
Lisa duduk di samping Gerwyn dengan handuk di dada nya.
Dia sengaja melakukan itu untuk menggoda Gerwyn.
"Aku tidak akan lagi masuk ke jebakan kamu." ucap Gerwyn. Lisa membuka kemeja Gerwyn.
"Apa yang kamu lakukan Lisa? menjauh dari aku!" ucap Gerwyn.
Lisa mengelus dada Gerwyn.
"Kamu tau tidak kalau kamu itu sangat tampan, idaman semua para wanita.." ucap Lisa.
Gerwyn terus memberontak namun semakin membuat Lisa senang.
"Aku tidak akan membiarkan kamu pulang. Aku ingin kamu menemani aku di sini. Percayalah menemani ku di sini jauh lebih menyenangkan dari pada harus menemani istri kamu." ucap Lisa.
"Jangan bertindak seperti wanita murahan Lisa! Sekarang lepaskan aku!" ucap Gerwyn marah.
"Uluh-uluh sayang jangan marah seperti itu dong." ucap Lisa mengelus pipi Gerwyn.
Gerwyn tidak mau di sentuh pipi nya dia tidak berhenti menatap istrinya dengan tatapan yang begitu tajam.
Di kamar Sophia...
Dia berdiri di balkon menunggu kedatangan suami nya namun ternyata tak juga datang sehingga membuat nya semakin cemas sekali.
Dia menelpon nomor Gerwyn lagi dan lagi tidak bisa.
"Kamu Kemana sih mas? Setidaknya kamu memberikan aku kabar." ucap Sophia.
"Lepaskan aku Lisa! Aku akan melaporkan perbuatan mu Ini!" ancam Gerwyn.
"Aku tidak Takut sama sekali. Kamu yang meminta aku melakukan hal seperti ini." ucap Lisa.
"Lisa istri ku sedang mengandung, aku mohon lepaskan aku. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau." ucap Gerwyn.
"Istri kamu hamil?" ucap Lisa. Gerwyn keceplosan mengatakan istri nya hamil. Lisa berfikir sejenak.
"Lepaskan aku Lisa!" ucap Gerwyn. Lisa bukan nya mendengar kan kata-kata Gerwyn malah merayu Gerwyn.
Gerwyn sudah sangat pasrah, dia tidak tau harus melakukan apa lagi.
Lisa menciumi leher nya, dia berusaha membuat Gerwyn terangsang. Sampai pada akhirnya dia sudah lelah untuk melawan.
__ADS_1
"Maafin aku Sophia, aku sungguh pria yang bodoh. Maafin aku.." Batin Gerwyn.
"Brak!!"
Pintu apartemen terbuka karena di dorong oleh beberapa orang.
Lisa yang tidak mengenakan pakaian sama sekali langsung mencari handuk nya.
Gerwyn melihat ke arah pintu ada Bibi dan juga beberapa bodyguard nya, dia sangat senang sekali.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" ucap Lisa.
"Justru Aku yang bertanya apa yang kamu lakukan? Kamu terlihat seperti wanita murahan seperti ini." ucap Bibi. "Jangan berani-berani nya kamu menghina ku Bibi!" ucap Lisa.
"Aku tidak menghina, karena yang aku lihat adalah seperti itu." ucap Bibi.
"Kamu menyekap suami orang dengan cara menjebak nya. Seperti tidak ada pria lain saja!" ucap Bibi menatap Lisa.
Bodyguard langsung menahan Lisa dan mengikat nya sama seperti Gerwyn.
"Lepaskan ikatan tangan ku dulu Bibi!" ucap Gerwyn.
Bibi yang sangat senang melihat Lisa ketakutan membuat nya lupa akan sahabat nya itu.
"Aku tidak berfikir kalau kamu akan berbuat seperti ini." ucap Gerwyn. "Aku minta maaf Gerwyn, aku mohon jangan tinggalin aku." ucap Lisa.
"Tenang saja, kamu tidak akan sendirian di sini. Sebentar lagi pihak kepolisian akan menjemput kamu." ucap Bibi.
Lisa semakin menangis dan takut.
"Lebih baik kita pergi saja." ucap Gerwyn. Ternyata bodyguard di luar semua nya adalah bodyguard pak putra.
