
Akhirnya Hena tidur di rumah Sophia. Namun mereka berdua sama-sama tidak bisa tidur.
"Sophia! Sophia bangun, kita harus ke sekolah." ucap Hena membangun kan Sophia. Sophia bangun ternyata mereka ketiduran di sofa ruang tamu.
"Sudah jam berapa?" tanya Sophia.
"Setengah enam." ucap Hena. "Ini masih sangat pagi.". Sophia kembali tidur. namun Hena menarik tangan Sophia.
"Ayo buruan siap-siap, aku tidak sabar melihat nilai kita." ucap Hena. Sophia akhirnya bangun dia membangun kan Adik nya terlebih dahulu baru pergi ke kamar nya untuk siap-siap.
Baru saja Sampai di kamar dia melihat ponsel nya yang berdering.
"Selamatkan pagi Sophia. maaf sudah mengganggu pagi kamu. Hari ini kamu harus kesekolah bangun dan berkemas lah." ucap Frans.
"Humm baiklah kak, aku ingat kok. Terimakasih." ucap Sophia langsung mematikan sambungan telepon.
...........
"Belajar yang rajin yah dek, mbak langsung ke sekolah gak bisa nganterin kamu masuk ke dalam." ucap Sophia. Ano mengangguk.
"Semoga nilai mbak Bagus yah." ucap Ano.
"Amin." ucap Sophia. Mereka pun meninggalkan sekolah Ano.
Ano mau masuk ke dalam kelas namun di panggil oleh buk Ena.
"Ano!" panggil Buk Ena.
"Iyah Buk." jawab Ano.
Ano melihat buk Ena datang bersama Enjelita.
"Pak Gerwyn belum pulang juga yah?" tanya Buk Ena.
"Seperti nya masih lama buk." ucap Ano. "Oohhh." ucap buk Ena.
"Ya udah ayo masuk." ajak buk Ena. Ano mengangguk dia terus melihat ke arah Enjel yang hanya diam saja.
Namun tiba-tiba Buk Ena di panggil guru lain.
"Kalian duluan yah ke kelas, ibu berbicara sebentar dulu." ucap buk ena. Enjel dan Ano mengangguk.
Enjel langsung berlari meninggalkan Ano, namun Ano mengejarnya.
__ADS_1
"Aku minta maaf sudah mengambil buku kamu, ini aku pulangin." ucap Ano memberikan nya pada Enjel.
"Aku sudah membeli yang baru." ucap Enjel.
"Kamu sombong banget sih, aku hanya pinjam saja kemarin tapi kamu gak mau kasih, terpaksa aku merampok nya." ucap Ano.
Enjel diam.
"Aku sudah minta maaf jangan marah lagi dong." ucap Ano.
Enjel mengambil buku nya.
"Humm aku tidak marah lagi, tapi jangan ganggu aku lagi." ucap Enjel. "Aku gak ganggu kamu lagi kok, tapi kamu ambil yah hadiah dari aku." ucap Ano memberikan kotak pada Enjel.
"Aku tidak mau,"
"Kalau kamu tidak mau aku akan terus menganggu kamu." ancam Ano, Enjel terpaksa mengambil nya.
Di dalam kelas ternyata Enjel meminta ganti Meja agar jauh dari Ano. Ano hanya bisa diam melihat itu. Sekarang jarak mereka sangat jauh.
Sophia dan Hena baru saja sampai di sekolah. Mereka semua sangat tegang dan tidak beberapa lama nilai keluar nilai mereka semua sangat bagus. Bahkan Hena dan Sophia ada beberapa teman nya di tawarkan pekerjaan langsung di hotel itu.
"Aaaahhhhh lega sekali rasanya." ucap Sophia duduk di samping teman-teman nya.
"Bukan sampai di sini saja teman-teman, perjalanan kita Masih panjang, sekarang Ujian demi Ujian akan kita lewati membuat badan kurus, kepala mau pecah." ucap teman nya Sophia..
Setelah itu mereka dua Minggu libur. Ada waktu untuk istirahat untuk mereka.
