bibi?" tanya Sophia.
"Kenapa kamu bertanya itu?" Tanya Gerwyn sambil mengelus kepala istri nya.
"Humm mas tau gak?" tanya Sophia.
"Saya sudah mengenal keluarga mereka sudah lama, tidak mungkin saya tidak tau. Tapi itu bukan urusan saya." ucap Gerwyn.
"Bukan maksud untuk ikut campur mas, tapi aku hanya kefikiran saja Ketika dia nikah muda dengan orang yang di cintai nya.../ Dan tidak Lama bercerai bukan? Itu yang mau kamu kasih tau kan?" ucap Gerwyn memotong kata-kata istri nya.
__ADS_1
"Iyah Mas." ucap Sophia.
"Lalu kamu mengkhawatirkan pernikahan kita?" tanya Gerwyn. Sophia mengangguk.
"Setiap orang berbeda-beda, nasib orang berbeda-beda. Tergantung bagaimana kita menghadapi masalah di rumah tangga kita." ucap Gerwyn.
"Mereka sama-sama muda waktu itu, Masih kurang pergaulan. Masih pemikiran anak muda, Wajar lah Jika seperti itu." ucap Gerwyn.
"Lalu bagaimana besok kalau ada masalah di antara kita mas?" tanya Sophia.
Sophia menatap Suaminya.
"Kenapa kamu mengatakan itu Sophia? Kalau ada masalah kita harus menghadapi nya sama-sama." ucap Gerwyn.
"Tapi Mas " ucap Sophia. Gerwyn menghentikan mobilnya. Dia menatap wajah istri memegang wajah nya.
"Kita harus banyak berdoa agar rumah tangga kita baik-baik saja. Salah paham itu hal biasa, itu adalah bumbu-bumbu rumah tangga." ucap Gerwyn.
Sophia memasang wajah Sedih. "Kamu tidak boleh membahas hal seperti ini lagi, saya tidak suka. Saya mencintai kamu, kamu mencintai saya." ucap Gerwyn.
dia pun melanjutkan perjalanan nya untuk pulang. Sesampainya di rumah Ano menyambut mereka, Untung saja Gerwyn membeli makanan untuk Ano jadi nya dia tidak banyak tanya.
"Kak kita mau game lagi Yok." ajak Ano.
"Tidak bisa! Kamu Besok ada sekolah, dan mas juga harus kerja. Malam ini harus istirahat!" ucap Sophia.
Akhirnya mereka tidak ada satu pun yang berani untuk bermain game. Ano menginyakan kata-kata Sophia.
"Mas aku mau mandi dulu." ucap Sophia masuk ke kamar, namun Gerwyn mengikuti nya.
"Saya boleh ikut mandi juga?" tanya Gerwyn. Sophia menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak memeriksa laptop ku seharian, aku tidak mau lama-lama di kamar mandi." ucap Sophia.
Dia masuk ke kamar mandi, namun Gerwyn juga langsung masuk, Sophia menghela nafas panjang.
"Huff kamu bisa gak Sih jangan mengganggu ku dulu!" ucap Sophia.
"Saya bisa membantu kamu,. tidak mengganggu kamu." ucap Gerwyn. Sophia tidak bisa mengusir suami nya keluar akhirnya mereka mandi sama-sama.
Setelah selesai Mandi Sophia keluar duluan.. Tidak beberapa lama Gerwyn. "Sayang kering kan Dulu rambut kamu." ucap Gerwyn.
Sophia tidak mendengar karena fokus pada laptop nya.
__ADS_1
Gerwyn berniat baik dia pun membuka handuk yang di rambut istri nya dan mengeringkan rambut istri nya.
Sophia senyum-senyum sendiri ketika Gerwyn Pengertian.