Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Lisa bertemu dengan Bu Linda


__ADS_3

Hena keluar dari bawah meja itu. "Maafin saya, saya tidak sengaja." ucap Vano. Hena Menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa kok." ucap Hena. Dia langsung berdiri.


"Seharusnya aku tidak datang ke sini, aku tidak tau kalau Enjelita di sini juga." ucap Hena.


"Aku ke sini mau minta maaf soal tadi, aku juga mau mengucapkan terimakasih sudah mau membantu ku di depan Riki, kalau bukan karena kamu, aku pasti bingung mau menjawab apa." ucap Hena.


Vano menatap wajah Hena. Dia berdiri dari tempat duduknya mendekati Hena.


"Apa yang kamu lakukan? Berhenti di situ!" ucap Hena. Vano tidak berhenti dia semakin mendekati Hena. Hena gugup dia mundur perlahan sampai mentok ke dinding.


"Apa yang kamu lakukan? Aku mohon jangan melakukan itu pada ku." ucap Hena. "Saya hanya ingin memastikan kalau ini benar-benar kamu." ucap Vano.


Dia menjauh dari Hena dan duduk di atas meja kerja nya. "Saya tidak bisa melupakan wajah marah kamu ketika di Cafe tadi, namun tiba-tiba kamu sekarang mengucap kan terima kasih." ucap Vano.


Hena menatap Vano. "Aku minta maaf soal itu." ucap Hena.


"Tidak cukup hanya mengucap kan Terimakasih dan Minta maaf." ucap Vano.


Dia menarik tangan Hena mendorong nya ke sofa dan menindih badan Hena. "Tolong jangan melakukan itu, lepas kan aku." ucap Hena menutup mata nya.


Vano tersenyum dia merapikan rambut Hena yang terlihat berantakan. Perlahan Hena membuka mata nya.


Namun tiba-tiba Vano langsung mencium bibir Hena. Hena terkejut.


Dia Berontak namun Vano berusaha untuk menenangkan nya. Mencium bibir nya dengan lembut dan bersifat lembut.


Hena yang tidak pernah di perlakukan dengan lembut langsung Luluh. Merasakan nafas Vano yang sudah sangat terengah-engah karena tidak tahan dengan Hasrat nya.


Dia menutup mata nya mulai merasakan ciuman Vano yang lembut. Dia membalas nya sampai Vano terkejut dia melepaskan ciumannya menatap wajah Hena.


Namun Hena tanpa paksaan tangan nya menarik dasi Vano dan langsung mencium nya. "Saya tidak tahan lagi Hena. Saya tidak ingin melukai kamu." ucap Vano mau pergi namun di tahan oleh Hena.


"Lakukan lah." ucap Hena. Vano Tampa berfikir panjang dia langsung memindahkan Hena ke sofa panjang agar lebih leluasa.


"Brakk!!!.


Kaki Vano tidak sengaja menyenggol Meja sehingga yang di atas meja terjatuh ke lantai, namun dia tidak perduli dia meletakkan Hena dengan lembut di sofa.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu membuat Hena membuka mata nya, Vano menghentikan Ciumannya.


"Aaarggghh.." Dia duduk.


"Permisi Pak saya mau meminta tanda tangan untuk meeting setengah jam lagi sebagai pengganti Pak Gerwyn." ucap Staff di balik pintu.

__ADS_1


Vano menatap wajah Hena. Dia langsung membantu nya untuk duduk. Dia merapikan rambut Hena.


Dia juga memperbaiki pakaian nya.


"Aku akan ke toilet." ucap Hena. Vano menganguk.


"Silahkan masuk." ucap Vano membuka pintu.


"Terimakasih Pak." ucap staf Pria itu.


Namun dia terkejut karena ruangan itu terlihat sedikit berantakan. "Apa yang telah terjadi Pak?" tanya Staf itu.


"Hanya kecerobohan saya, saya akan merapikan nya." ucap Vano, dengan cepat dia langsung menandatangani pekerjaan nya.


"Saya akan meminta OB ke sini Pak." ucap Staf.


"Tidak perlu. Kamu keluar!" ucap Vano. Setelah Staf itu keluar dia memeriksa Hena.


"Tok!! tok!!"


"Hena kamu baik-baik saja kan?" tanya Vano. Hena menganguk.