"Sophia lihat lah Siapa yang datang." ucap Hena. Sophia menoleh ke arah gerbang sekolah. Frans berdiri tersenyum di sana.
"Bagaimana bisa kakak ada di sini?" tanya Sophia.
"Sengaja ke sini menemui kamu, bagaimana hasil nilai nya?" tanya Frans. "sangat memuaskan, saya yakin ini bantuan kakak juga, terima kasih banyak." ucap Sophia tertawa sangat senang.
"Saya juga senang kalau kamu senang." ucap Frans.
"Ini sudah siang, kamu tidak pulang? atau menjemput Ano?" tanya Frans.
"Aku masih ada acara sama teman-teman, Ano juga ada kelas tambahan." ucap Sophia. "Oohhh begitu yah, kalau begitu saya tidak ingin mengganggu ini untuk kamu. Sampai jumpa lagi." ucap Frans.
Sophia menerima nya.
"Terimakasih kak, sampai jumpa lagi." ucap Sophia sambil melambaikan tangan nya.
__ADS_1
Setelah Frans pergi Sophia menyusul teman-teman nya.
"Gak yangka banget yah kalau seorang bapak Frans bisa-bisa nya mendekati anak SMA." ucap teman Sophia.
"Sudah tidak Heran lagi, karena jaman sekarang anak SMA semakin di depan." ucap Hena. "Humm Iyah juga sih, tapi aku juga SMA kenapa sampai sekarang aku jomblo."
Mereka semua tertawa.
"Nih gais seperti nya kue deh, Kalian Makan saja aku masih kenyang." ucap Sophia.
"Kamu harus makan juga Sophia, kamu harus menghargai pemberian pak Frans." ucap Hena.
"Udah deh Makan saja, kapan lagi kalian bisa Makan makanan yang di kasih oleh pak Frans." ucap Sophia, akhirnya mereka menghabiskan makanan itu dengan cepat.
Mereka berkumpul cukup lama karena Masih menunggu guru. Sampai sore hari Sophia di sekolah setelah pulang sekolah dia menjemput Adik nya.
Dari mobil dia melihat adiknya Duduk sendiri di depan gerbang.
"Ano! Ayo masuk." panggil Sophia dari dalam mobil.
Ano pun langsung masuk ke dalam mobil.
"Kenapa mbak Begitu lama?" tanya Ano.
"Mbak tadi belum bisa pergi dari sekolah begitu cepat." ucap Sophia. "Oohhh." jawab Ano.
"Kamu mau pengen tau gak bagaimana nilai mbak? Nilai mbak sangat bagus," ucap Sophia. "Bagus lah. Kalau di kelas tiga SMA mbak pasti banyak ujian." ucap Ano dengan nada yang sangat Layu.
"Kamu kenapa? Kenapa kelihatan nya sangat lemas? Kelaparan?" tanya Sophia, Ano menggeleng kan kepala nya.
"Aku capek saja." ucap Ano. "Huff kamu masih kecil saja sudah Badmood, banyak di luar sana yang lebih sulit dari kita, ayo semangat." ucap Sophia.
"Coba cerita sama mbak, apa yang membuat adik mbak jadi bad mood seperti ini."
"Enjel pindah meja, dia tidak lagi duduk di belakang ku, dia duduk sangat jauh dari aku, kata nya juga aku membuat dia tidak betah." ucap Ano.
"Maka nya kamu Jangan ganggu dia." ucap Sophia.
"Aku tidak mengganggu nya Mbak, aku hanya ingin berteman." ucap Ano.
"Mungkin dia tidak mau berteman dengan siapa pun, jangan di paksain sayang." ucap Sophia.
Ano Menghela nafas panjang. "Ya sudah mulai Besok aku tidak Akan mengganggu nya lagi, aku tidak Akan mengajaknya berbicara dan tidak Akan membantu nya lagi kalau di bully oleh teman-teman ku.' ucap Ano.
__ADS_1
Ano setelah berbicara seperti itu langsung diam. Sophia yang mendengar Adik nya berbicara seperti itu langsung diam.
"Jangan marah-marah Seperti itu dong, anak laki-laki itu harus sabar menghadapi cewek." ucap Sophia.