Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda
Bersama mu aku bahagia


__ADS_3

Gerwyn kembali ke meja makan mereka tadi.


"Bapak dari mana? apa yang terjadi pada Bapak?" tanya Vano melihat wajah dan rambut Gerwyn basah.


Gerwyn menggeleng kan kepala nya..


"Tidak apa-apa, kita lanjut saja bekerja." ucap Gerwyn. Gerwyn berbicara pada Vano namun mata nya pada Okta yang sedang bermesraan dengan Suami nya.


Vano sadar kalau Gerwyn sedang memerhatikan mantan kekasih nya itu, akhirnya Vano memberanikan diri untuk mengajak Gerwyn ke tempat yang akan mereka kunjungi.


"Pak kita ada undangan dari panti asuhan, bagaimana kalau kita sekarang saja ke sana? Seperti nya banyak berinteraksi dengan anak-anak panti asuhan lebih bagus, pekerjaan kita juga sudah selesai." ucap Vano.


Gerwyn mengangguk tanpa berfikir apapun. Okta melirik Gerwyn pergi meninggalkan Cafe.


"Sayang kamu kenapa kok tiba-tiba diam?" tanya suami Okta. Okta menggeleng kan kepala nya. Dia langsung melanjutkan makan. suami nya menoleh ke arah pandangan Okta tadi.


Di tempat lain Sophia sedang duduk menunggu Adit Selesai bekerja, dia tidak mau mengganggu Adit di saat dia bekerja.


"Mbak kita masih lama yah di sini? Kenapa tidak panggil kak Adit ke sini saja?" tanya Ano.


Sophia tersenyum.


"Sabar yah dek, nanti kalau kak Adit nya istirahat kita baru ke sana." ucap Sophia.


"Adit! Itu Sophia di depan dari tadi nungguin kamu deh, susul gih." ucap atasan Adit.


"Sophia Pak? Kenapa dia tidak bilang apa-apa?" ucap Adit.


"Udah buruan gih samperin dulu, masalah kerja kamu bisa ditangani sama yang lain." ucap atasan.


Adit berjalan ke depan tidak lupa membawa minuman untuk Sophia dengan Ano.


"Kenapa kamu gak bilang kalau mau ke sini?" tanya Adit Duduk di samping Sophia.


"Loh kamu udah siap yah kerja nya?" tanya Sophia.


"Jawab dulu pertanyaan aku, kenapa kamu gak bilang? Sudah beberapa kali aku datang ke rumah kamu tapi kamu tidak ada di sana, aku juga menghubungi kamu tidak bisa." ucap Adit.

__ADS_1


"Maafin aku, handphone ku rusak, sekarang aku tinggal di rumah Tante Linda." ucap Sophia.


Adit menghela nafas panjang.


"Aku bingung semakin ke sini kita tidak dekat seperti dulu lagi, aku merasa kamu seperti tidak menghargai aku lagi." ucap Adit.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Justru karena aku menghargai kamu, aku mengusahakan sampai ke sini." ucap Sophia.


Adit menoleh ke arah Ano.


"Ini minum dulu No, kamu apa kabar?" tanya Adit.


"Alhamdulillah baik Kak, kakak kapan lagi ajak aku sama mbak Sophia jalan-jalan?" tanya Ano.


"Tunggu sampai mbak Sophia gak sibuk yah, kalau Ano mau pergi sama kakak saja tampa mbak Sophia kakak tidak keberatan kok." ucap Adit sengaja menyindir Sophia.


"Jangan bawa-bawa adek aku, dia tidak tau apa-apa, aku gak suka cara kamu berbicara." ucap Sophia langsung.


"Bukan kah kenyataan apa yang aku bilang? kamu selalu sibuk sendiri dengan urusan kamu, kamu tidak memikirkan aku yang sangat khawatir kamu ada di mana, dengan siapa sudah sembuh atau belum." ucap Adit.


"Aku bukan bermaksud untuk tidak menghargai dan tidak mengingat kamu, sekarang posisi aku lebih sulit dari sebelumnya." ucap Sophia.


Adit mengajak menikah membuat Sophia terdiam.


Sophia memegang tangan Adit dua-duanya.