"Sebaiknya aku langsung pulang saja." ucap Hena.


Vano menganguk. "Tunggu dulu!" ucap Vano menahan tangan Hena yang mau pergi meninggalkan ruangan itu.


Vano duduk di kursi nya. Dia memegang dadanya.


"Lagi-lagi jantung ku hampir melompat keluar saat bersama Hena." ucap Vano.


"Sayang..." panggil Vano pada Sophia yang sibuk dengan ponselnya di balkon rumah.


"Kenapa mas?" tanya Sophia. "Vano dan Hena akhirnya berbaikan." ucap Gerwyn sambil duduk di samping Sophia.


"Alhamdulillah kalau begitu." ucap Sophia.


"Oh iya Mas, Mamah sudah pulang?" tanya Sophia.


"Mungkin pulang nya sedikit malam, Mamah tadi bilang begitu." ucap Gerwyn.


"Humm padahal aku sudah masak Sup kesukaan nya." ucap Sophia. Gerwyn merangkul pundak istri nya. Sophia menatap wajah suaminya.


Gerwyn tersenyum manis dia langsung mencium pipi Sophia. "Ada apa Mas?" tanya Sophia. Gerwyn tidak berbicara dia hanya menyentuh Kulit istri nya seperti sedang menggodanya.


"Saya sudah mandi," ucap Gerwyn. Sophia seketika tersenyum. "Aku hanya bercanda mas, aku sedang tidak ingin melakukan nya." ucap Sophia.

__ADS_1


Gerwyn menghela nafas panjang. "Huff kamu selalu memberikan harapan palsu kepada saya." ucap Gerwyn. Sophia mencium bibir Gerwyn dengan singkat.


"Mas aku ingin belanja." ucap Sophia dengan nada manja.


"Lakukan tugas kamu terlebih dahulu." ucap Gerwyn.


Sophia Menghela nafas panjang.


"Baiklah, tapi nanti malam, karena sekarang aku ingin menonton film Korea dulu." ucap Sophia langsung mengabaikan suami nya.


"Huff menyebalkan sekali." ucap Gerwyn. Namun tiba-tiba Ponsel nya berdering telpon dari klien nya. Dia sengaja menelpon di dekat Sophia agar dia terganggu.


Sophia merasa kesal dia meninggal kan suami nya di balkon. Gerwyn Selesai menelpon dia mencari istri nya dan terus mengganggu nya.


Saat Gerwyn mengacaukan Sophia tiba-tiba Bibik datang.


"Permisi Pak." ucap Bibik. "Iyah Bik ada apa?" tanya Gerwyn.


"Di luar ada tamu mencari bapak." ucap Bibik.


"Suruh dia menunggu saya sebentar." ucap Gerwyn.


Sophi dan Gerwyn turun bersama.


"Wanita itu lagi, ngapain sih dia ke sini?" batin Sophia namun dia berusaha untuk biasa saja.


"Aku sudah dari Kantor kamu, namun kamu tidak ada di sana, aku memutuskan untuk datang ke sini." ucap Lisa


Gerwyn Melihat Lisa sudah datang membuat Mood nya hancur.


"Ngapain kamu ke sini Tampa ijin dari saya?" tanya Gerwyn. "Aku ingin bertemu kamu. Aku juga mau mengajak kamu makan malam." ucap Lisa.


"Lebih baik kamu pulang sekarang." ucap Gerwyn. "Kenapa kamu mengusir ku? Aku bahkan dulu menginap setiap hari di rumah kamu." ucap Lisa.


"Lisa!" ucap Gerwyn dengan nada marah.


"Upss aku minta maaf, aku pikir anak kecil tidak pantas untuk mendengar nya." ucap Lisa.


Gerwyn terpancing emosi, sementara Sophia memilih untuk Diam.


"Lisa.. " ucap Bu Linda yang baru Saja datang.


"Tante..." ucap Lisa memeluk Bu Linda langsung.


"Tante sangat merindukan kamu, kenapa kamu baru datang menemui Tante?" ucap Bu Linda terlihat sangat senang sekali.

__ADS_1


"Aku juga sangat merindukan Tante, aku sebelum nya ke sini namun Tante Tidak ada di rumah." ucap Lisa.


__ADS_2