
Sesampainya di kantor semua karyawan sudah tegang. Namun melihat mood bos nya lagi baik mereka pun sedikit tenang. Semua proposal yang di perbaiki semua nya sesuai permintaan Gerwyn.
Akhirnya mereka semua Aman. Tidak ada yang kena pecat hari ini.
Gerwyn bekerja dengan tenang di ruangan nya. Namun Bodyguard nya menghubungi dia.
Saat menerima telpon dia terdiam lama. Setelah itu dia langsung bergegas keluar dari ruangan nya.
Staff wanita yang tadi nya mengantarkan file pada bos nya kebingungan melihat Gerwyn pergi tiba-tiba dengan wajah yang sangat tegang.
"Ada apa dengan pak Gerwyn? Kenapa kelihatan nya dia sedang terburu-buru?" tanya Dito Menejer.
"Entahlah pak. Aku juga tidak tau."
Gerwyn membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi. Dia menerobos lampu merah. Dan akhirnya sampai di sebuah rumah sakit.
"Apa yang terjadi dengan Vano?" tanya Gerwyn.
"Orang lain telah menghajar pak Vano di tengah perjalanan. Dan mereka tidak menyisakan satu bukti apapun." ucap bodynya.
"Sialan!!" Gerwyn merasa dia sedang di incar oleh musuh-musuh nya.
Dia masuk melihat keadaan Vano. Ada dua tembakan di bagian perut nya. Dan luka-luka di wajah nya.
"Selama empat hari Pak Vano di sekap oleh orang yang tidak di kenal. Mereka datang tiba-tiba saja." ucap Bodyguard yang juga terluka karena menyelamatkan Vano.
"Saya mau Kalian semua berhati-hati." ucap Gerwyn.
"Baik Pak." Dia pun keluar dari sana. Gerwyn tiba-tiba mendapat kabar dari ponsel nya.
"Ck siapa pun di balik ini semua, saya tidak akan tinggal diam." ucap Gerwyn. Dia menunggu Vano sampai sadar di sana.
"Mas Gerwyn kemana sih? ini sudah jam enam Sore kenapa dia belum pulang?" ucap Sophia. Tiba-tiba ponsel nya berdering dari Enjel.
"Halo Sophia. Kamu sedang bersama Om Gerwyn?" tanya Enjel. "Enggak ada. emang kenapa?" tanya Sophia.
"Bibik ingin berbicara dengan dia." ucap Enjel.
"Oohh Ya udah nanti kalau sudah pulang aku kabarin yah." ucap Sophia. "Makasih Sophia. Byee.'" ucap Enjel.
"Handphone nya tidak bisa di telpon, membuat ku khawatir saja, bagaimana kalau ada orang yang berniat jahat sama seperti kemarin." ucap Sophia.
__ADS_1
Gerwyn menemui dokter.
"Bagaimana keadaan Vano dok?" tanya Gerwyn.
"Vano hanya luka parah di bagian perut. Vano cukup kuat sehingga bisa menahan rasa sakit nya dan beberapa jam lagi dia pasti sadar." ucap dokter.
"Saya di sini sudah dari pagi dok, tidak ada kemajuan pada kesehatan Vano." ucap Gerwyn.
"Bapak yang sabar yah, itu hanya karena pengaruh obat saja." ucap Dokter.
Gerwyn Kembali ke Ruangan Vano dan ternyata Vano sudah sadar.
"Pak Gerwyn." ucap Vano. "Bagaimana keadaan kamu? Jangan memaksakan untuk bangun." ucap Gerwyn.
"Saya ada di mana?" ucap Vano.
"Kamu di rumah sakit, tadi pagi semua bodyguard menemukan kamu pingsan di pinggir jalan bersama beberapa bodyguard lain nya." ucap Gerwyn.
"Maaf kan saya pak, saya tidak menemukan apapun, saya belum sempat menemui Keluarga mbak Sophia." ucap Vano.
"Lupakan saja tentang itu, sebenarnya apa yang terjadi? Apa kamu mengenal siapa yang telah menyerang kamu?" tanya Gerwyn.
"Saya tidak pernah melihat mereka sebelum nya pak." ucap Vano.