"Bukan ini jalan keluar nya. Aku hanya ingin kamu lebih fokus pada kuliah dan juga pekerjaan kamu. Masalah aku dengan Ano sebisa mungkin aku akan mengatasi nya sendiri." ucap Sophia.


Adit Menatap mata Sophia.


"Aku serius Sophia, aku tidak tahan lama-lama khawatir dan takut kehilangan kamu, karena akhir-akhir ini aku berfikir kalau kamu akan meninggalkan aku." ucap Adit.


Sophia langsung memeluk Adit. Dia sangat merasa sedih Air mata nya keluar.


"Aku minta maaf sudah membuat kamu jadi kefikiran, aku tidak akan mengulangi nya lagi, aku benar-benar minta maaf." Sophia memeluk Adit sangat erat.


Adit membalas pelukan Sophia.

__ADS_1


"Aku sangat mencintai kamu Sophia, aku tidak tau harus melakukan apa lagi agar bisa dekat dengan kamu, aku sangat takut." ucap Adit.


"Aku janji gak akan pernah ninggalin kamu, asal kamu janji juga akan menyelesaikan kuliah jadi orang sukses bisa membahagiakan keluarga kamu terutama orang tua kamu." ucap Sophia.


Adit mengangguk. Mereka membuat janji jari kelingking. Sementara Ano tersenyum melihat mereka akur, tapi dia tetap iba melihat Adit masih belum tau pernikahan Sophia.


"Bagaimana keadaan kamu sekarang? Apa sudah sembuh?" tanya Adit mengelus rambut Sophia.


"Alhamdulillah udah kok, aku juga sudah bisa beraktifitas seperti biasa." ucap Sophia.


"Alhamdulillah. Tapi sebaiknya kamu jangan melakukan hal yang terlalu menguras tenaga, aku takut sakit nya kambuh lagi." ucap Adit. Sophia mengangguk sambil tersenyum.


"Oh iya berhubung kamu sama Ano sudah di sini. Ikut aku yok ke apartemen, aku sudah janji sebelum nya mau masak makanan yang enak untuk Ano, sekalian kamu juga ikut yah." ucap Adit.


"Ayo Mbak, ayo." ajak Ano. Sophia tidak bisa menolak ketika Adek nya mau pergi, Adit Ijin untuk pulang. setelah itu mereka pulang mengendarai motor besar milik Adit.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Ano duduk di situ dulu yah sambil nonton, kakak mau tukar pakaian dulu." ucap Adit.


Tidak beberapa lama Adit keluar dari kamar dia langsung ke dapur.


"Sophia kamu duduk saja dengan Ano di sana biar aku yang nyuci piring nya nanti." ucap Adit.


"Gak apa-apa kok, ini juga hanya sedikit aku mau bantu-bantu sekalian belajar masak juga." ucap Sophia.


"Gak usah yah Sayang, sekarang kamu duduk istirahat sama Ano." ucap Adit. Sophia merasa tidak enak sangat di manjakan oleh Adit.


"Aku sudah biasa bantu-bantu rumah Tante Linda, ijinin aku bantuin kamu juga yah." ucap Sophia. Adit tidak bisa menolak dia pun akhirnya mau.


Sophia ketika bersama Adit bisa melupakan semua masalah yang menimpa nya, semua kesusahan nya dia lupakan sejenak. Mereka masak sambil bercanda di dapur.


"Sayang lihat sini deh." ucap Sophia memanggil Adit yang fokus makan dan dengan iseng nya Sophia mengoleskan pewarna makanan ke pipi Adit.


"Aaaa kamu ngerjain aku yah, rasakan ini." Adit menghapus pewarna dari pipi nya dengan cara menempel kan pipi mereka.


Sophia tertawa lepas. karena asyik bercanda bersama, ikan hampir saja gosong, tidak beberapa lama akhirnya semua masakan selesai.

__ADS_1


"Cobain deh ini pasti sangat enak." ucap Adit pada Sophia yang masih sibuk menata piring di atas meja.


Ayo dong komen yang banyak, vote, kasih Hadiah dan juga rate nya yah 🙏😇


__ADS_2