Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Di malam pertama Gerwyn memilih untuk menemui kekasihnya


__ADS_3

Sambil menunggu Gerwyn dia membuka handphone nya. Ternyata ada pesan dari Adit yang mengajak untuk makan malam bersama di Cafe tempat nya bekerja.


Sophia menghela nafas panjang dan meletakkan ponsel nya ke nakas, namun tiba-tiba handphone nya berdering.


"Iyah Halo."


"Kenapa kamu hanya melihat pesan ku? Apa kamu setuju?" tanya Adit.


"Seperti nya aku tidak bisa Dit, aku minta maaf yah."


"Oohh gak apa-apa kok, apa kamu sudah makan malam?" tanya Adit.


Sophia memegang perut nya. Dia dari tadi tidak ada makan namun sama sekali tidak merasakan lapar, pikiran nya tidak tenang bahkan tidak berselera untuk makan.


"Aku baru saja selesai makan, kamu jangan khawatir." ucap Sophia.


"Kenapa suara kamu sangat lemas?"


"Enggak kok, aku hanya kecapean kerja saja." Sophia berbohong pada Kekasih nya itu.


"Aku sedang tidak ada kerjaan, apa kamu ingin aku menyusul ke sana? Sekalian juga aku mau ngasih hadiah sama Ano atas nilai nya yang bagus." tanya Adit.


"Besok aja yah, sekarang sudah malam kamu juga harus istirahat."


"Ya sudah kalau begitu. kamu istirahat yah aku juga mau pulang ke Kost." "Humm, kamu hati-hati yah. Byee.."


"Berikan aku kecupan!" ucap Adit.


"Segera lah pulang!" ucap Sophia yang sedang tidak mood.


"Ayolah sayang, kamu terlalu sering mengabaikan ku, satu kecupan saja." mohon Adit.


"Muacchhh... Hati-hati di jalan yah."


"Muacchhh.. Baik sayang." Adit pun mengakhiri panggilan.


Sophia seketika melamun.


"Begitu banyak kebohongan yang aku lakukan pada nya, aku sungguh pacar yang tidak punya hati."


"Dia pria yang sangat baik namun kenapa dia harus bertemu dengan ku." ucap Sophia.


Tidak beberapa lama dia ketiduran dengan perut kosong, kepala pusing.


Sementara di tempat lain Ano sedang membaca Alquran di kamar tamu yang biasa nya Sophia tidur di rumah orang tua Gerwyn.


Kebetulan Bu Linda lewat dari sana.


Dia mengintip ke dalam.

__ADS_1


"Ibu!" ucap Ano karena sadar Buk Linda sedang memerhatikan nya.


Buk Linda mendekati Ano.


"Kamu kelas berapa?" tanya Buk Linda.


"Kelas Enam SD buk." ucap Ano dengan ramah.


"Oohh lalu mbak kamu?" tanya Buk Linda. Ano terdiam seketika dia langsung ingat peringatan mbak nya kalau apa saja pertanyaan Mertua nya tidak perlu di jawab tentang nya.


"Lupa Buk." jawab Ano.


Ano melanjutkan mengaji sementara Buk Linda terus di sana mendengar kan suara Ano yang mengaji.


"shadaqallahul adzim." Ano Selesai mengaji dan menutup Alquran nya.


"Kamu sangat pandai ngaji, siapa yang ngajarin?" tanya Buk Linda.


"Mbak Shopia Buk." jawab Ano.


"Oohh," Buk Linda seketika terdiam. "Kamu sangat mirip dengan mbak kamu, tapi kamu sangat tampan." puji buk Linda. Ano tersenyum sambil mengucap kan terima kasih.


"Kamu sudah makan? Ayo makan bareng Ibu." ajak buk Linda.


"Aku tidak berselera makan buk, ibu makan saja duluan." jawab Ano. "Kenapa?" tanya Buk Linda.


"Aku kefikiran Mbak Sophia Buk,"


Ano di bujuk untuk makan akhirnya dia pun mau makan.


Buk Linda memperlakukan Ano dengan baik.


"Kamu sangat Persis seperti kak Gerwyn waktu kecil. Anak yang tidak banyak bicara, pintar dan juga berfikir dewasa." ucap buk Linda.


