
Keesokan harinya.
"Good morning Mamah." sapa Gerwyn pada buk Linda yang sedang berjemur menikmati sinar matahari pagi yang sangat sehat.
"Pagi juga Nak. Kamu baru bangun jam segini, kecapean yah?" tanya buk Linda. Gerwyn melihat jam sudah jam sembilan pagi. "Humm Iyah Mah." ucap Gerwyn.
"Sophia sama supir sudah pergi duluan untuk belanja, menunggu kamu itu akan membuat mereka kesiangan." ucap buk Linda.
"Loh bukannya Hari ini Sophia pergi kerja? kok sekarang bisa pergi belanja?" tanya Gerwyn heran karena tadi malam Sophia tidak di berikan Ijin untuk Cuti.
"Mamah juga gak tau, dia bilang bisa Kok tadi." ucap Buk Linda. "Huff seperti nya dia sengaja menghindar aku." batin Gerwyn.
"Ya udah kamu mandi gih, hari ini jangan kemana-mana dulu, karena mamah ada Tamu yang ingin berkunjung melihat keadaan Mamah dia adalah teman lama mamah." ucap buk Linda.
Gerwyn mengangguk.
Sudah jam sepuluh pagi namun Sophia belum pulang.
"Kenapa mereka lama banget yah pulang nya." batin Gerwyn.
Sementara di tempat lain Sophia sedang sibuk memilih sepatu yang cocok untuk kaki nya, dia menghabiskan uang yang di berikan Gerwyn untuk membeli baju dan sepatu yang Cocok untuk nya. Tidak lupa juga dengan Ano.
Dia sudah mencoba beberapa sepatu semua nya pas di kaki nya dan sangat cantik, namun melihat harga nya membuat dia berfikir dua kali.
Kalau dia membeli sepatu itu dia tidak Akan mempunyai uang lagi untuk simpanan.
"Huff sudah lah beli saja satu." ucap Sophia akhirnya membeli heals yang dia suka.
Tiba-tiba ponsel nya berdering. "Pak Gerwyn." batin Sophia dia pun langsung menjawab nya.
"Halo."
"Kamu di mana? Ini sudah jam berapa? Buruan pulang belanja tidak mungkin satu harian." ucap Gerwyn langsung.
"Banyak barang yang harus aku beli pak, sabar sedikit lagi aku akan segera pulang kok." ucap Sophia.
Gerwyn terdengar sangat marah.
"Buruan pulang, Mamah sudah menunggu dari tadi." ucap Gerwyn. Dia pun langsung mematikan sambungan telepon.
"Huff bisa nya hanya marah! marah dan terus saja marah!" ucap Sophia.
__ADS_1
Dia pun keluar dari toko sepatu itu dan setelah itu melengkapi semua belanjaan yang belum di beli.
"Huff akhirnya semua nya lengkap aku sudah bisa pulang." ucap Sophia.
Namun tidak sengaja dia melihat Bibi di sana juga.
"Eh Sophia! Kamu di sini juga?" ucap Bibi. Sophia tersenyum sambil mengangguk.
"Wahh seperti nya kamu belanja banyak nih, di sini sendirian aja?" tanya Bibi.
"Iyahh kak." ucap Sophia.
"Kakak di sini belanja juga?" tanya Sophia. Bibi mengangguk.
"Iyah sih, tapi bingung mau beli apa karena tadi bukan untuk belanja tujuan ke sini hanya jalan-jalan saja." ucap Bibi.
"Oohh begitu yah, ya udah kalau begitu aku duluan yah kak." ucap Sophia. "Kemana mau buru-buru?" tanya Bibi.
"Di rumah Tante Linda sudah menunggu, aku takut dia marah karena aku terlalu lama kak." ucap Sophia.
"Oohh begitu yah, ya udah deh, sebenarnya aku mau ngajak ngopi sebentar, sangat jarang kita bisa bertemu." ucap Bibi.
"Terimakasih kak, tapi waktu nya tidak tepat, aku pergi duluan yah." ucap Sophia.
"Ada apa?" tanya Bibi.
"Aku ingin bertanya sesuatu, apa kakak mau menjawab nya?" yang Sophia. "Ada syarat nya." ucap Bibi.
"Apa?" tanya Sophia.
