Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Mendapatkan perlakuan baik


__ADS_3

Sophia langsung membawa Gerwyn ke dalam kamar mandi tidak lupa menghidupkan air.


Sophia keluar dia membenarkan kancing baju nya yang sempat di buka oleh Gerwyn.


"Kenapa Tante Linda memberikan obat kuat pada pak Gerwyn yah? Dia sendiri yang bilang kalau tidak ingin mempunyai Cucu dari rahim ku." ucap Sophia.


Sophia sudah ngatuk dia mulai tidur di sofa. Namun sudah beberapa lama Gerwyn tak juga keluar dari kamar mandi.


"Sudah hampir dua jam dia di kamar mandi, kenapa dia belum keluar yah atau jangan-jangan dia pingsan di dalam?" ucap Sophia.


Dia berjalan ke arah kamar mandi.


"Pak!! Pak!!" panggil Sophia dari balik pintu kamar mandi.


Tidak ada respon dari dalam hanya ada suara Air shower.


"Masuk gak yah? Masuk aja lah." Sophia membuka pintu kebetulan tidak di kunci.


"Ya ampun Pak." Sophia melihat Gerwyn tiduran di lantai di bawah Air.


Sophia langsung membawa nya keluar walaupun sangat berat dan dia juga jadi ikut basah.


"Hufff sangat merepotkan sekali, lagian Tante Linda ngapain pakai obat kuat segala sih? Kalau seperti nya ini bisa-bisa aku cepat tidak perawan." ucap Sophia.


Dia duduk di pinggir kasur sambil memerhatikan Gerwyn.


Jari nya memegang hidung mancung milik Gerwyn.


"Bapak sangat tampan sehingga mustahil siapa pun yang melihatnya tidak suka." ucap Sophia.


"Husss aku ngomong apaan sih, lebih baik aku tidur saja."


Keesokan harinya Sophia mengantarkan Adik nya untuk melihat-lihat SMP yang dia suka.


Dan ternyata Ano memilih SMP swasta. Memang sih itu terkenal namun biaya nya yang membuat Sophia ragu. Tapi dia tidak mau mematahkan semangat Adik nya dia mendukung apa saja pilihan Ano."


Ano tidak pergi hanya dengan Sophia melainkan dengan Mertua nya juga. Tapi dia menunggu di mobil.


Setelah cukup puas berkeliling di SMP itu mereka kembali ke mobil.


"Maaf Tante sudah membuat menunggu lama." ucap Sophia.


Tante Linda hanya mengangguk saja.


"Bagaimana? Dia suka?" tanya Buk Linda.


"Dari semua SMP yang dia tau, dia lebih suka di sini Tante, selain bagus Agama nya juga kuat di sini." ucap Sophia.

__ADS_1


Buk Linda mendengar Sophia membahas Agama seketika langsung tersentuh.


"Sebenarnya siapa sih dia? Kenapa dia begitu sulit di tebak." batin buk Linda.


"Oh iya Tante. berhubung kita sudah di sini aku mau ngajakin Tante ke tempat terapi yang bagus untuk tubuh, aku jamin deh Tante pasti suka." ucap Sophia.


"Kita langsung pulang saja, Gerwyn akan marah kalau tau saya ke sana tampa Ijin pada nya."


"Gerwyn tidak Akan marah Tante, dia juga pasti ingin Mamah nya sehat." ucap Sophia.


"Iyah buk, biar ibu bisa melihat aku sekolah di sini nanti, emang ibu gak bosan di rumah saja? Bahkan kalau keluar ibu sering sakit badan." ucap Ano.


Sophia yang di bantu oleh adiknya membujuk buk Linda seketika langsung senang buk Linda mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai, di depan rumah nya saja sudah sangat rindang dan enak di pandang.


"Ini tempat yang sangat bagus, saya baru tau tempat ini." ucap buk Linda. Sophia tersenyum.


Buk Linda turun dari mobil, namun terlihat sangat sulit Sophia menjulurkan tangannya namun Tante Linda hanya melihat nya saja.


"Saya bisa sendiri." Sophia menurunkan tangannya.