Dia menceritakan semua yang terjadi.
Setelah itu Gerwyn berfikir panjang sehingga tidak sadar kalau sudah malam. Gerwyn berunding dengan body guard nya.
"Mas Gerwyn kemana yah? Ya Allah membuat ku khawatir saja." ucap Sophia.
"Mbak Sophia kenapa dari tadi gak tidur sih?" tanya Ano yang baru saja turun.
"Mbak lagi nungguin Kak Gerwyn pulang. Dari tadi dia tidak ada kabar. Pesan mbak saja tidak di balas oleh nya. Mbak sangat khawatir." ucap Sophia.
"Mungkin kak Gerwyn sedang minum bersama teman nya." ucap Ano. "Tidak mungkin." ucap Sophia.
"Humm mbak gak tau Saja. Kata papah nya Enjelita mereka sering minum bersama." ucap Ano.
"Lebih baik kamu tidur gih, jangan ngomong aneh-aneh." ucap Sophia. "Ya udah deh aku pamit dulu ya mbak. Selamat malam." ucap Ano dia pun meninggalkan Sophia di ruang tamu menunggu Gerwyn.
"Saya tidak ingin satu pun yang lalai di antara kita. Kita tidak boleh tertipu oleh musuh kita." ucap Gerwyn.
__ADS_1
"Baik Pak." semua nya menjawab dengan tegas.
"Kalau begitu Kalina bisa kembali ke tugas masing-masing. Orang tua Vano akan datang besok, malam ini Kalian berjaga dengan benar di sini." ucap Gerwyn.
Dia memeriksa Ponsel nya ternyata sudah banyak pesan dan telpon dari istri nya. Dia menghela nafas panjang.
Gerwyn bergegas menuju pulang takut istri nya berfikir yang tidak-tidak.
Sesampainya di rumah dia masuk dia melihat istrinya ketiduran di sofa.
"Ya ampun kamu sampai ketiduran di sofa menunggu saya. Maafkan saya." ucap Gerwyn.
"Sophia! Sophia..." panggil Gerwyn membangun kan istri nya. Sophia membuka mata nya.
"Mas Gerwyn akhir nya pulang juga, aku sangat mengkhawatirkan mas Gerwyn." ucap Sophia memeluk suaminya.
"Maafin saya sudah pulang telat." ucap Gerwyn.
"Mas dari mana saja? Kalau mas mau pulang malam setidaknya mengabari aku dulu, aku sangat khawatir mas." ucap Sophia.
"Ini tidak akan terjadi lagi." ucap Gerwyn.
"Mas dari mana? aku menghubungi ke kantor mas mereka bilang kalau mas sudah pergi dari pagi tadi. Sebenarnya mas kemana?" tanya Sophia.
"Vano di serang oleh musuh perusahaan Saya. Jadi saya datang melihat keadaan nya." ucap Gerwyn.
"Loh bagaimana bisa mas? Bukan nya Vano hanya mengurus pekerjaan?" tanya Sophia.
"Saat mengurus itu ternyata musuh sudah mengikuti Dia dan menyerang nya, sangat banyak bodyguard saya mati." ucap Gerwyn.
"Ya Allah. Tapi mas baik-baik saja kan?" ucap Sophia.
"Saya baik-baik saja, kamu jangan khawatir. Saya juga minta maaf sudah membuat kamu khawatir seperti ini." ucap Gerwyn.
Sophia mengangguk.
"Ini sudah jam sebelas malam ayo ke kamar." ajak Gerwyn. Mereka pun langsung ke kamar.
Gerwyn menukar pakaian nya. Sophia sudah berbaring di kasur dan tidur kembali. Gerwyn mencium kening istrinya.
"Sebenarnya saya tidak boleh memberi tahu pada nya Vano kenapa, namun saya juga tidak akan membiarkan dia kefikiran terus. Untung saja dia tidak bertanya lanjut di mana kejadian itu." ucap Gerwyn.
__ADS_1
Kalau di kasih tau Sophia akan Heran karena rumah Sakit itu tidak jauh dari kampung nya .
Gerwyn tidak bisa tidur. Dia berfikir siapa yang melakukan itu, karena sudah lama juga tidak terjadi seperti ini.