"Kita berbincang-bincang sebentar dulu ngopi di Cafe itu." ucap Bibi. Sophia mengangguk.
"Apa yang mau kamu tanya tadi? seperti nya sangat penting." ucap Bibi.
"Beberapa hari yang lalu kakak sama pak Gerwyn minum bersama di Club Mami yah?" tanya Sophia. Bibi mengangguk.
"Apa pak Gerwyn masih tidur dengan wanita yang ada di sana?" tanya Sophia. "Kenapa kamu bertanya pada kakak? Kamu Harus bertanya itu pada Gerwyn, bagaimana kalau kalian bertengkar karena aku." ucap Bibi.
Sophia Menghela nafas panjang.
"Tampa kakak kasih tau pasti jawabannya Iyah." ucap Sophia. Bibi pun diam.
__ADS_1
"Emang kenapa Sophia? Kenapa kamu terlihat sangat murung, apa kamu dengan suami kamu sedang salah paham atau bertengkar?" tanya Bibi.
Sophia diam dia menatap wajah Bibi.
"Jujur saja aku tidak tahan hidup seperti ini dengan pak Gerwyn." ucap Sophia.
Bibi Menatap wajah Sophia yang terlihat sangat banyak masalah.
"Kalau kamu tidak bisa kenapa tidak berpisah saja? Sangat banyak pekerjaan di luar sana yang menghasilkan uang banyak, kalau Gerwyn sama sekali tidak akan bisa berubah sama sekali." ucap Bibi.
"Dia sudah jadi pecandu wanita dari dulu, namun dia tetap mempunyai satu wanita di hati nya yaitu Okta, dia sudah lama menyukai Okta namun saat itu Okta punya pacar namun setelah Okta tidak punya pacar dia langsung meminta Okta jadi pacar nya." ucap Bibi.
"Sudah lah jangan terlalu di khawatir kan, tugas kamu sekarang hanya menjalani nya saja. Kalau kamu tidak tahan dengan sifat kasar nya lebih baik kamu menghindari nya." ucap Bibi.
"Bukan hanya itu saja yang aku khawatir kan." ucap Sophia.
"Lalu apa?" tanya Bibi.
"Aku mempunyai pasangan, alias aku punya pacar. Aku takut dia mengetahui apa yang aku lakukan selama ini dan sudah menikah diam-diam dengan Pria lain." ucap Sophia.
Bibi menghela nafas panjang.
"Ini sungguh pekerjaan yang menjebak kamu sendiri Sophia. Aku sudah menduga dari awal kamu punya pacar." ucap Bibi.
Sophia menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan nya di atas meja.
Bibi mengelus rambut Sophia.
"Yang sabar yah, kamu pasti bisa mencari jalan keluar nya." ucap Bibi.
Di Rumah Gerwyn sedang duduk di balkon kamar menikmati Kopi buatan nya sendiri tiba-tiba dia mendapat kan pesan dari orang yang di suruh mengikuti Sophia kemana pun.
Dia melihat foto Bibi mengelus rambut Sophia Membuat nya marah.
"Oohh ternyata begini kelakuan kalian di belakang ku." ucap Gerwyn terlihat sangat kesal.
"Mah lihat Sophia lama ternyata diam-diam ketemu dengan Bibi." ucap Gerwyn. Buk Linda yang duduk di ruang tamu melihat foto itu.
"Yah apa salah nya nak? Bibi kan sahabat kamu, Sophia juga pernah bilang sama Mamah kalau Sophia dengan Bibi lumayan dekat walaupun baru kenal, mungkin mereka tidak sengaja bertemu dan minum bersama." ucap buk Linda.
"Mah lihat dong Bibi mengelus kepala Sophia seperti itu." ucap Gerwyn. Buk Linda Menatap wajah Gerwyn.
__ADS_1
"Kenapa kamu protes sih? Bukan nya kamu sendiri yang tidak perduli pada istri kamu? Lalu sekarang kamu marah-marah dan seperti ingin ibu menegur Sophia.,x ucap Buk Linda. "Dia salah mah, dia sudah punya suami tidak bisa sembarangan bergaul dengan pria lain." ucap Gerwyn.
"Kalau cemburu bilang aja, kalau jujur Mamah bisa bantuin kok." ucap buk Linda dengan tatapan sambil tersenyum.