Namun Tante Linda terlihat meragukan untuk turun dari mobil yang cukup tinggi Sophia tampa ijin memegang tangan buk Linda.


"Hati-hati Tante."


Mereka pun masuk ke dalam, sebelum melanjutkan masuk kedalam mereka bertukar pakaian dulu ke jubah warna putih.


tidak lupa membersihkan tangan agar tidak ada tamu.


"Ayo saya bantu Tan." ucap Sophia pada Tante Linda yang sedikit kesulitan berjalan jauh.


Ano hanya mengikuti mereka dari belakang. Cukup lama di sana mereka di ajarkan beberapa gerakan agar lebih rileks dan pikiran tenang.


Aroma yang di timbulkan ruangan itu sangat membuat hati tenang. Buk Linda sudah selesai dengan ritual nya dia melihat Sophia yang masih duduk diam menutup mata menghayati.


"Ternyata dia mempunyai sifat yang lembut, perduli dan menghargai, tidak seperti yang saya duga sebelumnya." batin buk Linda.


Tidak sengaja seseorang menghampiri buk Linda, wanita tua.


"Saya baru melihat Ibu di sini." ucap orang tua itu pada Buk Linda.


"Iyah Buk."


"Oohh itu anak Ibu yah?" sambil melihat ke arah Sophia. Bu Linda akan selalu irit bicara dengan orang yang di kenal nya hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.


"Dia sangat sering datang ke sini. Terkadang saya merasa kasihan dia seperti nya sangat lelah dan ketiduran setelah selesai ritual."

__ADS_1


"Dengan siapa dia sebelumnya ke sini?"


"Hanya sendiri saja." ucap ibu itu.


"Oohh." buk Linda memerhatikan Sophia terus.


"Ini adalah tempat-tempat orang menghilang stress dan beban fikiran, apa dia sedang ada masalah." batin buk Linda.


"Bagaimana Tante pijitan dan juga ritual-ritual nya?" tanya Sophia sambil duduk di samping buk Linda.


"Humm sedikit enakan, namun ini bukan lah sekali kita melakukan langsung sehat." ucap buk Linda.


Sophia tersenyum.


"Ini teh khusus di buat oleh pemilik tempat ini, kita menyajikan nya sendiri sesuai selera." ucap Sophia memberikan gelas pada buk Linda.


Buk Linda terlihat sangat bingung, Sophia tersenyum dia langsung membuat kan untuk mertua nya.


"coba dulu Tante."


buk Linda terlihat sangat ragu karena melihat warna Teh warna hijau dan pembuatan nya sangat berbeda.


"Ini bagus untuk perut buk," ucap Sophia sambil minum. Namun buk Linda sekali minum.


"Humm ini lumayan enak, namun kenapa hanya sedikit?" ucap buk Linda, seketika Sophia tertawa.


"Minum nya tidak bisa minum teh seperti biasa Tan, kita minum sedikit demi sedikit, menikmati rasa nya." ucap Sophia.


Buk Linda seketika jadi malu.


"Pengobatan seperti ini jauh lebih rileks dari pada harus ke rumah sakit yang tiap hari badan di suntik." ucap Sophia.


Buk Linda hanya diam saja, Sophia Membuat kan lagi teh untuk nya.


"Loh Ano tadi mana Tante?"


"Tuh." buk Linda menunjuk ke arah ayunan khusus anak remaja. Sophia tersenyum melihat tingkah adik nya itu.


Gerwyn baru saja pulang untuk makan siang karena sudah janji untuk makan siang di rumah pada buk Linda.


Namun sampai di rumah dia tidak di rumah.


Bertanya pada bibi tidak ada yang tau satupun, Gerwyn menelpon Sophia. Setelah mendengar Ibu nya dengan Sophia dia langsung meminta mereka pulang dengan sangat marah dan khawatir.


Sophia pun langsung membawa mertua nya pulang.


"Kenapa kita langsung pulang?"

__ADS_1


"Gerwyn sudah khawatir di rumah menunggu Tante." ucap Sophia.


__ADS_2