Ano tetap diam hanya melihat wajah buk Linda dan kembali makan.


"Di rumah ini hanya Ibu tinggal sendirian ibu sering merasa kesepian." ucap Buk Linda lagi.


"Kak Gerwyn tidak tinggal di sini? Dan suami ibu kemana?" tanya Ano.


Buk Linda tersenyum tipis.


"Anak ibu sangat jarang tidur di sini, dia datang hanya melihat keadaan ibu saja dan setelah itu pergi. Namun dia berjanji setelah dia menikah dia dan istrinya akan tinggal di sini, ibu sangat senang dan mengijinkan nya menikah."


"Dan kalau suami ibu, dia meninggal sudah cukup lama karena di bunuh oleh orang yang tidak punya hati." ucap Buk Linda.


Ano terdiam.


"Maaf ibu cerita yang tidak pantas kamu dengar." ucap buk Linda.

__ADS_1


Ano menggeleng kan kepala nya.


"Ibu masih ada pembantu, dan juga pengawal yang sangat banyak di rumah ini, ada kok yang jauh lebih kesepian dari Ibu." ucap Ano memaksudkan diri nya.


"Ibu tau, hanya saja Ibu tidak bisa terima keadaan ini hanya karena pria yang tidak punya hati itu!" ucap Buk Linda.


Tiba-tiba handphone nya Berdering.


"kamu lanjut makan yah, Ibu mau jawab telpon dulu."


Ano mengangguk.


Sementara di tempat lain Gerwyn menghampiri Okta di apartemen nya.


"Sayang! sayang kamu jangan marah dulu." ucap Gerwyn menahan tangan Okta yang marah karena Gerwyn menikah tanpa sepengetahuan nya.


"Apa yang harus aku harapkan sama kamu lagi? Kamu sudah milik orang lain." ucap Okta menangis.


"Ini semua aku lakukan demi hubungan kita, aku mohon dengar penjelasan aku dulu."


"Tidak ada yang perlu dijelasin, lebih baik kita berpisah saja kalau seperti ini."


"Okta! Dengarkan aku dulu. Ini semua demi hubungan kita, aku menikah dengan wanita itu agar bisa menjaga Mamah, dan aku bebas berhubungan dengan kamu tidak ada larangan dan batasan." ucap Gerwyn.


"Apa itu betulan? Apa kamu sungguh-sungguh?"


Gerwyn mengangguk.


"Aku tidak mencintai perempuan itu, aku hanya mencintai kamu. Kamu sendiri yang bilang kalau kamu belum siap menikah, aku Akan menunggu sampai kapan pun, asalkan kamu tetap bersama ku." ucap Gerwyn.


Okta tersenyum.


"Aku juga mencintai kamu." ucap Okta, Gerwyn langsung memeluk memeluk Okta.


Dan terjadi lah pertempuran hebat di atas kasur, pasangan yang saling mencintai itu.


Keesokan harinya Sophia terbangun. Dia beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi. setelah kembali dari kamar mandi dia baru sadar kalau Gerwyn tidak pulang tadi malam dia melihat handphone nya.


"Huff syukur lah tidak ada panggilan tidak terjawab dari dia," ucap Sophia. Karena kalau ada panggilan tidak terjawab Gerwyn akan marah besar merasa di abaikan.


"Bagus lah malam tadi dia tidak pulang, aku bisa selamat buat hari hari ini." ucap nya, namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar hotel.


"Tok!! Tok!! tok!!"


ketukan pintu yang sangat keras. Sophia tergesa-gesa langsung membukanya namun dia terkejut karena itu adalah Gerwyn yang berdiri tidak kuat dan jatuh ke arah nya, dia langsung menahan nya.


"Bau alkohol, apa pak Gerwyn minum semalaman." ucap Sophia, dia langsung membawa Gerwyn ke atas kasur.


"Hufff sangat berat sekali." ucap nya.

__ADS_1


Dia mencium bau alkohol yang sangat menyengat, dan Gerwyn berbicara tidak jelas sama sekali.


"Dia minum apa Mandi alkohol sih?" ucap Sophia sambil membuka sepatu Gerwyn.


__ADS_2