Gerwyn semakin yakin kalau mereka ada hubungan kerja sama untuk membuat Gerwyn hancur.
"Apa kau sungguh-sungguh melaporkan Lisa ke polisi?" tanya Gerwyn. Bibi Menggeleng kan kepala nya. "Atas dasar apa aku melaporkan nya? Aku tidak memiliki bukti, dan juga akan membuka nama baik kamu mau pun aku rusak." ucap Bibi.
Gerwyn Menghela nafas panjang. "Humm kamu benar juga." ucap Gerwyn.
"Tapi mulai dari sekarang kamu tidak bisa lengah lagi, dia pasti akan kembali membalas dendam." ucap Bibi. Gerwyn menganguk.
"Kamu tau dari mana kalau aku di sini?" tanya Gerwyn. "Istri kamu menelpon Ku sambil menangis karena mengkhawatirkan keadaan kamu. Dan salah satu bodyguard kamu mengatakan kepada saya kalau kamu di sekap." ucap Bibi.
"Pak bisa lebih cepat lagi." ucap Gerwyn kepada supir.
__ADS_1
"Kamu sungguh beruntung memiliki istri." ucap Bibi.
"Oh iya Bi, jangan sampai Sophia tau tentang hal ini. Aku tidak ingin membuat dia khawatir, aku tidak ingin juga membuat memikirkan tentang ini, karena dia sedang hamil." ucap Gerwyn.
"Tapi kamu juga harus memberikan penjagaan yang ketat untuk istri kamu." ucap Bibi. Gerwyn menganguk.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
"Sudah jam berapa?" tanya Gerwyn pada Bibi.
"Jam satu malam." jawab Bibi.
Gerwyn merapikan penampilan nya dan juga rambut nya di tata rapi agar tidak terlihat ada sesuatu yang terjadi.
"Aku juga langsung pulang, badan ku sudah sangat lelah." ucap Bibi. "Sekali lagi terimakasih banyak Bro, kamu sudah datang tepat waktu." ucap Gerwyn.
Bibi menganguk. Mereka berpelukan. Gerwyn segera masuk ke dalam dan ternyata ibunya sampai ketiduran menunggu dia di sofa.
"Mah! Mamah." Gerwyn membangun kan Bu Linda.
"Gerwyn! Akhirnya kamu pulang. Kamu dari mana saja?" tanya Bu Linda.
"Aku ada masalah di pekerjaan, sehingga aku harus pulang malam. Mamah kenapa tidur di sini?" tanya Gerwyn. "Mamah tidak bisa tidur di kamar karena memikirkan kamu. Tiba-tiba saja mamah merasa khawatir, syukur lah kamu pulang dengan Selamat." ucap Bu Linda.
"Pergi lihat lah istri kamu, mungkin dia tidak bisa tidur. Dari tadi dia tidak berhenti turun naik memastikan kalau kamu sudah pulang." ucap Bu Linda.
Gerwyn membantu mamah nya masuk ke kamar terlebih dahulu dan setelah itu naik ke atas.
"Sophia." panggil Gerwyn sambil membuka pintu.
Sophia yang duduk di kasur melihat Gerwyn dia langsung berlari mendekati Gerwyn dan memeluk nya.
"Mas Gerwyn! Ini sungguh mas Gerwyn? Aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Sophia memeluk erat-erat suami nya.
Gerwyn tersenyum dia juga memeluk istrinya.
"Kamu jam segini kenapa belum tidur?" tanya Gerwyn.
"Aku menunggu kamu mas, mana bisa aku tidur kalau suami ku tidak memberikan kabar sama sekali." ucap Sophia.
Gerwyn tersenyum. "Ponsel ku Mati karena tidak di charger, saya sangat sibuk sehingga pulang larut malam. Maafkan saya sudah membuat kamu khawatir." ucap Gerwyn.
Sophia menangis di pelukan suaminya. "Aku tidak tau kenapa aku berfikir kalau kamu dalam musibah, kamu dalam bahaya yang tidak mungkin kembali. Aku sangat takut." ucap Sophia.
__ADS_1
"Sekarang Saya sudah di sini, kamu tidak perlu takut dan jangan nangis lagi." ucap Gerwyn menghapus air mata istri nya sambil tersenyum.